Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 53 Pulang Malam


__ADS_3

Sekretaris Roiy memasuki mobil dan menatap dessert box di kursi belakang.


‘’Kita sudah sampai Tuan Muda.’’


Seol Won masih terdiam meski pintu mobil sudah dibuka oleh sang sekretaris. Ia memasang wajah kusut sebelum akhirnya menuruni mobil, dan berjalan masuk.


‘’Tuan Muda melupakan dessert-nya,’’ kata Sekretaris Roiy hendak mengambilnya.


‘’Untukmu saja,’’ kata Seol Won langsung.


‘’Eh? Tapi Tuan Muda membeli ini untuk Nona Muda,’’ kata Sekretaris Roiy.


Seol hanya diam dan berjalan masuk tanpa menoleh ke belakang. (Sekretaris Roiy teringat)


Ia hanya menghela nafas panjang sebelum melajukan mobil pergi.


......................


Kamar


Ceklek!


Nyonya Hae Ri masuk dan melihat Seol Won melepaskan dasinya lalu beralih ke kancing di pergelangan tangan. ‘’Tapi kau merasa tidak enak badan. Kau harus diperiksa oleh dokter.’’


‘’Aku tidak apa-apa. Istirahat sebentar sudah cukup bagiku,’’ kata Seol Won.

__ADS_1


‘’Seol Won-ah,’’ cemas Nyonya Hae Ri.


‘’Bisakah Eomma mengambil alih perusahaan sementara waktu?’’ tanya Seol Won.


Nyonya Hae Ri terbelalak. ‘’Te-Tentu saja. Apa separah itu sampai menyerahkan perusahaan kepadaku?’’


‘’Ya, aku sangat lelah, jadi butuh beberapa hari untuk istirahat. Eomma tidak perlu khawatir, setelah merasa baikan, aku akan kembali memegang perusahaan,’’ kata Seol Won.


‘’Baiklah. Kalau begitu aku akan bersiap du—‘’


‘’Tidak perlu. Aku sudah mengurus semuanya. Tapi malam ini ada pertemuan, jadi Eomma bisa pergi menggantikanku nanti,’’ kata Seol Won.


‘’Ya sudah. Kau ini membuatku khawatir saja. Istirahatlah, aku akan menyuruh koki untuk membuatkan bubur hangat setelah kau bangun nanti,’’ kata Nyonya Hae Ri.


Seol Won hanya diam sambil menatap kepergian ibunya. Ia pun duduk di kasur lalu memegang tengkuk hidungnya. ‘’Haa … Ada apa denganku?’’


......................


Nyonya Hae Ri yang telah bersiap, berjalan menuju ke mobil sambil dikawal sekretaris Roiy. Ia sudah mendengar situasinya dan bergegas pergi.


Setelah mobil yang dinaiki nyonya Hae Ri pergi, di saat bersamaan mobil Song Ki datang.


‘’Sudah kubilang tidak perlu mengantarku pulang. Aku jadi tidak enak menyuruh supir pribadiku pergi,’’ kata Sae ju menuruni mobil.


Song Ki tersenyum. ‘’Apakah perlu kutemani masuk juga?’’

__ADS_1


‘’Berhenti menggodaku terus. Aku tidak suka. Kalau begitu aku masuk dulu, dan terima kasih atas tumpangannya,’’ kata Sae Ju.


‘’Aku akan menghubungimu nanti. Dan jangan mengabaikan pesanku lagi,’’ kata Song Ki.


‘’Iya, iya. Aku tahu,’’ kata Sae Ju.


Tanpa mereka sadari, Seol Won menatap keduanya dari jauh melalui jendela lantai dua.


......................


Pintu Utama


Sae Ju hanya berdiam diri tanpa membuka pintu. Ini pertama kalinya ia pulang begitu malam dan nyonya Hae Ri pasti sangat marah besar. ‘’Jika aku membuka pintu ini, kurasa saat itu juga Nyonya Besar akan membunuhku.’’


Tapi, ia tidak bisa berdiri terus di depan pintu malam-malam begini. Dengan penuh keberanian, Sae Ju menutup matanya rapat-rapat sambil membuka pintu.


‘’Selamat datang Nona Muda!’’


‘’Eh? Nyonya Besar tidak ada di ruang tamu?’’ tatap Sae Ju.


‘’Nyonya Besar baru saja keluar karena ada urusan penting. Selain itu, Nona Muda dari mana saja?’’ tanya Kepala Pelayan.


Sae Ju menghela nafas lega karena hari ini ia selamat dari wanita itu. Meski begitu, nyonya Hae Ri pasti akan menghukumnya besok, karena sudah memasuki fase libur habis ujian.


‘’Nona Muda belum makan malam. Saya akan menyuruh koki dulu,’’ kata Kepala Pelayan.

__ADS_1


‘’Tidak usah. Aku sangat kenyang Ajumoeni. Kalau begitu aku ke kamar dulu,’’ kata Sae Ju.


__ADS_2