Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 51 Membujuk


__ADS_3

Song Ki menghela nafas panjang dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. ‘’Kalau kau seperti ini, lebih baik kita akhiri saja hubungan pertemanan kita. Lagi pula, kau terlihat tidak menyukaiku. Ya sudah, aku akan membayar semuanya dan pulang. Tunggu sampai temanmu itu selesai, baru kalian pulang.’’


Ia hendak berdiri, namun niatnya terhenti saat Sae Ju langsung menariknya.


‘’Jangan pergi dulu,’’ kata gadis itu.


Oh? Dia terpancing, kata Song Ki dalam hati.


Seol Won yang melihat hal itu hanya mengepalkan tangan. Tanpa mengatakan apa pun, ia berjalan pergi dengan wajah kusut.


Sekretaris Roiy yang menyadari seseorang baru saja berlalu di belakangnya pun menoleh. Matanya langsung membulat besar melihat Seol Won di eskalator yang sudah tiba di lantai bawah. Ia kembali menoleh ke arah Sae Ju dengan wajah panik. ‘’Oh tidak, Tuan Muda melihatnya.’’


Ia pun menghampiri Seol Won ke bawah dan tidak lupa membayar pesanan yang sudah selesai, dan kembali ke mobil.


......................


Song Ki kembali duduk setelah berhasil memancing perasaan Sae Ju. ‘’Apakah aku bisa mempercayaimu kali ini?’’

__ADS_1


‘’Aku akan berusaha. Tapi kau juga harus berjanji agar tidak membocorkan masalahku mengenai Nyonya Hae Ri,’’ kata Sae Ju.


‘’Harus berapa kali aku katakan, kalau kau tinggal mempercayaiku,’’ kata Song Ki.


Sae Ju menghela nafas panjang. ‘’Seperti yang kau katakan, Nyonya Hae Ri menyiksaku lagi. Hari itu, dia melihatku turun dari mobilmu, dan seperti inilah jadinya.’’


Perban … Nyonya Hae Ri menyiksa Sae Ju dan memanfaatkan perban ditubuh gadis ini. Dengan begitu, Seol Won tidak akan tahu, kata Song Ki dalam hati.


‘’Kalau begitu, bagaimana kau mengatasi Seol Won? Pria itu juga pasti berpikir kenapa kau tidak melepaskan perban di tubuhmu sampai sekarang,’’ kata Song Ki.


Song Ki yang melihatnya hanya diam. Tidak tahu kenapa ada perasaan aneh di dalam hatinya. Wajahnya sedikit kusut sambil mengepalkan tangan.


‘’Kau pasti sangat menderita….’’


‘’Eh? Ahaha, kalau itu aku sudah terbiasa, jadi kau tidak perlu merasa kasihan,’’ kata Sae Ju.


......................

__ADS_1


Perjalanan…


Sekretaris Roiy tidak henti-hentinya menatap Seol Won melalui spion atas mobil. Perasaannya sedikit campur aduk melihat raut wajah pria itu. ‘’Hem! Tuan Muda, sepertinya Nona Muda sedang berkumpul dengan teman sekolahnya. Benar! Mereka pasti sedang membahas tugas kelompok. Jadi, Tuan Muda jangan salah paham dulu.’’


‘’Tugas kelompok di hari terahir ujian?’’ tanya Seol Won dengan wajah kusut.


‘’Hahaha! Itu bisa jadi Tuan Muda. Guru mungkin memberikan tugas sebagai nilai tambahan terakhir. Itulah kenapa Nona Muda keluar bersama teman-temannya, dan tidak pergi untuk kencan.’’


Seol Won langsung mengerutkan dahi tanda kesal karena ucapan pria di depannya itu. Ia tidak mengerti setelah melihat Sae Ju tadi menarik tangan Song Ki, rasanya ada yang meluap dari dalam hatinya.


‘’Tuan Muda tidak marah kepada Nona Muda, kan? Iya, kan? Jangan marah kepada Nona Mu—‘’


‘’Cih!’’ kesal Seol Won membuat sang sekretaris menjadi diam.


Ia kembali menatap keluar jendela dengan wajah kusut. Tanganya mengepal kuat karena masih mengingat kejadian barusan di café.


Kim Sae Ju, kata Seol Won dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2