
Ceklek!
Begitu Seol Won masuk ke dalam kamar, matanya membulat besar melihat punggung mulus Sae Ju yang tidak mengenakan apa pun. Ya, dilihatnya gadis itu sedang mengganti perban di bahunya tanpa menyadari kedatangannya. Melihat Sae Ju sedikit kesulitan membuatnya memejamkan mata dan menghela nafas.
‘’Mau aku bantu?’’
Deg!
Saat itu juga Sae Ju berbalik dengan wajah kaget. Di saat bersamaan, ia tiba-tiba terjatuh ke belakang karena hilang keseimbangan yang duduk di pinggir kasur.
‘’Awas!’’ seru Seol Won menaiki kasur untuk menariknya.
Bugh!
Keduanya berguling ke bawah sambil Seol Won memeluk Sae Ju, membuat pria itu meringis karena punggungnya lebih dulu membentur lantai. Sae Ju yang merasakan tangan Seol Won melindungi kepala dan bahunya merasa tersentuh.
Jantungku kembali berdetak kencang. Sepertinya ada yang memang aneh dengan diriku, kata Sae Ju dalam hati.
Namun, melihat Seol Won meringis, membuat Sae Ju langsung bangkit dan membantu pria itu.
__ADS_1
‘’A-Akh, kenapa kau begitu terkejut saat meli—‘’ ucapan Seol Won terpotong saat melihat tubuh depan gadis itu.
Sae Ju yang terdiam sambil mengikuti pandangan Seol Won langsung tersadar. Matanya membulat besar sambil melindungi dirinya. ‘’Kyaaa!’’
Beberapa menit kemudian, setelah situasi yang rusuh tadi, Sae Ju hanya diam menunduk sedangkan Seol Won memegang tengkuk hidungnya.
‘’Bisakah kau tidak berisik saat bersamaku? Aku hanya ingin tenang tapi kau selalu saja mengganggu. Selain itu, kita berdua ini sudah suami istri. Aku juga bahkan sudah melihat semua inci dari tubuhmu, jadi tidak perlu sedramatis itu,’’ kata Seol Won.
Sae Ju hanya memasang wajah masam sambil menunduk. Meski disuruh seperti tadi, ia tetap malu karena masih belum terbiasa dengan hubungan pernikahan, sampai akhirnya tangan Seol Won menyentuhnya. ‘’A-Apa? Aku masih belum siap.’’
‘’Ha? Kenapa kau berpikir aku akan menyentuhmu? Kemarilah … Aku akan membantumu,’’ kata Seol Won.
Wajah Sae Ju langsung merona bukan main. Bagaimana mungkin ia memikiran hal yang tidak-tidak sampai membuat dirinya malu sendiri di hadapan Seol Won.
Seol Won yang melihat punggung mulus Sae Ju terdiam. Ia pun memejamkan mata dan mendaratkan bibirnya di bahu gadis itu. Bisa ditebak, Sae Ju tersentak membuat jantungnya kembali berdetak cepat.
Tidak lama kemudian, Seol Won tiba-tiba tersadar dan langsung berdehem.
Apa yang kulakukan? Aku sudah gila, ucapnya dalam hati.
__ADS_1
Ia meraih salep dan mengoleskannya di setiap luka Sae Ju sebelum membalutnya perban.
Sae Ju juga hanya diam dengan wajah merona.
Kenapa dia tiba-tiba melakukan hal itu kepadaku? Selain itu kenapa aku hanya diam? Seharusnya aku melawan. Dia akan berpikir kalau aku berharap disentuh olehnya, ucapnya dalam hati.
Aku harus menjelaskannya sebelum dia salah paham kepadaku,’’ kata Seol Won dalam hati.
‘’Cheogi,’’ ucap keduanya bersamaan.
Seol Won dan Sae Ju terbelalak sambil memandang satu sama lain.
‘’Kau duluan,’’ kata Seol Wol.
‘’Tidak, kau saja yang duluan,’’ kata Sae Ju.
‘’Kau perempuan, jadi katakanlah lebih dulu,’’ kata Seol Won.
‘’Pria yang harus mengatakannya duluan,’’ kata Sae Ju.
__ADS_1
Seol Won dan Sae Ju saling mengernyitkan alis karena tidak ada yang ingin mengalah di antara mereka berdua.
Dia benar-benar keras kepala, ucap mereka berdua kompak dalam hati.