
Sae Ju mengeryitkan alis dan mulai membuka mata secara perlahan. Ia mengerjapkan mata berulang kali dan melihat dirinya sedang terbaring di kasur sambil mengenakan selimut. Seingatnya, ia sedang mengerjakan tugas sekolah di meja sampai dirinya ketiduran. Tapi, saat ini ia malah baring di atas kasur entah bagaimana itu bisa terjadi.
Kepalanya pun menoleh dan mendapati Seol Won tertidur pulas di sampingnya. Saat itu juga ia terlonjak kaget ke depan gara-gara melihat pria itu.
‘’Woah?! Apakah aku sedang bermimpi?’’
Untuk memastikan keraguannya, Sae Ju mengulurkan tangan dan menusuk pipi Seol Won dengan pelan berulang kali. ‘’Eh? Ini nyata … Apakah dia yang mengangkatku ke kasur?’’
Namun, melihat wajah tenang Seol Won dari jarak sedekat itu, membuat Sae Ju terbelalak. Entah kenapa ada sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya, seperti jantungnya berdetak tidak karuan.
‘’Apakah wajahku segitu tampannya sampai kau menatapku terus?’’
Sae Ju tersentak karena Seol Won tiba-tiba bicara meskipun pria itu masih kondisi memejamkan mata. ‘’Dia bangun?’’
‘’Siapa yang tidak bangun kalau kau tiba-tiba terlonjak kaget sampai membuat kasurnya bergerak?’’ tanya Seol Won.
‘’Ah, choesonghamida(mohon maaf), Tuan Muda,’’ kata Sae Ju membungkuk berulang kali.
Seol Won yang melihatnya menghela nafas panjang lalu bangkit. Ia memberitahu gadis itu untuk tidak terlalu formal kepadanya sampai memanggilnya sebagai tuan muda. Dan menyuruhnya untuk tenang karena ia ingin istirahat karena tidak memiliki jam tidur yang banyak gara-gara pekerjaan di kantor.
__ADS_1
Sae Ju langsung membuang wajah dan menggerutu pelan. ‘’Dia tampan, tapi suka mengeluh.’’
‘’Aku mendengarmu,’’ kata Seol Won dengan wajah datar.
‘’Ahaha! Aku tidak mengatakan apa-apa, sungguh tidak mengatakan apa pun,’’ sangkal Sae Ju.
‘’Kau … Kenapa kondisimu sampai seperti itu?’’
Deg!
Sae Ju terdiam karena pertanyaan yang dilontarkan oleh Seol Won. Tidak mungkin ia memberitahu pria itu kalau ini semua perbuatan ibunya sendiri. Yang ada, ia malah akan menerima hukuman yang lebih kejam jika nyonya Hae Ri mengetahuinya mengadu kepada putranya.
Dia menggunakan alasan sekolah lagi. Luka di tubuhnya tidak seperti terjatuh atau tertimpa benda. Jangan-jangan yang dikatakan Roiy benar. Gadis ini selalu dirundung di sekolah, kata Seol Won dalam hati.
Seol Won kembali baring di kasur dan meminta gadis di sampingnya untuk tidak mengganggu waktu istirahatnya. Sae Ju mengangguk sambil menuruni kasur dan kembali melanjutkan tugas sekolahnya.
......................
Malamnya, suasana di meja makan terasa tegang karena semua orang hanya diam. Setelah Seol Won selesai lebih dulu, nyonya Hae Ri mengancam Sae Ju untuk tidak berani mengadu kepada putranya. Karena jika tidak, gadis itu akan tahu akibatnya.
__ADS_1
Sae Ju meyakinkan nyonya Hae Ri kalau ia tidak ada niat untuk mengadu kepada Seol Won atau pun sampai memberitahu pria itu. Namun, sang ibu mertua tidak peduli dan berdiri setelah selesai.
......................
Ruang Tamu
Seperti biasa, nyonya Hae Ri akan menghabiskan waktu bersama putranya setelah makan malam.
‘’Jadi bagaimana perkembangan perusahaan?’’ tanya Nyonya Hae Ri.
‘’Tidak ada yang menarik. Aku menutup beberapa cabang yang tidak bisa menghasilkan keuntungan untuk Zachking Group,’’ jawab Seol Won.
Nyonya Hae Ri tersenyum sambil memuji putranya. ‘’Ternyata keputusanku menjadikanmu direktur selanjutnya tidak salah. Semenjak kau yang mengambil alih perusahaan, keuntungan kita selalu melonjak ke atas. Kerja bagus Seol Won-ah .. Kalau seperti ini terus, tidak ada yang akan menandingi kita.’’
Seol Won yang mendengarnya langsung memasang wajah kusut. Ia pun menutup majalah dan berdiri.
‘’Kau mau ke mana?’’ tanya Nyonya Hae Ri.
‘’Kembali ke kamar,’’ jawab Seol Won.
__ADS_1
Wajah Nyonya Hae Ri langsung kusut. Ini pertama kalinya, sang putra pergi di saat mereka berdua menghabiskan waktu. Ia pun mendongakkan kepala dengan mata memicing. ‘’Kim Sae Ju … Beraninya kau merebut waktu berharga bersama putraku.’’