
Setelah mengobati luka-luka Sae Ju, dokter pun pamit pergi. Tidak lama kemudian, gadis tadi meminta bantuan kepala pelayan. Daripada memakan ikan yang ditangkap, Sae Ju ingin mengembalikan ikan tersebut ke rumah perikanan berjarak 3 km dari kediaman yang berada di sebelah kiri. Kepala pelayan mengangguk dan memerintahkan bawahannya untuk mengantar ikan tadi ke salah satu pengawal untuk dikembalikan.
‘’Jeongmal gumawoyo Ajumoeni. Selama ini, hanya Ajumoeni yang bersikap baik kepadaku,’’ senyum Sae Ju.
‘’Itu sudah tugas saya untuk melayani Nona Muda. Sebaiknya Nona Muda beristirahat. Tuan Muda akan curiga jika melihat saya ada di sini,’’ kata Kepala Pelayan.
Sae Ju mengangguk dan membiarkan wanita paruh baya beserta bawahannya meninggalkan kamar. Ia pun meringis sambil memegang bahunya. Beruntung gigitan anjing itu tidak terlalu dalam sehingga tidak menimbulkan luka serius. Ia pun langsung teringat dengan tugas sekolah yang masih belum di selesaikan, membuatnya bangkit dan menuju ke meja hias.
......................
Ruang Tamu
Nyonya Hae Ri yang duduk sambil menonton TV hanya terdiam dengan wajah kusut. Urat-urat di lehernya kembali menegang hingga ia berdiri dan menuju ke lantai dua.
__ADS_1
Wanita dewasa itu pun berjalan menghampiri kamar Seol Won dan membukanya.
Spontan Sae Ju menoleh dan langsung berdiri begitu melihat nyonya Hae Ri datang. Ia hanya menunduk sambil memegang kedua tangannya.
‘’Aku tidak akan menyembunyikannya lagi. Kenapa kau tidak menyerah saja dan pergi dari sini?! Gadis miskin yang bekerja di klub malam seperti dirimu tidak pantas menjadi bagian dari keluarga terpandang seperti kami. Apakah kau pikir keluargamu setara sehingga bisa memasuki Kediaman Go?! Sepertinya orangtuamu itu mengajarkan putrinya melakukan trik kotor untuk mencapai sesuatu,’’ kata Nyonya Hae Ri.
Sae Ju terbelalak yang disertai butiran air mata. Mertuanya itu benar-benar menghinanya habis-habisan. ‘’Nyonya Besar bisa menghinaku semau Anda. Tapi jangan menghina kedua orangtuaku.’’
Ia pun berbalik pergi lalu menutup pintu dengan kasar membuat Sae Ju menutup mata. Gadis itu kembali menangis.
‘’Jadi ibu mertua mendorongku untuk pergi dari sini?’’
Sekarang Sae Ju tahu mengapa nyonya Hae Ri begitu kejam kepadanya. Ternyata ibu mertuanya itu ingin mendorongnya pergi. Tapi, jika meninggalkan kediaman Go, ia tidak tahu harus kemana. Mau menginap di rumah Oh Yong malah akan merepotkan temannya itu. Untuk menyewa apartemen ia tidak memiliki uang. Tapi, jika ia berada di kediaman Go terus, nyonya Hae Ri akan menyiksanya sampai batin terluka.
__ADS_1
‘’Ah~ eotteoke(bagaimana ini)?’’ bingung Sae Ju terisak.
......................
Seol Won akhirnya kembali rumah. Ia menatap pukul sudah menunjukkan hampir tengah hari. Setelah disambut oleh ibunya, ia hanya menuju ke kamar untuk istirahat. Semua urusan telah ditangani jadi ia bisa bersantai di rumah saat ini.
Saat memasuki kamar, ia terbelalak melihat kepala Sae Ju terkulai di atas meja sambil tangannya masih memegang pulpen. ‘’Kenapa gadis ini selalu ketiduran saat aku pu—‘’
Ucapannya terpotong saat melihat kedua tangan Sae Ju masih diperban. Bukan hanya itu, lengan, sudut siku dan lututnya juga dibalut perban. Ia bahkan melihat perban di bagian bahu kanan gadis itu dari celah baju.
Seol Won pun menghampiri Sae Ju dan langsung terbelalak melihat bekas butiran air dari matanya.
‘’Kumohon jangan membenciku,’’ kata Sae Ju melantur.
__ADS_1