
Kediaman Go
Nyonya Hae Ri memasang wajah cemas sekaligus kesal. Sejak tadi ia menghubungi Seol Won, tapi pria itu tidak pernah mengangkatnya.
‘’Ibu, bagaimana ini? Sudah jam 12 tengah malam, tapi Seol Won belum kembali. Aku sangat mencemaskannya,’’ kata Risa.
‘’Tenanglah. Aku juga sedang menghubunginya. Haa, anak itu … Bagaimana mungkin, dia pergi di malam pertama pengantinnya sendiri. Sekretaris Roiy juga tidak mengangkat panggilanku,’’ kata Nyonya Hae Ri berusaha menghubungi.
......................
Keesokan harinya…
Seol Won membuka matanya perlahan. Dilihatnya sekretaris Roiy masih tidur di kursi kemudi. Setelah mengetahui kebenarannya, ia malah pergi dari rumah dan tidur di dalam mobil di tempat terbuka. Ia sengaja mematikan ponselnya dan menyuruh sekretarisnya juga melakukan hal yang sama.
Tanpa menyalakan ponsel, ia sudah tahu kalau pasti ada banyak panggilan dari ibunya. Seol Won benar-benar kecewa karena terlalu mudah dibodohi, dan menganggap Sae Ju adalah wanita yang seperti itu.
Sae Ju-ah, kau di mana? Aku ingin bertemu denganmu, ucapnya dalam hati.
Tidak lama kemudian, sekretaris Roiy pun bangun dan memperbaiki posisinya karena Seol Won bangun lebih dulu. ‘’Ah, maaf Tuan Muda, aku ketiduran.’’
Seol Won hanya diam yang masih dalam keadaan menatap langit-langit mobil.
‘’Nyonya Besar pasti sangat cemas. Apakah Tuan Muda ingin pulang?’’ tanya Sekretaris Roiy.
‘’Tidak,’’ jawab Seol Won.
......................
Kediaman Yoon
Sebuah mobil berhenti di teras utama. Terlihat sosok Goo Jun yang menuruninya sambil bergegas masuk.
‘’Selamat datang Tuan Goo Jun!’’ sambut para pelayan.
Begitu masuk ke dalam, Goo Jun langsung menghela nafas. ‘’Ternyata kau benar-benar ada di sini seperti yang dikatakan Song Ki.’’
‘’Aku juga terkejut karena dia tiba-tiba datang,’’ kata Song Ki.
Goo Jun ikut duduk bergabung di sofa. ‘’Aku tidak menyangka kau meninggalkan malam pertama pernikahanmu. Tapi, apakah itu benar? Kalau ibumu memang alasan perginya Sae Ju?’’
Seol Won mengangguk membenarkan. ‘’Aku tidak sengaja mendengar pembicaraannya dengan kepala pelayanku.’’
‘’Sampai akhirnya dia pun pergi dari rumah,’’ lanjut Song Ki.
__ADS_1
‘’Tapi apakah ini baik? Nyonya Besar pasti sangat cemas bukan main karena Tuan Muda pergi begitu saja,’’ kata Sekretaris Roiy.
‘’Eii, abaikan wanita kejam itu. Setelah tahu Sae Ju diperlakukan layaknya binatang, kurasa Seol Won sendiri juga memikirkan hal yang sama denganku,’’ kata Goo Jun.
Seol Won hanya diam tanpa mengatakan apa pun. Ia sangat lelah sampai tubuhnya mati rasa. Priotitasnya saat ini adalah ingin bertemu dengan Sae Ju.
‘’Sebaiknya kau istirahat saja dulu. Bawahanku dan Song Ki akan mencari Sae Ju. Jika sudah mendapat kabar, kami akan memberitahumu,’’ kata Goo Jun.
‘’Terima kasih,’’ kata Seol Won.
Song Ki dan Goo Jun saling bertatapan, hingga akhirnya tertawa.
‘’Akan kutarik kembali,’’ kata Seol Won dengan alis berkerut.
‘’Eh? Tapi kami tidak mengatakan apa pun,’’ kata Song Ki dan Goo Jun bersamaan.
‘’Wajah kalian yang menertawakanku!’’ kata Seol Won.
......................
Kediaman Go
Nyonya Hae Ri duduk di sofa sambil memegang kepalanya, ditemani Risa yang sudah tidur dalam keadaan duduk. Keduanya berjaga semalaman demi menunggu Seol Won pulang, dan tidak sadar malah ketiduran.
......................
Sorenya, Goo Jun dan Song Ki menghampiri kamar tamu yang ditempati Seol Won bersama sekretaris Roiy saat ini. Keduanya membuka pintu kamar, dan melihat dua pria di dalamnya tertidur pulas.
‘’Seol Won pasti sangat lelah setelah semua yang terjadi,’’ tatap Goo Jun.
‘’Dia banyak berubah semenjak Sae Ju datang. Gara-gara insiden Seol Won terjatuh ke dalam sumur, kita tidak pernah berhubungan lagi dengannya. Tapi, kita bisa berkomunikasi dengannya itu berkat Sae Ju,’’ kata Song Ki.
‘’Karena itulah kau mendekatinya untuk menjalin hubungan teman. Sampai-sampai Seol Won salah paham kepada kita berdua,’’ kata Goo Jun.
Song Ki tersenyum. ‘’Tidak apa-apa. Sudah lama kita juga tidak menggodanya.’’
‘’Kau benar,’’ senyum Goo Jun.
......................
Malamnya, Seol Won baru terbangun. Ia berjalan keluar mencari keberadaan ketiga pria itu yang ternyata ada di dapur.
‘’Tuan Muda sudah bangun,’’ kata Sekretaris Roiy membuat Goo Jun dan Song Ki menoleh.
__ADS_1
‘’Kebetulan, makan malam baru saja siap. Kemarilah, kau belum makan apa pun sejak tadi pagi,’’ ajak Song Ki.
Seol Won hanya ikut duduk bergabung tanpa mengatakan apa pun. Kebetulan, Goo Jun juga ada di sana, membuat Song Ki menyuruh koki membuatkan makan malam untuk semuanya.
Keempat pria itu pun menyantap makan malam.
‘’Belum ada kabar?’’ tanya Seol Won tiba-tiba.
Ketiga pria lainnya saling memandang satu sama lain, hingga akhirnya menggeleng pelan tanpa mengatakan apa pun.
Seol Won terdiam sambil meletakkan sendok makannya.
‘’Kau mau ke mana?’’ tanya Goo Jun.
‘’Tentu saja mencari Sae Ju,’’ jawab Seol Won berlalu pergi.
‘’Tapi, kau belum menghabiskan makananmu,’’ kata Song Ki.
Ia hanya menghela nafas melihat kepergian Seol Won. Tanpa membuang waktu, sekretaris Roiy juga berdiri lalu membungkuk sebelum menyusul atasannya.
‘’Haa, aku jadi kasihan kepada Sekretaris Roiy. Padahal dia begitu lahap, tapi karena Seol Won tiba-tiba pergi, membuatnya juga ikut,’’ kata Goo Jun.
......................
Perjalanan…
‘’Tuan Muda, kita sudah pernah mencari Nona Muda seharian, tapi tidak pernah menemukannya. Ke mana lagi kita akan pergi Tuan Muda?’’ tanya Sekretaris Roiy.
Yang dikatakan sekretaris Roiy memang benar. Mereka sudah pernah melakukannya tapi tidak membuahkan hasil. Selain itu, bawahan Goo Jun dan Song Ki yang jelas-jelas banyak juga tidak menemukan Sae Ju.
Sekretaris Roiy menghela nafas panjang. ‘’Maaf kalau aku lancang Tuan Muda, tapi aku sama sekali tidak menyangka Nyonya Besar akan sekeji itu kepada Nona Muda. Jadi selama ini, saat Tuan Muda pergi ke kantor, Nona Muda akan disiksa habis-habisan, sampai kita berpikir dia dirundung. Tapi Nona Muda sangat baik, ya? Dia tidak pernah mengadu kepada Tuan Muda karena tidak ingin hubungan ibu dan anak di antara kalian rusak.’’
Melihatnya sangat cerewet, tenaganya pasti sudah kembali pulih, kata Seol Won dalam hati.
‘’Haa … Padahal Tuan Muda sudah mulai jinak, tapi kembali seperti semula,’’ kata Sekretaris Roiy polos.
Seol Won mengerutkan dahi tanda kesal. ‘’Jinak katamu?’’
‘’Benar Tuan Muda. Sebelum bertemu dengan Nona Muda, Anda sangat diam dan terus bekerja di kantor seperti robot. Tapi semenjak Nona Muda datang, Tuan Muda mulai memperlihatkan banyak ekspresi dan sesekali tinggal di rumah dan meninggalkan pekerjaan kantor kepadaku. Tuan Muda bersikap seperti itu karena Nona Muda, kan? Aku jadi penasaran, di mana takdir mempertemukan kalian,’’ kata Sekretaris Roiy.
Deg!
Seol Won yang tadinya merasa kesal, langsung tersadar akan sesuatu. ‘’Kau baru saja bilang apa?’’
__ADS_1