Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 28 Siuman


__ADS_3

Sae Ju hendak bangkit, tapi seluruh tubuhnya terasa perih seperti terbakar membuatnya meringis kesakitan.


Kepala pelayan yang ketiduran, sedikit tersentak begitu mendengar suara tadi. ‘’Agassi?! Anda sudah bangun?’’


Saat itu juga, Seol Won terbangun setelah mendengarnya.


Dia sudah bangun, ucapnya dalam hati.


Sang gadis hanya diam begitu juga dengan sang pria. Keduanya masih terdiam dalam waktu yang cukup lama membuat suasana terasa canggung.


Apa? Kalau hanya ingin menungguku siuman, seharusnya dia sudah pergi. Lagi pula tidak ada yang akan dia bicarakan. Kenapa dia masih di sini? Ah, aku juga tidak tahu harus mengatakan apa. Sangat canggung, kata Sae Ju dalam hati.


Apakah dia ingin aku mengajaknya bicara duluan? Kenapa dia hanya diam? Bukankah dia seharusnya mengatakan sesuatu? Haa, kata Seol Won dalam hati.


Keduanya masih diam tanpa ada yang berani memulai pembicaraan, sampai akhirnya Seol Won menghela nafas.


‘’Bagaima—‘’


‘’Uwa! Nona Muda sudah siuman? Bagaimana kondisi Nona Muda? Saya pikir Nona Muda sudah tiada dan membuat Tuan Muda menjadi duda perawan,’’ kata Sekretaris Roiy memotong ucapan.


Sae Ju terbelalak begitu juga dengan Seol Won.

__ADS_1


‘’Puff! Haha, aku baik-baik saja Sekretaris Roiy,’’ senyum Sae Ju.


Duda perawan? Aku tidak pernah tahu apa isi otak Roiy. Selain itu apa ini? Dia hanya diam saat bersamaku tadi, lalu tertawa sekarang saat Roiy mengajaknya bicara, kata Seol Won dalam hati.


Ia memasang wajah bodoh melihat sang sekretaris begitu cerewet di depannya.


Seol Won berniat mengajak Sae Ju bicara dengan memberitahu gadis itu mengenai penjelasan dokter beberapa jam yang lalu. ‘’Dokter bilang geja—‘’


‘’Oh iya Nona Muda. Dokter bilang, gejala frostbite yang Nona Muda alami sekarang sudah dihangatkan tadi dengan merendam kulit Nona Muda. Lalu itu akan terasa nyeri atau perih seperti terbakar dan mengelupas. Orang yang menderita gejala ini umumnya dapat disembuhkan dalam waktu kurang lebih 6 bulan,’’ kata Sekretaris Roiy.


Dia mendahuluiku, kata Seol Won dalam hati.


‘’Benarkah? Pantas saja rasa sakitnya masih terasa,’’ kata Sae Ju.


‘’Terima kasih,’’ senyum Sae Ju.


Saat itu juga Seol Won berdiri membuat kedua orang tadi baru menyadari keberadaannya.


‘’Oh? Tuan Muda ada di sini?’’ tanya Sekretaris Roiy.


Aku terkesan karena Sekretaris Roiy sampai tidak menyadari keberadaan Seol Won dibandingkan para pelayan, kata Sae Ju dalam hati.

__ADS_1


‘’Dia sudah sadar, biarkan Kepala Pelayan mengambil alih. Segeralah bersiap ke kantor,’’ kata Seol Won.


Sekretaris Roiy mengangguk mengerti. Sebelum pergi, ia tersenyum sambil memberi semangat kepada Sae Ju.


Kenapa dia memberi semangat kepada orang yang sakit sepertiku? Dasar, kata Sae Ju dalam hati dengan wajah bodoh.


Sekretaris ini, kata Seol Won dalam hati yang tidak menyukai tingkah sang sekretaris.


......................


Nyonya Hae Ri menerima kabar akan Sae Ju yang telah siuman, membuatnya menuju ke kamar sang putra. Begitu ia tiba, semua langsung membungkuk memberi hormat. Dahinya berkerut saat tidak melihat keberadaan sang putra. ‘’Di mana Seol Won?’’


Belum sempat kepala pelayan menjawab, Seol Won yang mengenakan jubah haduk mandi tiba-tiba keluar dari salah satu pintu.


‘’Eomma?’’ tatap Seol Won.


‘’Aku datang begitu mendengar Sae Ju sudah siuman,’’ kata Nyonya Hae Ri.


Sebelum diberi perintah, sekretaris Roiy menyuruh para pelayan untuk mengikutinya keluar. Setelah itu, Seol Won menghampiri lemari dan meraih set baju.


‘’Kau akan ke kantor?’’ tanya Nyonya Hae Ri.

__ADS_1


‘’Ne. Aku sudah menyuruh Kepala Pelayan untuk mengurus Sae Ju,’’ jawab Seol Won.


Nyonya Hae Ri melirik Sae Ju yang bersandar di kepala kasur. Gadis itu langsung menunduk dengan wajah tegang.


__ADS_2