Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 63 Ketahuan


__ADS_3

Sae Ju membiarkan dirinya tenggelam, sambil membuka matanya perlahan.


Eh? Apakah aku tidak salah lihat? Kenapa dia melakukan ini?


Namun, karena kekurangan oksigen membuatnya tidak bisa bernafas. Sae Ju meringis sambil memegang lehernya yang seperti tercekik, sampai akhirnya sosok tadi berhasil menggapainya.


Tidak lama kemudian, keduanya muncul di permukaan air. Song Ki dan Goo Jun yang menunggu di tepi, membantu mereka.


‘’Uhuk! Uhuk!’’ batuk Sae Ju.


‘’Yak Go Seol Won, kau benar-benar nekat,’’ kata Goo Jun.


‘’Aku tidak menyangka kau akan ikut melompat ke bawah,’’ kata Song Ki.


Seol Won yang terengah-engah mengecek kondisi Sae Ju. Syukurlah, ia masih sempat menyelamatkan gadis itu tepat waktu. Setelah mendapat kabar dari salah satu bawahan yang melihat Sae Ju berdiam diri di jembatan, membuatnya menduga gadis itu akan bunuh diri, dan ternyata benar. ‘’Apa kau sudah gila?’’


Sae Ju hanya diam membiarkan air matanya terjatuh, membuat keempat pria yang menatapnya sudah mengerti.


‘’Nona Muda seharusnya tidak berbuat seperti itu. Jika Nona Muda tiada, maka Tuan Muda akan benar-bena menjadi duda perawan,’’ kata Sekretaris Roiy yang tidak melihat situasi.


Seol Won terengah-engah sebelum akhirnya berdiri. ‘’Bangun….’’


Sae Ju menggeleng dengan butiran air mata.


‘’Aku sudah cukup bersabar dengan diam. Bawa dia!’’ perintah Seol Won berlalu pergi.

__ADS_1


......................


Perjalanan…


Sae Ju hanya diam sambil menunduk dengan tatapan kosong. Sedangkan Seol Won menatap keluar jendela. Keduanya sedang dalam keadaan basah kuyup. Kali ini sekretaris Roiy juga benar-benar diam. Lalu di belakang mobil mereka juga ada mobil Song Ki dan Goo Jun yang melaju.


......................


Kediaman Go


Nyonya Hae Ri tersenyum setelah meletakkan ponselnya di sofa. Ia hendak menyalakan TV, tapi niatnya terhenti saat mendengar suara mobil di depan. Sebelah alisnya terangkat. ‘’Aku tidak ingat kalau ada tamu hari ini.’’


Ia pun menoleh bersamaan salah satu pelayan membuka pintu. Matanya memicing melihat sosok yang datang itu adalah Sae Ju.


Sae Ju hanya diam sambil menunduk terus.


Melihat gadis itu datang dalam kondisi basah kuyup, membuat nyonya Hae Ri langsung melotot. ‘’Beraninya kau membuat rumahku kotor!’’


Ia pun menghampiri Sae Ju dan hendak menamparnya. Namun, tangannya dihentikan oleh seseorang.


Deg!


Mata nyonya Hae Ri membulat besar. ‘’Se-Seol Won….’’


Di belakang putranya terlihat sosok Goo Jun dan Song Ki yang juga muncul dari pintu. Ia langsung menarik tangannya.

__ADS_1


‘’I-Ini bukan seperti yang kau pikirkan. Aku hanya menegur Sae Ju,’’ kata Nyonya Hae Ri.


Seol Won hanya diam, membuat ibunya tersenyum dengan wajah tegang.


Nyonya Hae Ri berusaha menjelaskan situasi, tapi putranya masih saja diam sambil menatapnya. ‘’Jangan diam saja. Katakan sesuatu.’’


‘’Eomma ingin aku mengatakan apa?’’ tanya Seol Won.


‘’Seol Won-ah,’’ tatap Nyonya Hae Ri.


‘’Selama ini Eomma selalu menyiksa Sae Ju, kan?’’


Deg!


Nyonya Hae Ri dan Sae Ju tersentak secara bersamaan, sedangkan kedua pria lainnya hanya diam karena sudah tahu.


‘’Eh? Nyonya Besar menyiksa Nona Muda? Apa yang Tuan Muda katakan?’’ tanya Sekretaris Roiy.


‘’Be-Benar. Kenapa kau mengatakan hal itu? Ah, pasti gadis ini yang mengadu kepadamu dan menjelek-jelekkan diriku di depa—‘’


‘’Tidak ada yang memberitahuku! Aku sendiri yang mengetahuinya,’’ kata Seol Won.


Nyonya Hae Ri terbelalak. ‘’Heh, kau baru saja membentakku gara-gara gadis ini?’’


Seol Won menatap ibunya dengan raut wajah kecewa. Ia menarik nafas panjang dengan urat di lehernya yang sudah menegang. ‘’Apakah yang menyebar video Sae Ju di kampus, juga adalah ulah Eomma?’’

__ADS_1


__ADS_2