
📞‘’Oh? Go Seol Won? Kau mengangkat panggilanku, ya? Kukira kau sedang sibuk dengan istri keduamu,’’ kata Goo Jun.
Seol Won hanya berdecih, membuat Goo Jun terkekeh di seberang telepon.
📞‘’Baiklah, baiklah. Aku menghubungimu karena ada hal penting yang ingin kukatakan. Selamat atas pernikahanmu,’’ kata Goo Jun.
‘’Akan kumatikan,’’ kata Seol Won.
📞‘’Tunggu! Hehe, aku hanya bercanda. Sekarang ini, kau ada di mana?’’ tanya Goo Jun.
Seol Won hanya diam dengan wajah bodohnya.
📞‘’Ah, benar juga. Kau pasti ada di rumah,’’ kata Goo Jun.
‘’Berhenti basa-basi. Akan benar-benar kumatikan,’’ kata Seol Won.
📞‘’Aku akan mengatakannya! Dasar … Kami sudah mendengar semuanya dari Roiy. Tapi saat ini Song Ki sedang keluar, jadi dia ingin aku menyampaikannya kepadamu. Go Seol Won, sepertinya kepergian Sae Ju tidaklah semudah yang kita kira,’’ kata Goo Jun.
Mata Seol Won memicing karena kembali mendengar nama gadis itu. ‘’Sudah kubilang, jangan pernah membahas gadis itu lagi di depanku, apalagi menyebut namanya.’’
__ADS_1
‘’Dengarkan aku dulu! Song Ki menemukan sesuatu yang janggal. Aku tidak yakin mengatakan hal ini, tapi perginya Sae Ju dari rumah itu … Kemungkinan besar adalah ulah ibumu sendiri.’’
Deg!
Seol Won kembali mengingat hari itu, hari dimana Sae Ju pergi meninggalkannya hanya karena demi uang.
📞‘’Saat sekretarismu memberita—‘’
Panggilan itu langsung dimatikan, sambil Seol Won bergegas keluar. Risa yang memanggilnya pun diabaikan. Ia bergegas menuju ke kamar ibunya.
Sebelumnya, aku dan Sae Ju hari itu masih baik-baik saja. Tapi setelah pulang dari kantor, entah kenapa gadis itu sudah pergi dari sini, kata Seol Won dalam hati.
‘’Apa maksudmu berkata seperti itu?’’ tanya Nyonya Hae Ri.
‘’Nona Muda tiba-tiba pergi tanpa alasan. Jika dipikir-pikir lagi, secara kebetulan masalah menimpa perusahaan dengan bersamaan perginya Nona Muda dari sini. Satu-satunya cara agar menyelamatkan perusahaan adalah mengadakan pernikahan, tapi Tuan Muda menolak. Karena itulah, Nyonya Besar menyuruh Nona Muda pergi, agar Tuan Muda menerima pernikahan itu tanpa beban,’’ kata Kepala Pelayan.
Nyonya Hae Ri memasang wajah kusut. ‘’Kalau itu benar, memangnya kenapa?’’
‘’Nyonya Besar, apakah Anda tidak memikirkan perasaan Tuan Muda?’’ tanya Kepala Pelayan.
__ADS_1
‘’Demi menyelamatkan perusahaan, akan kulakukan segala cara. Heh, saat menyuruh Sae Ju pergi, gadis itu menangis. Aku tahu dia tidak ingin pergi dari sini. Jadi aku memaksanya dengan memberinya uang yang banyak. Tapi dia menolak mentah-mentah. Dasar tidak tahu diri,’’ kata Nyonya Hae Ri.
Seol Won yang mendengarnya dari luar langsung mengepalkan tangan. Seperti yang dikatakan Goo Jun dan Song Ki, alasan kepergian Sae Ju memang karena ulah ibunya. Tanpa berpikir panjang ia berbalik untuk pergi.
......................
Klub Malam
Pukul menunjukkan pukul 12 ketika Sae Ju mengambil tasnya dan bergegas pergi.
“Kim Sae Ju,” panggil Manajer klub.
Gadis yang dipanggil hanya diam, membuat manager menyuruhnya untuk ikut ke ruangan.
“Ayo duduk,” kata Manajer.
Ia tersenyum. “Sae Ju-ah, meski kau telah membayar hutang keluargamu, jika kau hanya menari disini, itu tidak akan cukup menghasilkan uang untukku. Kau juga harus menemani tamu-tamu disini.”
Sae Ju mengerutkan dahi tanda kesal. ‘’Tapi aku bukan pelacur, dan aku tidak akan melakukannya!”
__ADS_1