
Seol Won dan Sae Ju bersamaan tersentak mendengar pertanyaan itu.
‘’Hei, kenapa sejak tadi selalu membahas orang yang disukai?’’ tanya Goo Jun.
Song Ki masih menunggu sambil tersenyum.
Sae Ju hanya diam sambil meremas dadanya. Jantungnya berdetak cepat saat menyebut nama Seol Won dalam hati. Ia menggigit bibir bawahnya dan ragu-ragu buka mulut. ‘’Ya, aku menyukai seseorang.’’
Seharusnya aku menyadarinya sejak awal, mereka sengaja memainkan permainan ini agar Song Ki dan Sae Ju memberitahuku kalau mereka saling menyukai. Benar juga, mereka bebas mengakui perasaan tanpa menyebutkan nama di permainan ini, dengan begitu aku tidak akan curiga. Heh, kata Seol Won dalam hati.
Ia pun mengepalkan tangan dan langsung berdiri. ‘’Aku berhenti.’’
‘’Eh? Kenapa tiba-tiba?’’ tanya Goo Jun.
Namun, pria yang ditanyai itu hanya diam sambil menaiki tangga.
Goo Jun mengerutkan dahi tanda kesal. ‘’Tapi kenapa?! Hanya aku yang belum mendapat giliran. Aku juga ingin ditanyai apakah memiliki orang yang disukai?’’
Song Ki dan Sae Ju hanya memasang bodoh melihat tingkah Goo Jun. ‘’Kau segitunya memiliki niat seperti itu?’’
Sae Ju kembali menatap ke arah lantai dua.
__ADS_1
Ada apa dengannya? Dia terlihat kesal, ucapnya dalam hati.
‘’Hem! Sae Ju-ah, sepertinya kami berdua ada urusan. Jadi kami pergi dulu,’’ kata Song Ki.
‘’Eh? Tapi kenapa? Apakah karena sikap Seol Won barusan?’’ tanya Sae Ju tidak enak.
Song Ki tersenyum. ‘’Tentu saja tidak. Aku dan Goo Jun hanya teringat akan sesuatu. Kalau begitu kami pergi. Bye bye.’’
Sae Ju mengerutkan dahi tanda bingung. ‘’Sebenarnya apa yang terjadi? Baru saja kami bermain, dan sekarang mereka main pergi. Selain itu….’’
......................
Kamar
Mereka berdua pulang, ya? Hm, ucapnya dalam hati.
Di saat bersamaan pintu kamar terbuka. Sae Ju menatap Seol Won yang berdiri membelakanginya. Tanpa mengatakan apa pun, gadis itu hanya meletakkan tasnya.
Sepertinya dia memang marah. Lebih baik aku tidak mengusiknya, kata Sae Ju dalam hati.
Dia masuk dan diam saja. Bukan berarti aku ingin dia mengajakku bicara, kata Seol Won dalam hati.
__ADS_1
Ia mengerutkan dahi tanda kesal. Pada akhirnya ia tetap mengajak Sae Ju bicara duluan. ‘’Seharusnya lukamu sudah sembuh. Kenapa masih memakai perban di tubuhmu?’’
Sae Ju tersentak mendengar ucapan Seol Won. Tidak tahu harus mengatakan apa, membuatnya sedikit gugup. ‘’Itu….’’
Seol Won berbalik dan menunggunya kembali bicara.
Gadis itu memegang sebelah lengannya sambil membuang wajah. ‘’Akhir-akhir ini cuaca agak dingin. Jadi aku tidak melepaskan perbanku.’’
Memalingkan pandangan sambil memegang sebelah lengan … Dia berbohong lagi, kata Seol Won dalam hati.
Ia menatap gadis itu untuk sesaat sebelum akhirnya memicingkan mata. ‘’Kim Sae Ju….’’
Sae Ju menoleh dan menatap pria yang memanggilnya.
‘’Buka perban di tubuhmu itu,’’ kata Seol Won.
Deg!
‘’Eh?’’ tatap Sae Ju terbebalak.
Keduanya terdiam dengan raut wajah yang berbeda. Seol Won memasang wajah serius, sedangkan Sae Ju memasang wajah kaku.
__ADS_1
Gadis itu sedikit mencengkeram lengannya sambil menggigit bibir bawahnya. ‘’Aku tidak bisa.’’