Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 67 Semuanya Baik-Baik Saja


__ADS_3

Kediaman Go


Sae Ju menghabiskan waktu bersama para pelayan dengan bermain kartu selagi rumah menjadi kosong. Lagi pula nyonya Hae Ri dan Seol Won sedang keluar, sehingga mereka bebas melakukannya.


‘’Yey! Saya menang lagi dari Nona Muda,’’ girang salah satu pelayan.


‘’Maaf karena Nona Muda harus mengocok kartu terus,’’ kata pelayan lainnya.


‘’Tidak apa-apa. Aku sebenarnya buruk dalam permainan ini, tapi malah mengusulkan untuk memainkannya,’’ kekeh Sae Ju.


Ia pun membagi kartu kepada pemain yang ikut serta. Tiba-tiba pintu terbuka menampilkan sosok Seol Won masuk. Saat itu juga, semuanya langsung berdiri sambil merapikan seragam, bersamaan Sae Ju memungut kartu dan menyerahkannya kepada kepala pelayan.


‘’Selamat datang Tuan Muda!’’ sambut semuanya.


‘’Kau baru saja pergi, dan sudah pulang secepat i—‘’ ucapan Sae Ju terpotong karena Seol Won hanya berlalu.


Di saat bersamaan, nyonya Hae Ri muncul sambil memanggil pria tadi. Para pelayan juga membungkuk menyambut kedatangannya, tapi wanita dewasa itu juga berlalu dan bergegas menghampiri Seol Won.


‘’Wah, yang tadi itu sangat mengejutkan. Tuan Muda langsung datang tanpa kita sadari.’’


‘’Benar. Jantungku hampir copot saking kagetnya.’’


‘’Tapi ada apa, ya? Tuan Muda hanya berlalu, dan Nyonya Besar juga kelihatan sangat marah.’’


Kepala pelayan mengetukkan tongkatnya ke lantai. ‘’Diamlah. Kembali ke pekerjaan masing-masing!’’

__ADS_1


Para pelayan membungkuk sebelum pergi.


‘’Nona Muda pasti mencemaskan Tuan Muda,’’ kata kepala pelayan.


Sae Ju mengangguk membenarkan. ‘’Tapi sebaiknya aku tunggu dulu sampai Nyonya Besar keluar.’’


......................


Kamar


Ceklek!


‘’Go Seol Won! Apa kau tidak mendengarkan ucapanku saat di mobil tadi?’’ tanya Nyonya Hae Ri.


‘’Aku lelah,’’ kata Seol Won melepaskan dasinya.


‘’Bagaimana denganku? Eomma, aku sudah menikah dan tidak akan menikah lagi. Sae Ju sudah cukup di sisiku, aku tidak ingin yang lain,’’ kata Seol Won.


‘’Perusahaan kita sedang di ujung tanduk!’’ seru Nyonya Hae Ri.


‘’Karena itulah aku akan berusaha! Apa salahnya kembali membangun semua itu dari nol?’’ tanya Seol Won.


‘’Kau tidak tahu rintangan apa yang aku dan ayahmu lalui demi membangun perusahaan itu. Dan kau bilang apa salahnya? Saat ini juga, aku akan memberitahu Sae Ju agar gadis itu tidak menjadi beban di hatimu,’’ kata Nyonya Hae Ri.


‘’Eomma!’’ seru Seol Won untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Nyonya Hae Ri berbalik menatap putranya dengan raut wajah tidak percaya.


Seol Won memejamkan mata sambil memegang tengkuk hidungnya. ‘’Jangan pernah berani untuk memberitahu Sae Ju hal ini.’’


‘’Go Seol Won, jangan memancing kemarahanku,’’ kata Nyonya Hae Ri tertahan.


‘’Jika Eomma memberitahunya … Akan kupastikan Eomma tidak akan melihatku lagi,’’ kata Seol Won.


‘’Mwo? Kau mengancamku?’’ tanya Nyonya Hae Ri habis pikir.


Seol Won hanya diam membuat wajah sang ibu merah padam hingga akhirnya memilih keluar. Ia pun menghela nafas panjang lalu menjatuhkan dirinya ke kasur. ‘’Cih….’’


Tidak lama kemudian, pintu kembali terbuka menampilkan sosok Sae Ju. Melihat kedatangan gadis itu, Seol Won pun bangkit.


‘’Apakah semuanya baik-baik saja?’’ cemas Sae Ju.


Seol Won mengangguk karena tidak ingin gadis itu merasa risau.


‘’Sungguh?’’ tanya Sae Ju memastikan.


Sekali lagi Seol Won mengangguk membenarkan.


‘’Tapi, kenapa Ibu terlihat sangat marah?’’ tanya Sae Ju.


‘’Sudah kubilang, semuanya baik-baik saja,’’ kata Seol Won memeluk gadis itu.

__ADS_1


Sae Ju hanya tersenyum sambil mengelus kepala suaminya. Meski begitu, ia tetap merasa cemas.


__ADS_2