
Setelah makan malam, Sae Ju hanya baring di kasur sambil menatap langit-langit kamar. Seluruh perban di tubuhnya telah diganti dengan yang baru. Namun, rasa perih masih terasa jelas di sekujur tubuhnya.
‘’Kenapa aku harus menerima perla—‘’ ucapannya terpotong saat teringat sesuatu.
Flashback on
‘’Jadi seperti itu? Aku tidak menyangka Nyonya Hae Ri menyiksamu seperti ini tanpa diketahui Seol Won,’’ kata Song Ki.
‘’Jangan beritahu dia, kumohon,’’ pinta Sae Ju.
Song Ki terdiam untuk sesaat. ‘’Tapi, kau diperlakukan lebih buruk daripada seekor binatang. Jika orang lain yang berada di posisimu, dia akan memilih pergi karena tidak tahan. Berbeda denganmu, kau tetap bersih keras tinggal di kediaman Go, dan tidak peduli dengan siksaan Nyonya Hae Ri. Kenapa kau masih bertahan, jelas-jelas tidak ada yang peduli denganmu di sana?’’
Sae Ju menunduk dengan wajah sedih. ‘’Kenapa masih bertahan, aku juga tidak tahu alasannya. Aku hanya tidak mengerti, kenapa aku harus menerima perlakuan kasar terus menerus?’’
‘’Itu mungkin karena latar belakang orangtuamu,’’ jawab Song Ki.
__ADS_1
Gadis itu kembali teringat masa lalu, dimana kedua orangtuanya melarikan diri gara-gara terlilit hutang, sehingga membuatnya menanggung beban itu dan terpaksa melakukan pekerjaan hina dengan menjadi penari striptis. Itu benar-benar neraka baginya.
‘’Aku sudah menyelidiki latar belakang keluargamu. Bagi Nyonya Hae Ri yang menjunjung tinggi kehormatan keluarganya, sudah pasti menolak pernikahan putranya yang tiba-tiba. Apalagi menikahi wanita dari kalangan biasa,’’ kata Song Ki.
Sae Ju tersenyum sendu. ‘’Benar juga. Setelah dipikir-pikir, Nyonya Besar memperlihatkan rasa tidak sukanya secara terang-terangan, dan pernah memberitahuku kalau dia menyiksaku agar aku meninggalkan kediaman Go.’’
‘’Kalau begitu tinggalkan saja dan pergilah,’’ kata Song Ki langsung.
‘’Eh?’’ bingung Sae Ju.
‘’Nyonya Hae Ri tidak menyukaimu dan Seol Won juga tidak peduli. Kenapa kau tidak pergi saja?’’ tanya Song Ki.
Song Ki tersenyum. ‘’Ke rumahku. Jika di sana kau akan lebih berguna. Masih ada satu seragam pelayan yang tersisa.’’
Sae Ju memasang wajah bodohnya. ‘’Apa kau memberiku solusi atau berniat menjadikanku pelayanmu?’’
__ADS_1
‘’Hehe, hanya bercanda. Wajahmu itu cepat sekali berubah. Hm, kau sudah menceritakan semua masalahmu, apa itu berarti kita sudah berteman?’’ tanya Song Ki.
‘’Meskipun wajah dan sikapmu itu menyebalkan, tapi sepertinya kau orang baik,’’ kata Sae Ju membuat Song Ki tersenyum kaku.
Ia tersenyum dan mengangguk tanda menerima pertemanan pria itu.
‘’Aku tahu kau masih belum menerimaku sepenuhnya, jadi tidak perlu dipaksakan. Tapi jika kau membutuhkan pendengar yang bisa dipercaya, jangan ragu menghubungiku,’’ kata Song Ki.
Flashback off
Matanya berair sampai akhirnya butiran bening itu terjatuh. Ia memejamkan mata sejenak sambil berpikir. Ragu-ragu, tangannya terulur mengambil ponsel di meja lampu.
Apakah aku harus menghubungi Yoon Song Ki? Haa, kurasa tidak perlu, ucapnya dalam hati.
Belum sempat Sae Ju meletakkan benda itu, layar ponselnya langsung menyala. Matanya terbelalak melihat notifikasi yang masuk tidak lain adalah pesan Song Ki. Ia pun kembali teringat dengan ucapan pria itu yang akan menghubunginya lagi.
__ADS_1
Dia benar-benar menghubungiku, ucapnya dalam hati.
Perasaan Sae Ju sedikit bingung karena ini pertama kalinya pria selain teman sekolah dan keluarganya mengirimkan pesan chat. Apalagi pria itu salah satu pewaris berpengaruh di negaranya.