Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 21 Tidak Pernah Mengerti


__ADS_3

Sekretaris Roiy menceritakan kondisi Sae Ju yang semakin hari semakin buruk. Bahkan kemarin kondisi gadis itu lebih buruk dari sebelumnya. Lengan, sudut siku dan lutut Sae Ju berdarah sampai harus dibaluti perban. Bukan itu saja, bahu kanan gadis tersebut juga terluka parah sehingga tidak masuk sekolah untuk sementara waktu.


‘’Tapi Nona Muda tidak pernah mengeluh dan bertingkah biasa saja seperti tidak ada yang terjadi,’’ kata Sekretaris Roiy.


Goo Jun dan Song Ki yang mendengarnya merasa tidak percaya. Apa yang dialami Sae Ju bukanlah rundungan biasa lagi, melainkan gadis itu sengaja di siksa secara diam-diam.


‘’Kalau begitu bagaimana kondisi gadis itu sekarang?’’ tanya Song Ki.


‘’Saya tidak satu rumah dengan Nona Muda jadi mana saya tahu. Selain itu, Tuan Muda ah maksud saya Hoejang-nim juga tidak memberitahuku kondisi Nona Muda, dan hanya menyuruhku menyetor tugas sekolah Nona Muda dan menyampaikan izin tidak masuk sementara waktu,’’ kata Sekretaris Roiy.


Song Ki tersenyum dengan wajah bodohnya.


Seperti biasa, satu kalimat dibalas dengan satu paragraph. Benar-benar berbeda dengan atasannya. Aku kagum karena Seol Won bisa tahan dengan kebacotan pria yang kepribadinya bertolak belakang ini, ucapnya dalam hati.


......................

__ADS_1


Kediaman Go


Sae Ju menghela nafas lega setelah lolos dari nyonya Hae Ri kali ini. Meski begitu, ini semua karena Seol Won berada di rumah. Ia tahu kalau nyonya Hae Ri tidak akan bisa berkutik di depan putranya. ‘’Apakah sebaiknya aku mengambil alasan saja agar Seol Won tetap berada di rumah? Jika dia ada di rumah, siomoni tidak perlu menyiksaku. Tapi kalau Seol Won kembali ke kantor maka siomoni akan meluapkan semua kemarahannya lagi … Hhah! Jangan sampai hal itu terjadi, jika tidak….’’


‘’Jika tidak apa?’’


Deg!


Sae Ju tersentak saat mendengar suara Seol Won dari belakang. Ia pun berbalik dengan pelan dan melihat pria itu benar-benar ada di depannya.


Oh tidak, matilah aku. Dia mendengar semua yang kukatakan. Selain itu, dari mana datangnya pria ini yang selalu muncul secara tiba-tiba? Seperti hantu saja, kata Sae Ju dalam hati.


Melihat kediaman Sae Ju membuat Seol Won membuka laci meja dan mengambil buku. Ia berbalik untuk pergi.


‘’Aku hanya latihan drama!’’ kata Sae Ju membuat langkah Seol Won berhenti.

__ADS_1


‘’Hehe, jangan salah paham. Aku hanya sedang melafalkan dialog drama sekolahku,’’ kekeh Sae Ju dengan wajah tegang.


Namun, Seol Won hanya diam dan beranjak pergi.


Sae Ju yang melihatnya sedikit bingung sekaligus lega. ‘’Aku tidak pernah mengerti dengan pria itu.’’


......................


Ruang Tamu


Nyonya Hae Ri yang duduk seperti biasa entah menonton TV atau membaca majalah, mulai merasakan perubahan Seol Won meski putranya itu tidak sadar. Tidak ada yang mengenal putranya lebih baik dari dirinya. Saat Seol Won berterima kasih kepadanya, menyuapi Sae Ju, bahkan menyuruh sekretaris Roiy untuk mengumpulkan tugas gadis itu di sekolah, membuatnya memasang wajah kusut.


Ini pertama kalinya aku melihat Seol Won begitu bersimpati kepada orang lain, terlebih lagi kepada seorang wanita. Sejak kecil sampai sekarang, dia tidak pernah menerima kehadiran orang baru, tapi Kim Sae Ju … Tidak ... Dugaanku tidak boleh terjadi, ucapnya dalam hati.


Saat itu juga, ia menoleh saat mendengar suara bel berbunyi, membuatnya menyuruh salah satu pelayan membuka pintu.

__ADS_1


Sebelah alis nyonya Hae Ri terangkat. ‘’Kalian….’’


__ADS_2