Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 24 Menyadari Sesuatu


__ADS_3

Tit!


Song Ki mengerutkan dahi sambil menjauhkan ponsel dari telinganya. ‘’Hee~ dia benar-benar marah, ya?’’


Ia hanya tersenyum sambil memasukan ponselnya di saku blazer. Tidak peduli berapa banyak wanita yang sudah dibuatnya menangis, baginya mengencani mereka hanyalah sebuah kesenangan.


‘’Pasangan sejati sampai pelaminan? Heh … Yang benar saja. Aku tidak menyangka masih ada wanita yang berpikiran kuno seperti ini,’’ kata Song Ki.


Tadinya ia hendak kembali, tapi melihat sebuah bangunan di depannya membuat Song Ki mengurutkan niat.


......................


Sementara di ruang tamu, Seol Won hanya menyimak pembicaraan dua orang di depannya yang hanya berbincang seputar bisnis.


Goo Jun bahkan menggoda Seol Won untuk bicara satu kalimat saja, tapi tidak dihiraukan. ‘’Xixi, bukan di rumah bukan di kantor, kau tetap seperti ini.’’

__ADS_1


‘’So Goo Jun benar. Padahal kalian sudah bersama sejak kecil. Mereka berdua jarang datang ke rumah, setidaknya bersantailah sebentar,’’ kata Nyonya Hae Ri.


Seol Won menutup buku dan meraih cangkirnya. ‘’Aku mana bisa bersantai kalau begini?’’


‘’Kau terdengar seperti ingin menyuruh kami pergi,’’ kekeh Goo Jun.


Lagi pula mereka berdua datang karena ingin mengejekku. Selain itu, Song Ki tidak kembali sejak 30 menit yang lalu. Kalau memang hanya meladeni salah satu kekasihnya seharusnya tidak selama ini, kata Seol Won dalam hati sambil melirik ke pintu teras.


Goo Jun yang menyadari pandangan Seol Won juga melirik ke pintu teras taman meski hanya sekilas tanpa nyonya Hae Ri sadari. Ia kembali tersenyum sambil berbincang dengan ibu Seol Won.


......................


Langkahnya terhenti tepat di depan bangunan baru yang terenovasi. Cukup lama ia memandangi bangunan itu sampai pandangannya teralihkan sesuatu.


‘’Markas kami diubah menjadi ruangan pendingin, ya?’’ tatap Song Ki sambil tersenyum remeh.

__ADS_1


Tanpa ia sadari, sosok gadis menggigil bukan main sambil bersandar di pintu.


Sae Ju yang ada di dalam tidak berdaya dengan tubuh gemetarnya yang kedinginan. Sejak tadi ia memukul pintu tapi tidak ada yang mendengar. Ingin berteriak juga tidak bisa karena saking dinginnya. ‘’Si-apa saja … To-long a-ku….’’


Seluruh tubuh memutih dengan asap yang keluar dari dari mulut, membuat Sae Ju tidak bisa menopang tubuhnya lagi. Ia yang duduk bersandar di pintu perlahan-lahan lunglai ke samping.


Song Ki berbalik untuk pergi. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara terjatuh dari dalam. Ia kembali berbalik sambil tangannya hendak membuka pintu. Tapi niatnya terhenti sekali lagi karena ponselnya bergetar. ‘’Pesan dari Goo Jun?’’


Ia pun menggeser layar ponsel dan memasukkan kata sandi lalu mengklik pesan tadi.


From Goo Jun : Kenapa kau begitu lama? Sejak tadi Seol Won tidak berhenti menatap ke arah pintu teras tempatmu keluar. Kembalilah sebelum mood-nya buruk.


‘’Hee~ dia bertingkah seperti aku akan menemui istrinya secara diam-diam. Menarik,’’ senyum Song Ki berjalan menjauh.


......................

__ADS_1


Ruang Tamu


Seol Won yang mendengar pembicaraan ibunya bersama Goo Jun kembali melirik ke arah pintu. Tidak lama kemudian, Song Ki datang sambil tersenyum dan meminta maaf karena pergi lama.


__ADS_2