Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 45 2 Pertanyaan


__ADS_3

Sae Ju yang mendengarnya langsung tersentak. Mengingat kejadian di dalam mobil, membuatnya kembali merasa malu. ‘’Hem! Itu, jangan salah paham tentang ucapan Oh Yong di mobil. Aku meminta nomor ponselmu karena ingin bicara sesuatu.’’


‘’Kalau begitu, Bicara saja sekarang. Temanmu itu tidak akan mendengarkan, karena lebih fokus ke makanannya,’’ kata Song Ki santai.


Untuk sesaat, Sae Ju terdiam sambil meremas rok seragamnya. Ragu-ragu ia menggigit bibir bawahnya. ‘’Aku akan langsung pada intinya. Kau tahu aku sudah menikah. Kenapa kau selalu saja mengajakku keluar seperti ini?’’


‘’Itu karena aku ingin mengajakmu keluar,’’ jawab Song Ki.


‘’Eh? Tapi, aku tidak pernah memintamu. Tolong, berhentilah datang ke sekolah dan mengajakku keluar seperti ini. Sebagai seorang menantu, aku tidak boleh berkeliaran dengan sembarangan,’’ kata Sae Ju.


Sebelah alis Song Ki terangkat. ‘’Menantu? Apa kau sungguh diperlakukan seperti itu?’’


Sae Ju terbelalak. ‘’Ke-Kenapa kau berkata seperti itu?’’


Apakah dia tahu kalau Nyonya Hae Ri terus-menerus menyiksaku? Eh? Tidak mungkin. Aku tidak pernah memberitahu siapa pun soal itu. Apalagi kepada pria ini, ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Song Ki tersenyum melihat kediaman Sae Ju. ‘’Kau pasti berpikir kenapa aku bisa mengetahui hal itu, jelas-jelas tidak ada satu pun orang yang mengetahuinya.’’


‘’Eh? Kau membaca pikiranku? Apa kau memiliki kekuatan melihat isi pikiran orang?’’ tanya Sae Ju serius.


Untuk sesaat Song Ki terbelalak sampai akhirnya tertawa.


Oh Yong yang sibuk makan langsung menoleh saat perhatiannya teralihkan. Ini pertama kalinya ia melihat Song Ki tertawa di depan Sae Ju. Senyuman langsung terukir di bibirnya. ‘’Hee~ sepertinya mereka sudah baikan. Kalau begitu, ayo lanjut makan.’’


‘’Kenapa kau tertawa?’’ tanya Sae Ju.


‘’Puff! Maaf, tapi aku tidak bisa menahannya. Lagi pula, siapa yang percaya dengan hal seperti itu di zaman modern seperti ini? Ada-ada saja,’’ kekeh Song Ki.


‘’Baiklah, baiklah. Aku tidak bermaksud menertawakanmu. Tapi Kim Sae Ju, kau benar-benar gadis yang menarik. Itulah kenapa aku sedikit tertarik denganmu,’’ kata Song Ki.


Sae Ju langsung mendongakkan kepala. ‘’Eh? Ter-tarik? Tertarik maksudmu itu….’’

__ADS_1


‘’Bukan, sama sekali bukan. Tertarik yang aku maksud adalah kehidupanmu di kediaman Go,’’ kata Song Ki.


Ia terdiam sesaat sampai akhirnya memasang wajah serius. ‘’Kim Sae Ju … Hidupmu tidak tenang di rumah itu, kan?’’


‘’A-Apa maksudmu? Berhenti mengatakan hal konyol,’’ jawab Sae Ju.


Song Ki bisa melihat raut wajah tegang yang terpancar dari Sae Ju, meski gadis itu berusaha menahannya. ‘’ Kalau begitu, akan kuajukan dua pertanyaan. Mau menjawabnya atau tidak, itu terserah dirimu.’’


Sae Ju merasa tidak nyaman dengan tatapan Song Ki. Baru saja pria itu tertawa, tapi sekarang tiba-tiba menjadi serius seperti ini.


‘’Hari dimana aku dan Goo Jun datang berkunjung, kami bertiga berkumpul di ruang tamu bersama Nyonya Hae Ri. Saat itu kau ada di mana?’’ tanya Song Ki.


Seperti yang ia duga, Sae Ju hanya diam dan terlihat tidak berniat menjawabnya. ‘’Baiklah. Pertanyaan terakhir … Hari itu, kau tidak penah menampakkan diri lagi, karena berada di ruang pendingin, kan?’’


Deg!

__ADS_1


Sae Ju langsung tersentak setelah mendengar hal itu.


Ba-Bagaimana mungkin dia tahu aku ada di ruang pendingin? Sedangkan Seol Won saja tidak tahu, ucapnya dalam hati.


__ADS_2