Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 39 Kebohongan


__ADS_3

Setelah makan malam selesai, Seol Won kembali ke kamar bersama Sae Ju. Keduanya hanya diam seperti biasa tanpa ada yang memulai pembicaraan.


Hari ini Sae Ju juga sedikit lega karena nyonya Hae Ri sepertinya mulai berhati-hati menyiksanya karena Seol Won pulang lebih cepat. Tapi itu tidak akan bertahan lama. Ibu mertuanya hanya menunggu waktu yang tepat.


Begitu keduanya selesai membersihkan badan, mereka sibuk dengan aktivitas masing-masing. Seol Won duduk di sofa sambil membaca buku, sedangkan Sae Ju mengganti perban lukanya.


‘’Oh iya, aku tidak melihat Tuan Song Ki. Bukankah Tuan Goo Jun selalu datang bersamanya?’’ tanya Sekretaris Roiy.


‘’Itulah masalahnya. Untuk pertama kalinya, Song Ki menolak ajakanku. Katanya hari ini ada urusan penting,’’ jawab Goo Jun.


......................


‘’Nona Muda sudah pulang setengah jam yang lalu Tuan Muda,’’ kata Sekretaris Roiy.


‘’Tapi … Mobil yang dipakai Nona Muda pulang seharusnya warna hitam, kan? Salah satu murid yang belum pulang mengatakan kalau dia melihat Nona Muda menaiki mobil putih.’’


‘’Dan mobil putih itu menuju ke arah berlawanan dari kediaman Tuan Muda,’’ lanjut Sekretaris Roiy. (Seol Won teringat)


Ia yang membaca sejak tadi menjadi tidak fokus, sehingga beralih menatap Sae Ju. Dilihatnya gadis itu meringis tapi berusaha menahannya.

__ADS_1


‘’Satu hari ini kau ke mana saja?’’


Sae Ju yang mendengarnya langsung terhenti dari aktivitasnya. Ia pun berbalik dan melihat Seol Won membaca buku.


‘’Apa kau tuli?’’ tanya Seol Won tanpa memalingkan kepalanya dari buku.


‘’Eh? Um itu,’’ kata Sae Ju tergantung.


Ini pertama kalinya dia mengajakku bicara. Selain itu pertanyaannya tadi … tunggu, apakah dia tahu mobil hitam yang selalu datang menjemputku tidak datang, sehingga melihatku keluar bersama Oh Yong? Gawat, ucapnya dalam hati.


‘’Kau tidak memberitahu ibu, kan?’’ tanya Sae Ju tanpa sadar.


Eh? Kalau begitu, ibu masih belum tahu kalau aku keluar ke café bersama Oh Yong. Syukurlah,’’ kata Sae Ju dalam hati.


‘’Kim Sae Ju?’’ panggil Seol Won.


‘’Bisakah kau tidak memberitahu ibu? Hem! Aku hanya tidak ingin membuat ibu khawatir,’’ kata Sae Ju.


‘’Aku bertanya kau ke mana satu hari ini,’’ kata Seol Won memberi tekanan di akhir kalimat.

__ADS_1


Sae Ju merasa sedikit aneh melihat raut wajah pria itu. ‘’Aku ada di sekolah, dan pulang seperti biasa.’’


Mata Seol Won memicing. ‘’Kau benar-benar hanya ada di sekolah?’’


‘’I-Iya, memangnya aku mau ke mana? Bukankah ibu bilang aku tidak boleh meninggalkan sekolah setelah jam pulang, dan menunggu mobil menjemputku,’’ jawab Sae Ju.


Setelah itu, Seol Won hanya diam tanpa mengatakan apa pun membuat suasana menjadi canggung.


‘’Kenapa kau bertanya seperti itu?’’ tanya Sae Ju ragu-ragu.


Namun, pria yang ditanyai hanya diam dan terlihat tidak peduli.


Apa-apaan itu? Dia yang bertanya, tapi tidak menjawab pertanyaanku. Selalu bersikap semaunya. Sepertinya aku tidak boleh menimbulkan kecurigaan lagi. Ah maaf karena aku harus berbohong, kata Sae Ju dalam hati.


Seol Won yang membaca buku sebenarnya hanya menatap kertas itu.


Dia tidak ingin mengaku dan memilih untuk berbohong, ucapnya dalam hati.


......................

__ADS_1


Keesokan harinya, rutinitas pagi berjalan seperti biasa. Seol Won akan menuju ke kantor sambil mengantar Sae Ju terlebih dahulu ke sekolah.


__ADS_2