Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 7 Topik Konyol


__ADS_3

Seol Won menatap ke arah jendela mobil dimana air hujan tidak berhenti mengalir ke bawah.


‘’Haa … Semenjak Tuan Goo Jun dan Tuan Song Ki meninggalkan perusahaan, langit langsung menjadi gelap. Apakah mereka menyebutkan mantra sehingga hujan turun begitu deras?’’ tanya Sekretaris Roiy bicara sendiri.


Seol Won yang mendengarnya langsung menatap pria di depannya itu dengan alis berkerut. ‘’Memangnya kau hidup di jaman apa sampai berpikir seperti itu?’’


‘’Apa yang Tuan Muda katakan? Sudah banyak peramal yang bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan manusia biasa seperti kita. Ah!’’


‘’Yak, kenapa kau tiba-tiba berteriak?’’ tanya Seol Won.


Sekretaris Roiy memicingkan mata sambil menatap majikannya di belakang, membuat Seol Won merasa tidak nyaman dengan tatapan itu.


‘’Apa?’’ tanya Seol Won.


‘’Ada banyak cerita yang sedang marak dibicarakan saat ini. Banyak monster atau manusia yang memiliki kekuatan lalu bersembunyi di antara manusia. Jangan pernah tertipu dengan wujud luar dari seseorang,’’ kata Sekretaris Roiy dengan wajah serius.


‘’Terus kenapa?’’ tanya Seol Won dengan alis berkerut.


‘’Apa yang kita lihat biasanya tidak benar. Tuan Goo Jun dan Tuan Song Ki mungkin adalah seorang peramal yang memiliki kekuatan. Lalu, lalu demi mendekati Tuan Muda, mereka menyamar sebagai pengusaha.’’

__ADS_1


Seol Won menatap pria itu dengan wajah bodohnya. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil menghela nafas panjang, dan memilih menatap ke luar jendela.


......................


Kediaman Go


Kepala pelayan yang tiba di halaman belakang sisi selatan hanya menghela nafas. Ia menyusuri area sekitar dan tidak melihat keberadaan Sae Ju, membuatnya berbalik untuk kembali. Namun, langkahnya terhenti saat menyadari sesuatu.


Ia kembali menolehkan kepalanya ke belakang. ‘’Seingatku sumur itu telah ditutup oleh Nyonya Besar. Kenapa kembali terbuka?’’


Sambil memegang payung, kepala pelayan pun menghampiri sumur tersebut. Begitu ia menatap ke dalam sumur, matanya langsung membulat bersamaan tongkat yang dipegangnya terjatuh.


Sae Ju yang seperti mendengar suara seseorang pun mendongakkan kepala. Sama halnya dengan kepala pelayan tadi, matanya juga membulat besar. ‘’Ajumeoni! Hiks! Dowa Juseyo(Tolong aku)!’’


‘’Agassi? Apa yang Anda lakukan di dalam sana?!’’ cemas Kepala Pelayan.


‘’Aku yang memberinya hukuman.’’


Kepala pelayan terbelalak dan menoleh ke belakang. Dilihatnya nyonya Hae Ri berdiri sambil memegang payung. Ia pun meminta wanita itu agar menarik Sae Ju keluar dari sumur.

__ADS_1


Nyonya Hae Ri yang berjalan mendekat, menatap ke dalam sumur melihat Sae Ju yang sudah mengambang di dalam air. ‘’Dibandingkan tadi pagi, kau sepertinya sudah bisa berenang.’’


‘’Nyonya Besar, hentikan semua ini. Nona Muda harus segera ditarik keluar dari sana.’’


‘’Kepala pelayan, kenapa kau terus membantah perintahku demi dirinya? Apa kau ingin aku pecat?’’ tanya Nyonya Hae Ri.


‘’Apa yang Nyonya Besar lakukan sudah melewati batas. Bayangkan jika yang ada di dalam sana adalah Tuan Muda.’’


Nyonya Hae Ri langsung tersentak. Mendengar keluhan kepala pelayan yang mengibaratkan Seol Won berada di posisi Sae Ju yang berada di dalam sumur membuatnya kembali teringat dengan insiden kecelakaan dimana Seol Won kecil yang bermain pernah terjatuh juga ke dalam sumur.


Matanya beralih melihat Sae Ju yang menangis di dalam sumur, seolah-olah melihat bayangan Seol Won kecil menangis. Dengan wajah tertahan dan tangan mengepal, ia pun memanggil para pelayan pria untuk mengeluarkan Sae Ju.


Melihat tali dibuang ke arahnya membuat Sae Ju langsung memegangnya. Begitu tiba di atas, ia pun dibantu oleh para pelayan pria.


‘’Agassi, Anda tidak apa-apa?’’ cemas Kepala Pelayan memegang tubuh Sae Ju yang sudah dingin dan membiru.


Sae Ju dalam kondisi linglung dan batuk-batuk, merasa sesak nafas dan memegang dadanya yang terasa nyeri. Nyonya Hae Ri yang melihatnya hanya berjalan pergi tanpa peduli.


‘’Cepat bawa Nona Muda ke dalam!’’ perintah Kepala Pelayan.

__ADS_1


__ADS_2