
Bandara
Sambil menunggu Yon Gil mengurus semuanya, Sae Ju dan ibunya duduk menunggu. Tidak lama kemudian, pria itu datang dan memberitahu pesawat yang mereka naiki akan berangkat satu jam lagi.
Sae Ju tidak peduli. Di dalam pikirannya hanya ada Seol Won. Tapi, kali ini ia akan pergi ke Amerika dan benar-benar berpisah dengan pria itu. Mungkin ia tidak bisa bertemu dengannya lagi. ‘’Haa….’’
Tangan sang ibu langsung terulur mengelus pucuk rambut putrinya. ‘’Sae Ju-ah, gwaenchana. Kau akan memiliki teman yang banyak di sana nanti. Selain itu, kenalan ayahmu memiliki putra yang sangat baik. Kami sudah menceritakan tentangmu, dan putranya itu sepertinya menyukaimu.’’
‘’Eh? Tunggu dulu. Jangan bilang kedatanganku ke sana….’’
‘’Benar. Begitu kita sampai di Amerika, kalian berdua akan menikah dan hidup bahagia,’’ kata sang ibu.
‘’Jadi itulah kenapa kalian ingin aku dan Seol Won bercerai?’’ tanya Sae Ju habis pikir.
‘’Dia tidak pantas untukmu. Ibunya selalu menyiksamu seperti binatang, dan dia tidak pernah peduli,’’ kata Yon Gil.
‘’Itu karena tidak mengetahuinya,’’ kata Sae Ju.
‘’Tahu atau tidak, tetap saja pria itu mengabaikanmu. Kau sudah mengambil keputusan. Tidak apa-apa kau berubah pikiran, itu pun kalau ingin melihat perusahaan pria itu jatuh bangkrut,’’ kata sang ayah.
Sae Ju tidak berdaya dan kembali diam. Tangannya mengepal karena ayahnya tahu menekan seseorang.
Dari jauh terlihat Goo Jun yang memandangi mereka sambil mengaktifkan earphone. ‘’Aku menemukan Sae Ju. Saat ini dia dan keluarganya berada di ruang tunggu. Hm, ok, aku mengerti. Serahkan semuanya kepadaku.’’
Sae Ju yang membuang wajah, tanpa sengaja menoleh ke samping. Saat itu juga matanya membulat besar melihat Goo Jun mengkodenya. Ia menatap ke sekitar mencari keberadaan Seol Won dan Song Ki, tapi tidak menemukan kedua pria itu.
Jangan sampai Appa melihatnya. Bisa gawat, ucapnya dalam hati.
‘’Appa, pesawatnya akan berangkat satu jam lagi. Aku ingin ke toilet sebentar,’’ kata Sae Ju dengan wajah kaku.
‘’Baiklah. Tapi dia akan ikut denganmu sebagai jaga-jaga,’’ kata Yon Gil menyuruh bawahannya.
Sae Ju pun berjalan pergi sambil dipantau oleh ayahnya. Tanpa menimbulkan kecurigaan, ia mengkode Goo Jun dari jauh.
Setelah memastikan sudah agak jauh dari ruang tunggu, Goo Jun mengaktifkan earphone. Di saat bersamaan, muncul beberapa pengawal menghadang bawahan ayah Sae Ju.
‘’Oh, maaf … Nona Muda kalian aku bawa pergi dulu,’’ senyum Goo Jun merangkul Sae Ju.
Kedua bawahan itu saling adu kekuatan. Yang satu berusaha menerobos, sedangkan yang satunya lagi berusaha menahan.
‘’Apa maksudnya ini Tuan Goo Jun?’’ tanya Sae Ju.
‘’Eii, aku tidak terlalu tua sampai dipanggil seperti itu. Panggil aku oppa seperti kau memanggil Song Ki,’’ kata Goo Jun.
Sae Ju hanya mengangguk dengan wajah kaku. ‘’Baiklah. Tapi kenapa Oppa tiba-tiba ada di sini?’’
‘’Yak, kau berniat meninggalkan Seol Won, tentu saja tidak akan kubiarkan,’’ kata Goo Jun.
Gadis itu langsung terhenti dari langkahnya. ‘’Tunggu, kalau Oppa ingin membawaku pergi sebaiknya jangan. Kalian tidak mengerti.’’
‘’Tidak, tidak. Kami sangat mengerti, karena itulah aku dan Song Ki datang kemari,’’ kata Goo Jun.
‘’Eh? Song Ki Oppa juga ada di sini?’’ tanya Sae Ju.
Goo Jun membenarkan dan berniat membawa Sae Ju pergi. Namun dari arah berlawan, bawahan ayah gadis itu datang. Ia pun langsung menarik Sae Ju ke arah yang satunya. ‘’Lari!’’
Salah satu bawahan datang melapor ke ayah Sae Ju. ‘’Mohon maaf Tuan Kim, tapi seseorang membawa Nona Muda pergi.’’
‘’Apa?!’’ pekik Yon Gil berdiri.
‘’Yeobo,’’ cemas sang istri.
*Yeobo berarti panggilan sayang bagi yang sudah menikah.
Yon Gil mengepalkan tangan. ‘’Kau tunggu di sini. Aku akan menjemput putri kita.’’
Belum sempat ia meniggalkan tempat itu, tiba-tiba sosok pria menghadangnya. ‘’Kau….’’
‘’Ini pertama kalinya kita bertemu Tuan Kim,’’ senyum pria itu.
‘’Ah, aku tahu siapa dirimu. Kau Yoon Song Ki,’’ kata Yon Gil.
Song Ki tersenyum. ‘’Aku merasa terhormat karena Tuan Kim sudah tahu bahkan sebelum diriku memperkenalkan nama.’’
‘’Kau yang bersikap baik terhadap putriku tentu saja aku mengingatnya. Sebenarnya hanya kau pria yang pantas kuberi restu bersama putriku. Tapi, sayang sekali karena kau salah satu teman dari Go Seol Won,’’ kata Yon Gil.
‘’Sebelumnya aku merasa tersanjung Tuan Kim. Meskipun mendapat restu dari Anda, aku tetap tidak bisa menikahi putri Tuan Kim,’’ senyum Song Ki.
Yon Gil langsung memasang wajah kusut. ‘’Kalau begitu, bisakah kau minggir dari hadapanku?’’
‘’Aku akan pergi setelah urusanku dengan Anda selesai,’’ senyum Song Ki.
......................
Di sisi lain, ada yang saling kejar-kejaran di bandara. Bawahan Yon Gil menyebar ke seluruh tempat, memastikan tidak ada celah bagi Sae Ju untuk kabur.
Goo Jun dan Sae Ju keluar setelah menggunakan pintu darurat. Tidak lama kemudian, sebuah mobil muncul.
__ADS_1
‘’Itu mereka!’’ seru salah satu bawahan.
‘’Kau pergi lebih dulu. Aku yang akan mengatasi mereka,’’ kata Goo Jun.
‘’Tapi jumlah mereka ada banyak,’’ kata Sae Ju.
‘’Sudah, jangan cemas. Kita bertemu di rumah Song Ki,’’ kata Goo Jun.
Sekretaris Roiy menuruni mobil. ‘’Nona Muda! Kita bertemu lagi. Aku kira Nona Muda sudah pergi ke Amerika. Tapi syukurlah.’’
‘’Hei! Ini bukan waktunya bicara. Sae Ju-ah, pergilah ke mobil itu. Aku dan sekretaris ini yang akan menghadang bawahan ayahmu,’’ kata Goo Jun.
‘’Cepatlah Nona Muda!’’ kata Sekretaris Roiy.
Tanpa berpikir panjang, Sae Ju pun bergegas menuju ke mobil hitam. Dilihatnya Seol Won sudah duduk di kursi kemudi.
......................
Ruang Tunggu
Yon Gil memasang wajah kusut karena Song Ki tidak membiarkannya lewat. Ia hendak mengulurkan tangan ke pria itu tapi ponselnya tiba-tiba berbunyi. Dilihatnya sang sekretaris menelepon, membuatnya mengangkat panggilan tersebut. ‘’Ada apa?’’
📞‘’Mohon maaf Tuan Kim, 2 orang pria menghadang bawahan kita sehingga Nona Muda berhasil dibawa pergi salah satu mobil. Dan orang yang membawa Nona Muda tidak lain adalah Go Seol Won.’’
Song Ki menatap ayah Sae Ju mengepalkan tangan. Itu berarti rencana mereka untuk membawa Sae Ju pergi sudah berhasil. Ia pun tersenyum dan berpamitan pergi sebelum panggilan itu berakhir. ‘’Urusanku dengan Anda sudah selesai. Kalau begitu aku pergi dulu Tuan Kim.’’
Yon Gil yang masih menelepon, menatap kepergian anak itu. ‘’Kejar mereka. Aku akan tiba sebentar lagi.’’
Ia pun mematikan ponselnya dan memicingkan mata, hingga bergegas pergi.
......................
Perjalanan…
Sae Ju terdiam begitu juga dengan pria di sampingnya. Setelah apa yang terjadi, mereka berdua begitu canggung.
Ini tidak benar. Jika ayah sampai menarik investasinya, maka perusahaan Seol Won akan bangkrut, ucapnya dalam hati.
‘’Bawa aku kembali ke bandara,’’ kata Sae Ju akhirnya.
Seol Won tetap diam sambil menyetir, seolah-olah tidak ada yang terjadi.
‘’Aku bilang bawa aku ke ban—‘’
‘’Kenapa kau melanggar janjimu?’’ tanya Seol Won memotong ucapan gadis itu.
Tangan Seol Won mengepal. ‘’Setelah membuatku hampir gila karena menyukaimu, kau dengan mudahnya ingin pergi?’’
‘’Maaf,’’ kata Sae Ju.
‘’Jika kau sudah mengerti maka diamlah,’’ kata Seol Won.
‘’Tapi aku benar-benar tidak bisa kembali kepadamu. Aku akan menikah saat tiba di Amerika nanti.’’
Sret!
Sae Ju sedikit terlempar ke depan karena Seol Won tiba-tiba merem mendadak. ‘’Yak? Apa kau sudah gila?’’
‘’Kau yang sudah gila!’’ seru Seol Won.
‘’Ada apa denganmu? Hanya karena ayahmu mengatakan perusahaanku akan bangkrut jika kita tidak bercerai, kau dengan mudah menurutinya. Aku tidak peduli perusahaan itu bangkrut atau tidak. Aku bisa memulainya dari awal selama kau tetap berada di sisiku. Main pergi begitu saja dan akan menikah dengan orang yang tidak kau cintai? Yang benar saja,’’ omel Seol Won.
Sae Ju terbelalak karena pertama kalinya melihat pria itu cerewet. Ia ingin ketawa tapi bukan saatnya melakukan itu. ‘’Aku akan berusaha mencintai pria itu. Ayah sudah memilihnya. Pria itu juga baik, apa sala—‘’
Saat itu juga Seol Won membengkapnya dengan ciuman. Sae Ju melotot melihat pria itu langsung menciumnya.
Bugh!
‘’Apa yang kau lakukan?!” dorong Sae Ju.
‘’Aku bisa melakukan yang lebih dari ini. Karena itulah berhenti memancingku,’’ kata Seol Won.
Sae Ju berniat bicara, tapi niatnya terhenti saat matanya tidak sengaja mengarah ke kaca spion atas. Ia pun langsung berbalik, membuat Seol Won juga mengikutinya.
Deg!
Ada begitu banyak mobil dari belakang yang menghampiri mereka. Tanpa diberitahupun, keduanya sudah tahu kalau mobil tersebut adalah bawahan ayah Sae Ju.
‘’Sial!’’ kesal Seol Won langsung melajukan mobil.
‘’Sudah kubilang, bawa aku kembali ke bandara. Bawahan ayahku sampai mengejar kita,’’ kata Sae Ju.
Seol Won hanya diam dan menambah kecepatan mobil, membuat mobil yang mengejar mereka juga menambah kecepatan.
‘’Yak, hentikan mobilnya!’’ seru Sae Ju ketakutan.
‘’Go Seol Won!’’ lanjutnya.
__ADS_1
Namun, pria itu tidak mendengar, hingga mereka memasuki jalan utama kota. Orang-orang memasang wajah terkejut melihat kecepatan mobil yang dibawa Seol Won. Bahkan polisi yang berjaga ikut mengejar mereka karena melewati batas kecepatan.
Sae Ju menoleh ke belakang. ‘’Yak! Cukup bawahan ayahku saja yang mengejar. Kau membuat kita juga diburu mobil polisi!’’
Ia kembali menatap ke depan dan melihat lampu merah dari jauh. ‘’Go Seol Won, jangan bilang kau akan menerobos lampu merahnya.’’
‘’Jika tidak, kita akan tertangkap,’’ kata Seol Won.
‘’Kita akan langsung masuk penjara kalau kau menerobos. Hentikan mobilnya!’’ seru Sae Ju.
‘’Tidak mau!’’ balas Seol Won.
Begitu tiba di lampu merah, mobil mereka benar-benar menerobos seperti yang dikatakan Seol Won. Akan tetapi di saat bersamaan, sebuah mobil datang dari arah samping, hingga akhirnya…
Bugh!
......................
Rumah Sakit
Goo Jun dan Song Ki berserta sekretaris Roiy berlari ke ruang darurat. Tidak lama kemudian, nyonya Hae Ri dan orangtua Sae Ju juga datang.
Begitu mendengar kabar Sae Ju dan Seol Won kecelakaan, mereka langsung bergegas ke rumah sakit.
‘’Putraku! Bagaimana kondisi Seol Won?’’ cemas Nyonya Hae Ri.
‘’Di mana putriku?! Aku ingin melihatnya,’’ tangis ibu Sae Ju.
Salah satu perawat yang hendak masuk ke ruang darurat, menegur mereka agar tidak menimbulkan keributan.
Puluhan menit berlalu semenjak Sae Ju dan Seol Won ditangani di dalam. Tidak lama kemudian, dokter pun keluar membuat semua yang menunggu langsung berdiri.
‘’Dokter, bagaimana keadaan putraku?’’
‘’Putriku? Bagaimana dengan putriku?’’
‘’Tabrakan itu membuat kedua pasien mengalami pendarahan di area vital. Tapi, beruntung mereka langsung dilarikan kemari, membuat nyawa mereka masih sempat diselamatkan.’’
Semua menghela nafas lega mendengar penjelasan dokter. Mereka pun membungkuk sebelum akhirnya sang dokter berjalan pergi. Setelah itu, Sae Ju dan Seol Won dipindahkan ke ruang rawat. Orangtua Sae Ju dan nyonya Hae Ri benar-benar merasa menyesal karena berusaha memisahkan mereka. Untuk membayar kesalahan dan penyesalan, mereka akhirnya memberi restu.
......................
1 bulan kemudian…
Terlihat sosok pria mengenakan pakaian kameja putih dan hiasan bunga di bagian kantong depan. Tidak lama kemudian, muncul 3 sosok pria yang datang menghampiri.
‘’Hari ini tiba juga. Kau dan Sae Ju akhirnya mendapat restu dan bisa bersatu lagi,’’ kata Goo Jun.
‘’Gara-gara dirimu, kami jadi ikut terlibat masalah. Tapi itu menyenangkan,’’ senyum Song Ki.
‘’Berhenti berdiri terus di depan cermin Tuan Muda. Bagaimana kalau Tuan Muda tersedot ke dalamnya, dan tiruan Tuan Muda yang keluar menikahi Nona Muda? Nanti Tuan Muda menyesal,’’ kata Sekretaris Roiy.
Seol Won menoleh sebelum akhirnya tersenyum. ‘’Kalian berisik seperti biasa.’’
‘’Selamat atas pernikahan keduamu,’’ kata ketiga pria itu.
‘’Ini pernikahan ketigaku,’’ jawab Seol Won.
Ketiga pria tadi terkekeh pelan. ‘’Ayo, acara sudah mau dimulai. Jangan membuat pengantin wanitamu menunggu lebih lama.’’
......................
Aula
Sebelumnya pernikahan Sae Ju dan Seol Won dirahasiakan. Tapi kali ini, mereka akhirnya benar-benar menikah di depan publik. Kedua memplai itu berjalan hingga tiba di depan chiefman. Tahap demi tahap berlalu.
‘’Pengantin pria bisa mencium pengantin wanita.’’
Seol Won menatap wajah Sae Ju sekilas sebelum akhirnya tersenyum. ‘’Aku mencintaimu.’’
‘’Aku juga mencintaimu,’’ senyum Sae Ju.
Keduanya pun memajukan wajah dan melakukan ciuman yang menandakan mereka telah resmi menjadi suami istri.
Tiba pelemparan bunga, semua orang yang menunggu tidak sabar menangkapnya. Setelah hitungan mundur selesai, Sae Ju dan Seol Won langsung melemparkan bunga mereka ke belakang.
‘’Oh, siapa yang akan menangkapnya?’’ tanya Sae Ju.
‘’Dapat!’’ seru dua seseorang.
Sekretaris Roiy yang menangkap bunga itu terbelalak saat melihat wanita yang memegang bunga itu tidak lain adalah Oh Yong. ‘’Oh? Wanita yang menyukaiku.’’
‘’Siapa yang menyukaimu?!’’ kesal Oh Yong.
‘’Lamar saja sekarang juga!’’ teriak Sae Ju.
Seol Won tersenyum. ‘’Kita tinggal adakan pernikahan selanjutnya di tempat ini.’’
__ADS_1
...Tamat...