
Setelah Seol Won bersiap, pria itu akhirnya pergi bersama sang sekretaris. Kepala pelayan menyuruh semua bawahannya untuk mengantar Seol Won hingga pintu teras utama. Kini tersisa nyonya Hae Ri dan wanita paruh baya itu.
‘’Dia belum makan, kan? Segera buatkan dia sarapan!’’ perintah Nyonya Hae Ri.
‘’Sesuai perintah Anda. Saya permisi dulu, Nyonya Besar, Nona Muda,’’ bungkuk Kepala Pelayan.
Tidak lama kemudian perginya sang kepala pelayan, nyonya Hae Ri menatap Sae Ju yang masih diam sejak tadi.
......................
Sekolah
Oh Yong menatap ke kanan dan ke kiri dengan wajah sedikit gusar. Tidak masuknya Sae Ju di hari pertama, membuatnya kembali cemas kepada gadis itu, mengingat pemilik apartemen yang pernah diceritakan Sae Ju.
Jangan bilang pemilik apartemen itu kembali menggila. Sae Ju mungkin melindungi tamu dari pemilik kamar lain sampai-sampai dirinya juga ikut terseret. Sae Ju-ah, ucapnya dalam hati.
‘’Kim Sae Ju?’’
__ADS_1
Oh Yong tersentak saat sang guru menyebut nama Sae Ju di absen.
‘’Kim Sae Ju? Apakah Kim Sae Ju tidak masuk hari ini?’’ tanya sang Guru sekali lagi.
‘’Um, Seosaengnim,’’ kata Oh Yong mengangkat sebelah tangan.
‘’Ne Park Oh Yong? Apakah kau tahu alasan Kim Sae Ju tidak masuk hari ini?’’
Oh Yong menggigit bibir bawahnya dengan wajah sedikit masam. ‘’Choesonghamnida Seosaengnim. Aku mampir ke rumah Kim Sae Ju. Dia sedang demam dan tidak tidak sempat meminta izin.’’
‘’Izin lagi? Woah Kim Sae Ju ini … Padahal sudah memasuki semester terakhir tapi dia banyak bolong absen. Park Oh Yong, beritahu Kim Sae Ju kalau masih bolong absen lagi, maka dia tidak perlu mengikuti ujian nasional. Sangat disayangkan murid teladan seperti dirinya bersikap seperti ini,’’ kata sang Guru.
Sang guru kembali menghela nafas sambil menggelengkan kepala dengan wajah kusut. Oh Yong yang melihatnya semakin merasa cemas dengan Sae Ju.
Jeongmal mianhe Seosaengnim karena aku berbohong. Selain itu, bagaimana aku mendatangi apartemen Sae Ju yang jelas-jelas tidak aku ketahui alamatnya? Aduh, kata Oh Yong dalam hati.
......................
__ADS_1
Kediaman Go
Kepala pelayan masuk ke dalam kamar sambil para bawahan membawa nampan untuk sarapan Sae Ju. Begitu masuk ke dalam, ia mengerutkan dahi saat tidak melihat keberadaan nyonya Hae Ri.
‘’Nyonya Besar pergi ke mana?’’ tanya Kepala Pelayan.
‘’Ibu, maksudku Nyonya Besar baru saja keluar,’’ jawab Sae Ju.
‘’Keluar? Tapi saya tidak melihatnya berada di ruang tamu. Apakah Nyonya Besar tidak melakukan sesuatu lagi kepada Nona Muda selagi saya pergi?’’ tanya Kepala Pelayan.
Sae Ju terseyum sambil menggelengkan kepala. ‘’Tidak sama sekali. Kepala Pelayan tidak perlu mencurigai Nyonya Besar sejauh itu.’’
‘’Tapi Nona Muda, saya tahu betul Nyonya Besar seperti apa. Kita semua sudah melihatnya kalau Nyonya Besar tidak akan segan menyiksa Nona Muda di bekalang Tuan Muda. Kemarin, saya hendak memberitahu semuanya kepada Tuan Muda, tapi Nyonya Besar sangat pintar bersandiwara,’’ kata Kepala Pelayan.
‘’Eh? Maksud Ajumoeni?’’ tanya Sae Ju.
Kepala pelayan mengatakan kalau Seol Won mengetahui dirinya yang terkurung di ruang pendingin. Namun, nyonya Hae Ri bersandiwara dan membuatnya menjadi kecelakaan yang tidak disengaja karena kecerobohan.
__ADS_1
‘’Nyonya Besar benar-benar tidak melakukan sesuatu kepada Nona Muda, kan?’’ tanya Kepala Pelayan memastikan.
‘’Sungguh, Nyonya Besar hanya diam sambil menatapku beberapa saat. Tanpa mengatakan apa pun, Nyonya Besar pun berbalik untuk pergi,’’ jawab Sae Ju memastikan.