
Keesokan harinya…
Seol Won mengerutkan dahi dan membuka matanya secara perlahan. Ia menoleh dan sudah tidak melihat sosok Sae Ju, membuatnya bangkit.
Setelah membasuh wajah di kamar mandi, ia pun menuruni tangga menuju ke ruang makan. Namun, ia masih tidak melihat keberadaan Sae Ju.
‘’Kau sudah bangun? Ayo sarapan dulu. Kau tidak memakan bubur yang Kepala Pelayan bawakan kemarin,’’ kata Nyonya Hae Ri.
‘’Aku tidak berselera,’’ jawab Seol Won ikut duduk bergabung.
‘’Apa kau sudah merasa lebih baik?’’ tanya Nyonya Hae Ri.
‘’Sedikit,’’ jawab Seol Won.
Nyonya Hae Ri yang selesai menyantap sarapannya pun hendak berangkat ke kantor. ‘’Aku sudah memberitahu Kepala Pelayan agar mengurusmu sementara aku berada di kantor.’’
Seol Won mengangguk tanpa mengatakan apa pun. Setelah melihat kepergian ibunya, ia menatap ke sekitar.
‘’Jika Tuan Muda mencari Nona Muda, dia sedang keluar setelah meminta izin kepada Nyonya Besar,’’ beritahu Kepala Pelayan.
‘’Tapi hari ini dia libur setelah ujian. Apa kau tahu dia pergi ke mana?’’ tanya Seol Won.
‘’Saya juga tidak tahu karena Nona Muda menghampiri kamar Nyonya Besar. Tapi Nona Muda sempat memberitahuku kalau dia sedang mengurus sesuatu yang penting,’’ jawab Kepala Pelayan.
__ADS_1
Seol Won hanya diam tanpa menyentuh sarapannya. Mengingat kemarin malam ia dan Sae Ju bertengkar, membuatnya sedikit merasa bersalah setelah merusak ponsel gadis itu.
Apakah dia keluar untuk memperbaiki ponselnya? Hm, ucapanya dalam hati.
......................
Kediaman Yoon
Song Ki yang mengenakan jubah handuk mandi sambil duduk di sofa, hanya mengerutkan dahi melihat layar ponselnya. ‘’Dia tidak membalas pesanku lagi.’’
Ia pun meletakkan ponselnya dan berdiri menuju ke lemari baju.
Jangan-jangan Nyonya Hae Ri menyiksanya lagi, sampai-sampai gadis itu tidak sempat menghubungiku, kata Song Ki dalam hati.
Tidak lama kemudian, ia pun menghampiri garasi dan masuk ke dalam mobil, lalu melajukannya pergi.
......................
Song Ki menghentikan mobil saat lampu merah menyala. Ia hanya diam sambil memikirkan sesuatu.
Tapi jika aku datang langsung ke sana, Nyonya Hae Ri akan curiga dan semakin menyiksa Sae Ju, ucapnya dalam hati.
Ia menatap ke sekitar dan tanpa sengaja melihat sosok gadis yang tidak asing baginya. ‘’Eh? Apakah aku salah lihat?’’
__ADS_1
Saat itu juga, Song Ki tersentak karena bunyi klakson dari mobil belakang karena sudah menunjukkan lampu hijau. Tanpa membuang waktu, ia pun segera melajukan mobilnya.
......................
Toko Service
Sae Ju mengerutkan dahi tanda kesal. ‘’Kalau tidak ingin memperbaikinya langsung katakan saja. Tidak perlu menyuruhku membeli ponsel yang baru.’’
Ia pun menghampiri mobil dan menuju ke tempat service lainnya. Namun, niatnya terhenti saat seseorang langsung memanggilnya.
‘’Oh? Ternyata aku memang tidak salah lihat,’’ kata seorang pria.
‘’Song Ki Oppa? Kenapa kau ada di sini?’’ tanya Sae Ju.
‘’Itu karena kau tidak membalas pesanku, jadi aku berniat mengunjungimu. Tapi tanpa sengaja melihatmu di sini. Apa yang sedang kau lakukan?’’ tanya Song Ki.
‘’Soal itu aku minta maaf. Aku bukannya tidak ingin membalas pesanmu lagi, tapi ponselku rusak,’’ jawab Sae Ju.
‘’Apakah Nyonya Hae Ri yang melakukannya?’’ tanya Song Ki.
Sae Ju memasang raut wajah bodoh. ‘’Ah, kali ini bukan dia yang melakukannya, tapi putranya.’’
‘’Seol Won?’’ tebak Song Ki.
__ADS_1
‘’Aku akan menceritakan sisanya nanti setelah ponselku diperbaiki. Kalau begitu sampai jumpa nanti,’’ kata Sae Ju.
‘’Tunggu!’’ kata Song Ki.