
‘’Omona! Sae Ju-ah neo gwaenchana? Yak, kenapa kedua tanganmu bisa terluka seperti ini?’’ cemas Oh Yong.
Sae Ju menarik tangannya sambil tersenyum. ‘’Gwaenchana. Ini hanya luka ringan.’’
‘’Kau sungguh baik-baik saja? Matamu sedikit bengkak dan kau tidak bisa berdiri dengan sempurna,’’ kata Oh Yong.
Dibandingkan kedua pria yang tidak peka tadi, Yong-ah langsung tahu kondisiku. Ya, rasa nyeri di perutku masih terasa sehingga aku tidak bisa berdiri dengan baik. Tapi, aku tidak bisa membiarkannya cemas kepadaku, kata Sae Ju dalam hati.
Sekali lagi ia tersenyum dan menggeleng. ‘’Aku sungguh baik-baik saja. Mataku bengkak karena habis menonton drama The Last Empress. Di episode terakhir Kaisar Lee Hyuk meninggal setelah mengakui kesalahannya dan sudah mulai mencintai Permaisuri. Scene itu benar-benar menguras air mataku.’’
‘’Arasseo. Aku juga menangis melihat scene itu, karena Ibu Suri salah mengartikan Kaisar Lee Hyuk sebagai penjahat dan menembaknya. Kau tahu bagaimana perasaan seorang ibu yang membunuh anaknya sendiri, terlebih lagi harus masuk penjara,’’ kata Oh Yong.
Sae Ju pun menghela nafas lega karena bisa mengatasi kecemasan Oh Yong tanpa temannya itu semakin curiga. Ia pun menarik gadis tadi dan menuju ke kelas.
__ADS_1
......................
Masih dalam perjalanan menuju ke perusahaan, Seol Won hanya menatap keluar jendela mobil. Namun, ia tidak bisa fokus karena mendengar sekretaris Roiy selalu menghela nafas kasar. Ia pun berdecih pelan dan menatap pria itu dengan alis berkerut.
‘’Sekarang apa lagi?’’ tanya Seol Won.
‘’Haa … Tuan Muda melihat kondisinya, kan? Mata Nona Muda sedikit bengkak dan caranya berjalan tidak sempurna, seolah-olah sedang menahan sesuatu yang sakit, entah apakah itu memang benar. Selain itu, kedua tangan Nona Muda juga dibaluti perban. Aku dan Tuan Muda adalah lulusan dari sekolah yang dimasuki Nona Muda, dan seingatku tidak ada praktek kesehatan di sekolah itu,’’ kata Sekretaris Roiy.
‘’Aku tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan Nona Muda, tapi sepertinya dia berbohong kepada kita semua,’’ kata Sekretaris Roiy.
‘’Ibu juga bilang kalau gadis itu langsung ke kamar setelah pulang dari sekolah. Bahkan tidak ikut makan malam dan langsung tidur di kamar,’’ kata Seol Won.
Sekretaris Roiy langsung menginjak rem mendadak membuat Seol Won di belakang terlempar ke depan.
__ADS_1
‘’Yak! Apa yang kau lakukan?’’ tanya Seol Won kesal.
‘’Jangan-jangan ada sekelompok orang yang merundung Nona Muda di sekolah. Hm, itu pasti karena Nona Muda memiliki wajah yang cantik,’’ kata Sekretaris Roiy bertingkah seperti biasa.
Seol Won memasang wajah bodohnya dan kembali memperbaiki posisi duduk. ‘’Lupakan.’’
‘’Kalau itu memang benar, kita harus membantu Nona Muda. Eh? Kenapa mobilnya tiba-tiba berhenti?’’ tanya Sekretaris Roiy.
‘’Kau baru saja menginjak rem secara mendadak,’’ jawab Seol Won menahan rasa kesalnya.
Sekretaris Roiy mengangguk dan kembali melajukan mobil. ‘’Tapi apakah Nona Muda memang sungguh dirundung?’’
Seol Won menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan menatap ke luar jendela mobil. ‘’Annoying Boy.’’
__ADS_1