
Seol Won memanggil salah satu pelayan agar memanggil Sae Ju untuk kembali ke kamar. Namun, dahinya berkerut karena pelayan tersebut hanya diam. ‘’Apa kau tuli?’’
‘’Maafkan saya Tuan Muda, tapi….’’
‘’Cih! Aku sangat lelah, cepat panggilkan Sae Ju!’’ perintah Seol Won.
Pelayan tadi hanya membungkuk dan segera pergi. Di saat bersamaan kepala pelayan datang dan menyuruh bawahannya itu menyerahkan urusan saat ini kepadanya.
‘’Ajumoeni?’’ tatap Seol Won.
Kepala pelayan membungkuk sebelum bicara. ‘’Meski menyuruh semuanya, mereka tidak akan menemukan Nona Muda.’’
‘’Apa maksud Ajumoeni?’’ tanya Seol Won.
‘’Tuan Muda … Nona Muda telah meninggalkan kediaman ini.’’
Deg!
Seol Won tersentak setelah mendengar ucapan kepala pelayan. Ia menatap wanita paruh baya itu dengan wajah tidak percaya. Tanpa meminta penjelasan, ia langsung berdiri dan bergegas keluar.
......................
Kamar Nyonya Hae Ri
Ceklek!
‘’Apa-apaan ini?!’’
__ADS_1
Nyonya Hae Ri berbalik dan mengerutkan dahi melihat wajah putranya. ‘’Ada apa ini? Datang dan langsung membentak ibumu.’’
Seol Won mengepalkan tangan sambil menghampiri ibunya. ‘’Apa Eomma memberitahu Sae Ju mengenai hal ini?’’
Ah, ketahuan sangat cepat, kata Nyonya Hae Ri.
‘’Eomma!’’ seru Seol Won.
‘’Aku tidak memberitahunya,’’ jawab Nyonya Hae Ri.
‘’Lalu kenapa dia pergi meninggalkan rumah ini?’’ tanya Seol Won.
Nyonya Hae Ri menghela nafas panjang. ‘’Aku sebenarnya tidak ingin memberitahu Sae Ju. Tapi gadis itu menyadari tingkah lakumu akhir-akhir ini. Dia pun menghampiriku dan menanyakan apakah semuanya baik-baik saja. Aku mengabaikannya karena kau menyuruhku untuk tidak memberitahu istrimu itu.’’
‘’Dan Eomma memberitahunya?’’ tanya Seol Won habis pikir.
memberitahunya, kupikir dia akan tetap bersamamu. Kau ingin tahu apa yang dia minta sebelum pergi? Uang. Ternyata dia sama saja dengan wanita yang ada di luar sana. Setelah mendapatkan uang yang banyak, lalu mencampakkanmu dan pergi,’’ kata Nyonya Hae Ri.
Seol Won tertegun di tempat. Ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan ibunya. ‘’Eomma berbohong.’’
‘’Kenapa aku harus berbohong? Gadis itu pergi setelah mendapatkan uang yang banyak. Itulah kebenarannya,’’ kata Nyonya Hae Ri.
‘’Tidak, Sae Ju bukan wanita seperti itu,’’ kata Seol Won berusaha menyangkal.
‘’Seol Won-ah, gadis itu sama sekali tidak pernah peduli padamu. Dia hanya mengincar ua—‘’ ucapan nyonya Hae Ri terpotong karena Seol Won tiba-tiba keluar.
Ia pun mengejar putranya dan berusaha memanggilnya. Namun, Seol Won tidak mendengar dan bergegas ke pintu utama.
__ADS_1
‘’Berikan aku kunci mobil!’’ perintah Seol Won.
Nyonya Hae Ri menuruni tangga sambil berusaha menghampiri putranya. ‘’Seol Won-ah! Go Seol Won!’’
Seol Won tidak mendengar dan langsung memasuki mobil lalu melaju pergi.
‘’Anak itu!’’ tatap Nyonya Hae Ri kesal.
......................
Perjalanan…
Padahal tubuhnya sudah sangat lelah bukan main. Tapi setelah mendengar kabar Sae Ju, membuat Seol Won keluar mencarinya.
‘’Andwe Sae Ju-ah, kau sudah berjanji kepadaku kalau kau tidak akan pergi apa pun yang terjadi,’’ ucapnya menginjak gas untuk menambah kecepatan.
Sae Ju-ah
Sae Ju-ah
Sae Ju-ah
Semua tempat sudah dikelilingi oleh Seol Won, tapi sekuat apa pun ia mencari, tetap saja tidak menemukan Sae Ju. Mobilnya terhenti tepat di dekat jembatan dimana gadis itu pernah bunuh diri. Ia menuruni mobil lalu bersandar di bagian ban. Saking fokusnya mencari Sae Ju, ia tidak sadar matahari sudah terbit.
Seol Won memejamkan mata dengan kepala menengadah. Di saat bersamaan, sebuah mobil juga berhenti di belakang. Ia membuka mata dan melihat sosok yang menuruni mobil.
‘’Haa, sudah kuduga Tuan Muda ada di sini,’’ kata Sekretaris Roiy dengan mata panda.
__ADS_1
Ia memberitahu Seol Won kalau nyonya Hae Ri mengutusnya untuk mengikutinya, dan tidak boleh pulang sebelum menemukannya.