
Begitu tiba di kediaman, Seol Won mengerutkan dahi melihat kondisi rumah begitu sepi. Biasanya, ia akan disambut oleh sang ibu di ruang tamu. Tapi saat ini hanya para pelayan yang menyambutnya.
‘’Di mana ibuku?’’ tanya Seol Won.
Salah satu pelayan membungkuk sebelum menjawab. ‘’Nyonya Besar ada di kamarnya Tuan Muda.’’
Seol Won mengerutkan dahi karena ini bukan pertama kalinya sang ibu berada di kamar saat ia pulang ke rumah. Ia pun kembali meminta penjelasan kepada para pelayan mengenai ibunya dan mereka menjawab kalau wanita dewasa itu sehat seperti biasa.
‘’Aku juga tidak melihat Kepala Pelayan,’’ kata Seol Won.
Untuk sesaat, para pelayan di sana saling memandang satu sama lain dengan wajah bingung. Melihat hal itu membuat Seol Won kembali mengerutkan dahi melihat tingkah semua orang.
‘’Saya ada di sini Tuan Muda. Maaf karena terlambat menyambut kepulangan Tuan Muda. Saya akan segera menyiapkan makan malam,’’ kata Kepala Pelayan muncul.
‘’Itu tidak perlu Ajumoeni. Aku ingin langsung istirahat saja,’’ kata Seol Won.
‘’Baiklah kalau begitu Tuan Muda,’’ kata Kepala Pelayan.
......................
__ADS_1
Kamar
Begitu Seol Won masuk ke kamar, ia menatap Sae Ju yang duduk di atas kasur. Dilihatnya gadis itu mengenakan piyama dengan rambut yang masih basah, membuatnya berpikir gadis itu baru saja selesai mandi.
Sae Ju yang melihat kedatangan Seol Won, langsung menghampiri pria itu. Namun, karena tubuhnya masih lemah, membuatnya tersandung dan jatuh. Saat itu juga Seol Won menangkapnya karena refleks.
Keduanya terdiam untuk sesaat. Seol Won yang tidak bisa menerima orang baru, langsung mendorong tubuh Sae Ju membuat gadis itu terjatuh, meskipun tangannya refleks terulur karena tidak bermaksud mendorongnya.
Seol Won berdehem dan membuang wajah, sedangkan Sae Ju berdiri dengan wajah sendu.
Sepertinya Go Seol Won juga tidak menyukaiku seperti ibunya, kata Sae Ju dalam hati.
Sae Ju membungkuk dan meminta maaf karena tidak menyambut pria itu tadi. Tapi Seol Won tidak peduli dan hanya menuju ke kamar mandi.
‘’Aku memiliki permintaan!’’
Langkah Seol Won spontan berhenti sebelum membuka pintu kamar mandi. Ia menatap Sae Ju dengan wajah datar. Setelah menjamin semua kebutuhan bahkan menikahinya, sekarang Sae Ju meminta apa lagi.
‘’Sudah beberapa hari aku absen. Bisakah aku masuk sekolah besok?’’ tanya Sae Ju ragu-ragu.
__ADS_1
Wajah Seol Won berubah seketika. Tadinya ia berpikir kalau gadis itu akan menuntut haknya sebagai seorang istri agar disentuh, tapi ternyata dugaannya salah.
‘’Lakukan semaumu. Kenapa bertanya kepadaku?’’ tanyanya melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah menutup pintu, Seol Won berdiri dengan wajah datar sambil menatap bak mandi di depannya. ‘’Heh, apa yang kupikirkan?’’
Sedangkan Sae Ju yang ada di luar hanya menunduk dengan wajah sendu. Pria itu tidak pernah memasang wajah peduli satu kali pun kepadanya.
......................
Keesokan harinya…
Rutinitas pagi berjalan seperti biasa. Nyonya Hae Ri yang tiba di ruang makan, mengerutkan dahi melihat Seol Won dan Sae Ju sudah ada lebih dulu di meja makan. Apalagi melihat sang gadis mengenakan seragam sekolah.
Ia duduk sambil menatap putranya untuk meminta penjelasan. Ragu-ragu, Sae Ju bicara kalau ia akan berangkat ke sekolah hari ini, membuatnya melotot.
‘’Apa aku tidak salah dengar? Siapa yang mengizinkanmu masuk? Kau tidak akan meninggalkan rumah ini!’’ tegas Nyonya Hae Ri.
‘’Aku yang menyuruhnya masuk,’’ kata Seol Won membuat ibunya sedikit terkejut.
__ADS_1