Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 14 Rutinitas


__ADS_3

Hanya rutinitas hari yang berjalan seperti biasa, dimana Sae Ju akan berangkat ke sekolah, lalu setelah pulang akan menerima siksaan dari nyonya Hae Ri. Dan gadis itu tidak pernah menyerah meskipun sang mertua selalu membuatnya menangis.


Malam ini Seol Won mengabari ibunya kalau ia tidak akan pulang karena urusan pekerjaan, membuat nyonya Hae Ri menggunakan kesempatan tersebut untuk menyiksa Sae Ju lagi.


......................


Kamar


Pelan-pelan, Sae Ju membuka perban di tangannya. Kulit dari luka melepuh yang menyentuh kain membuatnya tersentak kaget dan meringis. Ia pun mengambil salep yang sempat dibelinya dari uang pinjaman Oh Yong.


Meski ia suami dari Seol Won dan menantu dari nyonya Hae Ri, tapi ia tidak pernah meminta uang kepada mereka karena tahu tahu diri. Ia jadi harus berbohong terus kepada Oh Yong kalau ia menyimpan uang dari kedua orangtua untuk sewa apartemen yang sebenarnya tidak pernah ada. Setidaknya ia mendapatkan makanan saat sarapan pagi, dan harus menahan rasa laparnya sampai pulang.


Butiran air mata Sae Ju kembali terjatuh. Semenjak ia datang ke kediaman Go, dirinya hanya menangis dan menangis terus. Ibu mertuanya seperti tidak pernah membiarkannya bernafas untuk satu detik saja, sedangkan suaminya hanya terus bekerja tanpa memperhatikannya.

__ADS_1


Sae Ju mengingat chemistry ayah dan ibunya sebagai pasangan suami istri. Mereka hidup rukun dengan saling melengkapi. Kadang bertengkar dan kadang juga sayang-sayangan. Ia yang menikah di usia seperti ini membuatnya tidak tahu harus melakukan apa karena ia hanya seorang pelajar.


‘’Kupikir orang yang menikah akan saling memahami satu sama lain,’’ kata Sae Ju menyeka air matanya.


Ia kembali mengobati luka-luka di kedua tangannya. Setelah itu mengambil tas sekolahnya dan mengeluarkan banyak buku pelajaran lalu mengerjakan tugas yang selama ini ia lewatkan saat tidak masuk sekolah.


Ya, Sae Ju melakukan rutinitasnya dengan belajar sama seperti di rumahnya yang dulu. Biasanya sang ibu akan membuatkan camilan untuknya di rumah, sambil ditemani sang ayah. Mereka akan belajar bersama sambil bercanda satu sama lain. Tapi, hal itu sudah lama hilang semenjak kedua orangtuanya melarikan diri.


......................


Di sisi lain, Seol Won dan sekretaris Roiy yang berada di perusahaan kembali disibukkan urusan sampai membuat mereka lembur lagi.


Seol Won menatap kaca di belakangnya dengan wajah datar, hingga sekretaris Roiy menyadarkannya. Para karyawan bolak-balik masuk ke sambil membawa berkas, lalu kembali bergegas keluar.

__ADS_1


Sudah pukul 1 dini hari. Dia mungkin sudah tidur, kata Seol Won dalam hati.


......................


Kediaman Go


Sae Ju menghela nafas sambil merentangkan kedua tangannya ke atas. Sebagian sudah dikerjakan membuatnya menoleh dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Karena merasa mengantuk, ia menutup buku-buku tersebut dan akan melanjutkannya besok pagi. Lagi pula ia tidak masuk sekolah karena libur.


Ia pun berjalan menuju ke kasur dengan mata yang sudah berat bukan main. Lalu mematikan lampu tidur dan menarik selimut dengan pelan untuk tidur.


Sebelum memejamkan mata, Sae Ju tersenyum tipis. ‘’Selamat tidur ayah, ibu … Dan selamat tidur juga untukmu Go Seol Won.’’


Ya, itulah rutinitas malam Sae Ju yang tidak diketahui orang sekitarnya. Baginya, mengucapkan selamat seperti itu membuatnya sedikit tenang agar bebannya terkurang.

__ADS_1


__ADS_2