
Malamnya saat makan malam, nyonya Hae Ri mengerutkan dahi melihat putranya memasang wajah serius. ‘’Ada apa?’’
‘’Sangat aneh kulit Sae Ju semakin hari semakin parah tanpa sebab. Kecuali ada seseorang yang memukulinya,’’ kata Seol Won.
Sae Ju yang mendengar ucapan pria itu langsung menatap nyonya Hae Ri sambil menggelengkan kepalanya, dengan maksud ia tidak pernah mengadu kepada Seol Won.
‘’Jangan-jangan….’’
Tangan nyonya Hae Ri mengepal sambil menahan raut wajahnya.
‘’Orang-orang di sekolahnya kembali merundung Sae Ju,’’ kata Seol Won.
Nyonya Hae Ri menghela nafas seperti orang yang hampir kehilangan jantungnya. Ia pikir Seol Won sudah mengetahui yang sebenarnya.
‘’Sudah kuputuskan akan menyelidiki orang yang sering menyiksa Sae Ju seperti ini,’’ kata Seol Won.
‘’Kenapa kau berlebihan seperti itu? Aku yang akan mengurusnya,’’ kata Nyonya Hae Ri.
‘’Eomma fokus saja pada perusahaan,’’ kata Seol Won.
Nyonya Hae Ri kembali menatap Sae Ju sebelum mengepalkan tangan.
Kalau begini, sepertinya aku terpaksa berhenti menyiksa gadis ini untuk sementara. Heh, kau pasti senang Kim Sae Ju, ucapnya dalam hati.
__ADS_1
......................
Kamar
Ceklek!
Seol Won yang menghampiri kasur, mengerutkan dahi melihat Sae Ju masih berdiri menatapnya. ‘’Apa?’’
‘’Setelah membuka paksa perban di tubuhku tadi siang, bukankah aku menyuruhmu untuk diam? Kenapa kau membahasnya di depan ibumu?’’ tanya Sae Ju.
‘’Memangnya aku butuh izinmu untuk bicara?’’ tanya Seol Won.
‘’Bukan begitu. Tapi, kau yang seperti ini malah membuatku semakin dalam masalah,’’ kata Sae Ju.
‘’Kim Sae Ju … Seandainya aku mengatakan tahu orang yang menyiksamu, bagaimana menurutmu?’’ tanya Seol Won.
Seol Won memicingkan mata mendengar ucapan gadis itu, yang barusan terpotong. Tidak lama kemudian, ia menghela nafas. ‘’Aku hanya bilang seandainya.’’
‘’Ahaha, begitu? Entahlah. Tapi kau tidak perlu menyelidikinya. Aku sungguh baik-baik saja,’’ kata Sae Ju.
Namun, pria yang diajak bicara hanya diam dan fokus membaca.
Selalu seperti ini, kata Sae Ju dalam hati.
__ADS_1
......................
Akhirnya penerimaan mahasiswa baru telah tiba. Sae Ju dan Oh Yong mendaftar di universitas yang sama, tapi memasuki jurusan berbeda. Oh Yong masuk jurusan tataboga, sedangkan Sae Ju mengambil jurusan seni.
Selain itu, semenjak perbincangan di ruang makan membuat nyonya Hae Ri tidak pernah menyiksa Sae Ju lagi, meski Seol Won sudah kembali masuk ke kantor. Tapi tidak ada yang tahu kapan wanita dewasa itu berulah.
Sae Ju dan Oh Yong pun memasuki gerbang dan bingung melihat tatapan semua orang langsung tertuju ke arah mereka.
‘’Yak, apakah ada sesuatu di wajahku? Kenapa semua orang memelototi kita?’’ tanya Oh Yong.
‘’Tidak ada. Bagaimana denganku?’’ tanya Sae Ju.
Oh Yong juga menggeleng, membuat keduanya hanya berlalu. Namun, langkah mereka terhenti saat melihat kerumunan orang di depan papan informasi. Begitu tiba di depan, kedua gadis tadi tersentak.
‘’Oh? Kim Sae Ju, akhirnya kau datang juga.’’
‘’Wah, wah, penari striptis kita sudah datang!’’
‘’Aku tidak tahu kalau kau seliar ini di atas panggung.’’
‘’Kalau kau mau, aku akan mengadakan pesta dan mengundangmu untuk menjadi penari striptis.’’
‘’Orang-orang di klub menghargaimu sampai berapa?’’
__ADS_1
Tubuh Sae Ju langsung gemetar hebat melihat begitu banyak fotonya terpajang di papan tersebut.
Oh Yong yang merasa kesal langsung merobek foto-foto itu. ‘’Yak! Aku tidak akan mengampuni orang yang menyebarkan berita ini! Keluar dan perlihatkan dirimu! Aku akan menghajarmu saat ini juga!’’