Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 68 Pergi


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Seol Won sering pulang terlambat bahkan tidak kembali sama sekali. Meskipun pria itu pulang, Sae Ju malah sangat cemas melihat kondisinya.


‘’Yak, tidakkah kau sebaiknya beristirahat? Kau terlihat tidak sehat,’’ kata Sae Ju.


‘’Aku baik-baik saja,’’ jawab Seol Won.


Sebelum pergi, ia memeluk Sae Ju sejenak. ‘’Sae Ju-ah, mianhe karena aku tidak punya waktu untukmu. Tapi, setelah ini berakhir, aku berjanji akan menebusnya.’’


Sae Ju tersenyum sambil membalas pelukan suaminya. ‘’Gwaenchana, aku memang merindukanmu. Tapi saat ini kau harus fokus dengan pekerjaanmu.’’


Seol Won mengangguk. Ia pun mengecup kening Sae Ju lalu masuk ke dalam mobil.


Sekretaris Roiy yang melihat pemandangan tadi hanya terharu. ‘’Aku seperti melihat pasangan suami istri.’’


Kami memang pasangan suami istri, kata Sae Ju dan Seol Won kompak dalam hati.


......................


Nyonya Hae Ri yang berdiri di balkon sambil melihat kepergian putranya hanya memicingkan mata. ‘’Aku tidak tahan lagi. Zachking Group harus segera diselamatkan.’’

__ADS_1


Ia pun berbalik untuk pergi menemui Sae Ju. Dilihatnya gadis itu baru saja masuk setelah mengantar putranya hingga teras utama.


‘’Kim Sae Ju, bisakah kita bicara?’’


Sae Ju tersentak kaget karena nyonya Hae Ri langsung mengajaknya bicara. Melihat ibu mertuanya berjalan ke taman, membuatnya hanya mengikut dari belakang.


......................


Taman


Nyonya Hae Ri orangnya tidak suka basa-basi sehingga ia bicara langsung pada intinya. ‘’Saat ini Zachking Group mengalami masalah krisis. Jika tidak segera ditangani, maka perusahaan akan bangkrut. Satu-satunya jalan keluar adalah menikahkan Seol Won dengan putri yang akan menyelamatkan perusahaan. Tapi, Seol Won keras kepala dan berusaha mencari solusi lain.’’


‘’Hari itu, kami berdua keluar makan malam bukan karena urusan rapat. Sebenarnya kami membahas pernikahan Seol Won. Tapi dia tiba-tiba pergi sebelum pertemuan selesai. Aku jadi kewalahan menjelaskannya kepada Tuan Lee. Jadi, jika kau masih di sini, Seol Won akan terikat padamu. Putraku pantas mendapatkan gadis yang lebih baik darimu,’’ kata Nyonya Hae Ri.


Sae Ju masih terdiam dan berusaha mencerna ucapan sang ibu mertua. Hatinya tiba-tiba menjadi sakit mengetahui Seol Won ternyata menyembunyikan masalah sebesar ini.


‘’Kau harus meninggalkan Seol Won. Jika tidak, aku akan menyalahkan dirimu atas bangkrutnya Zachking Group karena Seol Won menolak pernikahan ini gara-gara kau. Jika kau memang menyukai putraku, maka tinggalkan dia agar keluarga Go tidak jatuh,’’ kata Nyonya Hae Ri.


Selama ini Sae Ju selalu bisa bertahan dengan ujian apa pun demi rumah tangganya. Tapi kali ini situasi memaksa. Urat-urat di lehernya menegang sambil ia menarik nafas. ‘’Aku mengerti.’’

__ADS_1


Ia berusaha menahan air matanya, tapi itu percuma saja. Butiran bening mengalir terjatuh membuat nyonya Hae Ri memasang wajah masam.


‘’Kau tidak perlu bersandiwara sampai menangis seperti itu. Aku pasti akan memberimu uang, dan iya, jangan beritahu Seol Won mengenai hal ini,’’ kata Nyonya Hae Ri.


‘’Tidak perlu. Aku tidak butuh uang Anda,’’ kata Sae Ju.


Nyonya Hae Ri tidak peduli dan akhirnya berlalu pergi, meninggalkan Sae Ju yang menangis pedih.


......................


Malamnya, Seol Won kembali ke rumah dalam kondisi pucat dan lingkaran hitam di bawah matanya. Ia hanya berlalu sambil mendengar sambutan para pelayan seperti biasa.


Ceklek!


Begitu masuk dalam kamar, seluruh isi ruangan itu sangat gelap. Ia melepaskan dasinya sambil menghampiri saklar lampu.


Klek!


Dahinya berkerut melihat kamar itu kosong, membuat Seol Won mengecek kamar mandi dan balkon. Namun, tidak menemukan sosok Sae Ju. ‘’Di mana gadis itu?’’

__ADS_1


__ADS_2