
Malamnya, Seol Won pulang setelah dirinya mengadakan rapat panjang bersama klien penting di perusahaan. Dan seperti biasa, nyonya Hae Ri akan menyambutnya yang menunggu di ruang tamu sebelum makan malam tiba.
‘’Kebetulan sekali, koki baru saja selesai membuat makan malamnya. Mari,’’ senyum Nyonya Hae Ri.
......................
Ruang Makan
Seol Won yang tidak melihat kehadiran Sae Ju langsung menanyakan gadis itu. Kepala pelayan beserta bawahannya yang mengetahui kejadian sebenarnya hanya memilih untuk diam, saat nyonya Hae Ri memandangi mereka.
Wanita dewasa tadi menghela nafas sambil meraih garpu dan pisau.
‘’Setelah pulang dari sekolah, dia hanya langsung menuju ke kamar. Tidak tahu apa yang dilakukan gadis itu sampai mengabaikan makan malam dan tidak datang menyambutmu. Bukankah dia bertingkah semena-mena? Gadis itu harusnya butuh didikan yang benar agar tahu cara menghormati orang lain,’’ kata Nyonya Hae Ri.
Ia kembali menghela nafas sambil meminta putranya untuk tidak terlalu memikirkan Sae Ju dan menyuruhnya mencicipi makan malam.
Seol Won yang diam sejak tadi hanya menurut dan mulai menyantap hidangannya.
__ADS_1
......................
Kamar
Begitu pintu terbuka, pandangan Seol Won langsung mengarah ke kasur, dimana terlihat sosok Sae Ju tidur membelakanginya. Ia menutup pintu tanpa menimbulkan suara, lalu melepaskan blazer-nya.
Gadis ini apakah tidak memiliki aktivitas lain selain tidur? Mungkin dia hanya kelelahan karena ini hari pertamanya kembali masuk ke sekolah, ucapnya dalam hati berjalan menuju ke kamar mandi.
Tanpa Seol Won sadari, ternyata Sae Ju tidak tidur. Gadis itu dipenuhi keringat yang sangat banyak, bahkan piyama yang dikenakannya sudah basah. Rasa sakit yang luar biasa di perut, nyeri hebat dari kedua tangannya yang melepuh, serta sesak nafas karena sejak tadi menangis, membuatnya tersiksa bukan main.
Sae Ju bahkan menggigit selimut dan mencengkeram saprai agar tidak ketahuan oleh Seol Won. Meskipun pun memberitahu suaminya, pria itu juga pasti tidak akan peduli. Kemarin saja, ia sampai di dorong dan terjatuh ke lantai hanya karena tidak sengaja terjatuh ke arahnya.
......................
‘’Ah, kemarin saat di sekolah ada praktek kesehatan. Aku menerima peran sebagai pasien yang terluka, dan tidak sadar perbannya masih melilit di kedua tanganku hehe.’’
Sebelah alis nyonya Hae Ri terangkat sambil meraih garpu dan pisau lalu menyantap sarapannya. Seol Won juga hanya diam dan mulai menyantap sarapannya, membuat Sae Ju hanya menduduk.
__ADS_1
Sudah kubilang, kan? Dia tidak akan peduli. Pria ini hanya bertanya sekali lalu setelahnya akan diam, kata Sae Ju dalam hati.
......................
Perjalanan…
‘’Sepertinya praktek kemarin pasti seru. Aku jadi ingin ikut serta juga. Hm, kalau Nona Muda menerima peran sebagai pasien yang terluka, mungkin aku akan mencoba menjadi pasien yang mati,’’ kata Sekretaris Roiy polos.
Sae Ju dan Seol Won yang mendengarnya hampir terjatuh karena ucapan pria itu. Keduanya membayangkan Sekretaris Roiy yang mulutnya tidak bisa diam malah menjadi pasien mati yang harus diam seperti patung. Mereka menggelengkan kepala dengan wajah masam membantah pernyataan pria di bangku kemudi itu.
Setelah menurunkan Sae Ju di tempat biasa, gadis itu pun berjalan menuju bangunan sekolah.
‘’Bisakau kau tetap diam dan tidak mengajaknya bicara? Hari tenangku setiap pagi harus terganggu karena pembicaraan kalian,’’ kata Seol Won.
‘’Tuan Muda bisa mengabaikan kami berdua dan tidak perlu mendengarkan kami,’’ senyum Sekretaris Roiy.
Seol Won menatap sekretaris di depannya dengan raut wajah bodoh.
__ADS_1
Bagaimana aku bisa tidak mendengarkan kalian sedangkan kita satu mobil? Haa, ucapnya dalam hati.