
Sebelum hari menjadi gelap, Goo Jun dan Song Ki berpamitan pulang. Hanya rutinitas malam yang berjalan. Setelah makan, Seol Won hanya langsung tidur. Berbeda dengan Sae Ju yang dipenuhi banyak pertanyaan dalam benaknya.
......................
Keesokan harinya…
Sae Ju mengerutkan dahi menyadari sinar matahari mengenai wajahnya. Ia pun membuka mata dan hendak bangun. Namun, niatnya terhenti karena Seol Won ternyata memeluknya dari belakang.
Apa ini?! Sejak kapan? Tunggu, ucapnya dalam hati tidak karuan.
Jantungnya berdetak begitu cepat dengan wajah semerah tomat. Tidak ingin terjebak dalam situasi tersebut terlalu lama, membuat Sae Ju melepaskan tangan pria itu secara pelan-pelan.
‘’Biarkan aku memelukmu.’’
Deg!
Sae Ju langsung berbalik melihat Seol Won yang ternyata sudah bangun. Matanya membulat besar karena jarak wajahnya dengan pria itu sangat dekat, sehingga ia menjauhkan kepalanya. ‘’Ka-Kalau kau sudah bangun, lepaskan.’’
Seol Won tidak mendengar dan malah memeluk gadis itu dengan erat, membuat Sae Ju tenggelam ke dalam pelukannya.
Untuk sesaat Sae Ju terdiam sampai akhirnya berani bicara. ‘’Apa kau serius mengatakan hal itu kemarin?’’
__ADS_1
‘’Hm?’’ tanya Seol Won dalam kondisi mata tertutup.
Wajah Sae Ju merona. ‘’Kemarin, kau mengatakan menyukaiku di depan ibumu, dan tidak akan menceraikanku. Apa itu benar?’’
‘’Apa kau pikir aku berbohong?’’ tanya Seol Won.
‘’Aku juga menyukaimu!’’ seru Sae Ju menyembunyikan wajahnya.
Seol Won terdiam untuk sesaat. ‘’Bukankah kau menyukai Yoon Song Ki?’’
‘’Yak? Kenapa kau merusak suasananya? Minggir! Aku menarik kembali kata-kataku,’’ kesal Sae Ju bangkit.
Setelah sekian lama Sae Ju tersenyum. Ia masih tidak percaya dengan semua ini. Awalnya ia berpikir Seol Won tidak menyukainya. Apalagi tidak bisa menebak pria itu. ‘’Sudahlah, kau harus bersiap ke kantor.’’
......................
Rutinitas pagi berjalan seperti biasa. Setelah sarapan, Seol Won akan berangkat ke kantor. Sedangkan Sae Ju sebelumnya akan berangkat kuliah. Tapi karena ulah nyonya Hae Ri, gadis itu terpaksa menghentikan pendidikannya.
‘’Apa kau puas setelah merusak hubungan ibu dan anaknya?’’ tanya Nyonya Hae Ri.
‘’Eh? Tapi aku ti—‘’
__ADS_1
Plak!
Sae Ju kembali merasakan tamparan itu. Ia menatap nyonya Hae Ri dengan mata berkaca-kaca. ‘’Nyonya Besar, aku sama sekali tidak memiliki niat seperti itu.’’
Nyonya Hae Ri tersenyum remeh. ‘’Sekretaris Roiy sudah menceritakan semuanya kepadaku. Gara-gara kau, Seol Won melompat dari jembatan. Bagaimana kalau putraku terluka? Kenapa kau tidak mati saja kemarin?!’’
Hati Sae Ju terluka mendengar ucapan sang ibu mertua. Wanita itu sampai menginginkannya mati saking bencinya.
Kepala pelayan memasang wajah sedih sambil melihat kepergian nyonya Hae Ri. Ia pun menghampiri Sae Ju dan mengelus punggung gadis itu. ‘’Nona Muda yang sabar.’’
‘’Ne, Ajumoeni,’’ jawab Sae Ju.
......................
Sae Ju yang awalnya mulai menyerah kini memiliki harapan untuk memperjuangkan rumah tangganya. Setelah Seol Won membuka hati untuknya, ia akan berusaha bertahan sampai ibu mertuanya memberikan restu.
Hari demi hari dilalui oleh Seol Won dan Sae Ju. Kali ini keduanya bersikap layaknya pasangan pada umumnya. Sesekali, mereka akan keluar jalan-jalan, bahkan liburan bersama Goo Jun dan Song Ki.
Setelah berhenti kuliah, Sae Ju dan Oh Yong tetap berkomunikasi, dan bertemu saat memiliki waktu luang.
Meski keseharian Sae Ju berjalan baik akhir-akhir ini, tidak mengubah tujuan nyonya Hae Ri untuk memisahkan mereka. Di saat bersamaan, Zachking Group mengalami masalah yang membuat perusahaan tersebut akan bangkrut dalam sekejap jika tidak ditangani langsung. Satu-satunya jalan keluar adalah menikahkan Seol Won dengan putri dari perusahaan yang akan menyelamatkannya.
__ADS_1