Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 25 Menghilang?


__ADS_3

Kepala pelayan menatap para bawahannya yang sedang sibuk menyiapkan makan malam. ‘’Kalian tidak melihat Agassi?’’


‘’Eh? Nona Muda? Aku tidak pernah melihatnya sejak tadi pagi Nyonya Kepala,’’ jawab salah satu pelayan.


‘’Benarkah? Tapi aku sempat melihat Nona Muda. Kalau tidak salah, Nona Muda bersama Tuan Muda di pohon bonsai. Setelah itu aku tidak melihat Nona Muda lagi sampai sekarang,’’ kata pelayan lainnya.


Kepala pelayan hanya mengangguk mengerti lalu berjalan pergi. Menghilangnya sosok Sae Ju membuatnya merasa aneh. Ia sudah mengecek seluruh sisi kediaman Go dan tidak menemukan sosok gadis itu. Dan sekarang ia menatap nyonya Hae Ri yang membaca majalah di ruang tamu seperti biasa.


Setelah Tuan Goo Jun dan Tuan Song Ki datang, mereka hanya mengajak Tuan Muda keluar. Jika Nona Muda tidak bersama mereka, lalu saat ini dia di mana? Jangan bilang ini ulah Nyonya Besar lagi, ucapnya dalam hati.


......................


Ruang Pendingin


Terlihat sosok Sae Ju yang tengkurap di lantai dengan tubuh memutih bukan main. Saking dinginnya, seluruh tubuhnya mulai diselimuti kristal es. Sepertinya ia benar-benar tidak bisa bergerak lagi.


Di-ngin … Sa-ngat dingin! Hiks, kumo-hon … Sia-papun … Tolong aku! Benar ju-ga … Ti-dak a-da ya-ng a-kan datang … Sepertinya a-ku akan ma-ti se-bentar la-gi … Ya, i-tu pi-lihan ter-baik, ucapnya dalam hati.


Butiran bening dari sudut mata Sae Ju mengalir keluar. Ia benar-benar tidak kuat lagi menahan rasa dingin ruangan tersebut.


Seol Won-ah, ucapnya dalam hati.

__ADS_1


......................


Bar


Seol Won terbelalak sebelum meminum koktailnya. Tidak tahu kenapa, ia tiba-tiba merasa cemas.


Goo Jun yang menikmati koktail bersama Song Ki, hanya mengerutkan dahi. ‘’Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?’’


‘’Wajahmu sampai tegang , apa kau segitu terganggunya dengan musik dan keramaian ini?’’ tanya Song Ki.


Seol Won kembali meletakkan koktailnya di meja lalu berdiri.


‘’Kalian mengganggu ketenanganku,’’ jawab Seol Won.


Goo Jun dan Song Ki tersenyum kaku melihat raut wajah dan tatapan Seol Won kepada mereka.


Keduanya hanya menatap kepergian pria introvert tadi sambil menghela nafas dengan wajah bodoh. ‘’Apakah dia robot yang suka menyendiri? Dasar Go Seol Won.’’


......................


Sekretaris Roiy yang melihat Seol Won keluar dari pintu hotel langsung menuruni mobil, dan membukakan pintu untuk atasannya itu. ‘’Kita akan pergi ke mana selanjutnya Tuan Muda? Selain itu di mana Tuan Goo Jun dan Tuan Song Ki?’’

__ADS_1


‘’Aku ingin pulang,’’ jawab Seol Won.


‘’Eh? Tuan Muda sudah ingin pulang? Tapi Anda baru saja masuk 5 menit yang lalu. Bukankah Tuan Goo Jun dan Tuan Song Ki sampai membawa Tuan Muda keliling seharian? Padahal teman-teman Tuan Muda ingin menghabiskan waktu bersa—‘’


Bugh!


Ucapan sekretaris Roiy terpotong saat Seol Won langsung menarik pintu mobil dan menutupnya dengan kasar.


‘’Tuan Muda! Itu tidak sopan,’’ kata Sekretaris Roiy mengintip dari pintu kemudi.


‘’Masuk atau aku yang akan menyetir mobil ini pulang,’’ kata Seol Won datar tapi terdengar menusuk.


Sekretaris Roiy hanya mengangguk mengerti dengan wajah polos. Ia pun masuk dan mulai melajukan mobil. ‘’Sepertinya Tuan Muda terlihat kesal.’’


Dan menurutmu karena siapa? Tentu saja karena dirimu, kata Seol Won dalam hati.


‘’Tuan Goo Jun dan Tuan Song Ki mungkin tidak berniat membuat Tuan Muda kesal. Pertengkaran dengan teman itu biasa terjadi. Tapi tidak baik marah-marah sampai melampiaskannya kepada mobil Tuan Muda,’’ kata Sekretaris Roiy.


Seol Won yang tadinya kesal kepada sang sekretaris hanya menghela nafas sambil memasang wajah bodohnya.


Tingkat tidak kepekaannya luar biasa … Lupakan, ucapnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2