
Sae Ju pun membuka pintu kamar dan berjalan masuk.
‘’Kau dari mana saja?’’
‘’Woah!’’ seru Sae Ju terlonjak kaget.
Ia menatap Seol Won yang berdiri bersandar di lemari. Lalu menghela nafas sambil mengusap dadanya. ‘’Ah, kau hampir membuat jantungku lompat.’’
Seol Won masih menatapnya tanpa mengatakan apa pun, membuat gadis itu merasa tidak nyaman.
Sae Ju hanya meletakkan tas dan melepaskan rompi seragam sekolahnya. Tidak mungkin ia memberitahu pria itu kalau ia habis keluar jalan-jalan bersama Song Ki, yang merupakan salah satu dari temannya.
‘’Pelajar sepertimu habis keluyuran di tempat mana lagi?’’ tanya Seol Won akhirnya.
‘’Um, karena hari ini terakhir kami ujian, jadi aku keluar jalan-jalan bersama temanku,’’ jawab Sae Ju.
Seol Won mengerutkan dahi. ‘’Teman?’’
‘’Benar. Aku dan Oh Yong mengunjungi tempat makan, dan kami berdua menghabiskan waktu sesama sahabat,’’ kata Sae Ju.
Mata Seol Won memicing. ‘’Kau yakin hanya berdua?’’
__ADS_1
Deg!
Sae Ju tersentak mendengar ucapan pria itu. Ia pun tersenyum dengan wajah kaku. ‘’I-Iya. Hanya kami berdua.’’
Ia menatap Seol Won hanya diam sambil menunduk. ‘’A-Aku dengar ibu keluar karena urusan penting.’’
Namun, pria itu tidak mengatakan apa pun dan berjalan menghampiri kasur. Sae Ju mengerutkan dahi sambil tersenyum kaku.
Sudah kuduga, aku tidak pernah mengerti dirinya, ucapnya dalam hati.
Sae Ju pun menuju ke kamar mandi karena seharian ini keliling bersama kedua orang itu. Seol Won membaca buku tapi tidak fokus seperti biasa. Tiba-tiba ponsel gadis tadi bergetar membuatnya melirik.
Kebetulan Sae Ju masih berada dalam kamar mandi, membuat Seol Won berjalan menghampiri ponsel gadis itu. Dilihatnya sebuah pesan masuk dari seseorang. Alisnya berkerut melihat nama si pengirim.
Dia tidak menyimpan nomor ponselku tapi Song Ki iya. Selain itu, kenapa harus menambahkan panggilan oppa di akhir namanya? Gadis ini, ucapnya dalam hati.
Ia pun membuka pesan dari Song Ki dan membacanya. Sekali lagi alisnya berkerut karena kesal. ‘’Heh, hubungan mereka begitu dekat di belakangku, ya?’’
‘’Apa yang kau lakukan dengan ponselku?’’
Deg!
__ADS_1
Seol Won tersentak sehingga menjatuhkan ponsel gadis itu.
‘’Ah! Ponselku!’’ pekik Sae Ju.
Gadis itu menghampiri ponselnya yang sudah mati daya di lantai.
‘’I-Itu, aku tidak sengaja. Siapa suruh mengangetkanku secara tiba-tiba,’’ kata Seol Won.
Sae Ju langsung menatapnya dengan raut wajah marah. ‘’Siapa yang mengijinkanmu menyentuh ponselku?! Di dalamnya ada begitu banyak sesuatu yang penting. Tapi kau malah merusaknya.’’
Dia sampai menganggap pesan Song Ki begitu penting? Yang benar saja, kata Seol Won dalam hati.
Ia mengepalkan tangan. ‘’Kenapa kau begitu berlebihan hanya karena sampah seperti itu.’’
‘’Kau bilang apa?’’ tanya Sae Ju habis pikir.
‘’Aku bilang itu hanya sampah yang sama sekali tidak ada artinya,’’ ulang Seol Won.
Di dalamnya ada begitu banyak foto kenangan dari kedua orangtuaku. Tapi kau malah menyebutnya sampah? Heh, pada akhirnya kau memang seperti ibumu yang tidak pernah melihat nilai seseorang, kata Sae Ju dalam hati.
Ia pun berdiri dengan kepala menunduk lalu berlalu melewati Seol Won, dan meletakkan ponselnya di dalam laci.
__ADS_1
Seol Won menatap Sae Ju yang hanya diam sambil menghampiri lemari baju, membuatnya memilih menuju ke kasur. Perasaannya juga kesal karena ulah gadis itu.