
Yon Gil menghela nafas dan menghampiri sofa, begitu juga dengan istrinya. Nyonya Hae Ri juga menghampiri sofa. Sedangkan Seol Won masih berdiri karena Sae Ju menahannya.
‘’Aku ada di sini. Selain itu, mereka adalah orangtuamu,’’ kata Seol Won mengulurkan tangan.
Meski tidak sudi, Sae Ju terpaksa ikut duduk bersama Seol Won.
‘’Sebenarnya aku tidak ingin membahas masalah pribadi keluarga kami. Tapi karena Sae Ju ada di sini, jadi kami harus meminta maaf. Sae Ju-ah, maaf karena kami membohongimu. Aku sudah mendengar berita buruk tentang keluarga kita. Aku menyesal karena kami tidak membawamu,’’ kata Yon Gil.
Sae Ju hanya diam sambil semua orang menatapnya.
‘’Waktu itu kami ke Amerika untuk memulai usaha baru. Begitu banyak masalah yang kami hadapi sampai bisa bangkit seperti sekarang. Setelah cukup lama pergi, aku mencari tahu tentang kehidupan di sini. Saat itulah aku tau, Nyonya Go yang telah merawat putriku dan perusahaanmu berada di ujung tanduk. Karena itulah aku merasa harus membantumu yang telah membantuku,’’ kata Yon Gil.
Nyonya Hae Ri yang mendengarnya masih terdiam.
‘’Sae Ju-ah, kami bersalah padamu karena membiarkanmu seorang diri berjuang. Aku dan ibumu juga sama berjuangnya di sana demi dirimu,’’ kata Yon Gil.
Tidak tahu kenapa, butiran air mata Sae Ju langsung terjatuh. ‘’Kau pikir dengan meminta maaf akan mengembalikan semuanya?’’
‘’Sae Ju-ah,’’ sedih sang ibu.
Gadis itu langsung berdiri sambil menatap kedua orang itu marah. Butiran air matanya mengalir deras. ‘’Kalian tau apa yang harus kujalani karena semua masalah yang kalian tinggalkan?! Aku harus kehilangan harga diriku menari di klub! Aku tidak memiliki wajah untuk bertemu semua orang! Aku harus menanggung malu karena memiliki orangtua seperti kalian!’’
‘’Kami benar-benar menyesal, karena itulah aku dan ibumu datang kemari.’’
Sae Ju tidak mengatakan apa pun, membuat Seol Won menggenggam tangan gadis itu.
‘’Mereka sudah menyesalinya. Tidak benar orangtua meminta maaf kepada anaknya. Selain itu, kau pasti sangat merindukan ayah dan ibumu, ’’ kata Seol Won.
Butiran air mata Sae Ju berjatuhan saat mendengarnya. Ia pun menghampiri ayah dan ibunya lalu memeluk mereka.
‘’Hiks, hiks, Appa … Eomma hiks, aku merindukan kalian,’’ tangis Sae Ju.
Kedua orangtua Sae Ju membalas pelukan putri mereka sambil meminta maaf. Butuh beberapa saat keluarga itu melepaskan rasa rindu.
‘’Tuan Kim, terima kasih karena Anda telah membantu Zachking Group. Keluarga Go berhutang budi kepada Anda,’’ kata Nyonya Hae Ri.
__ADS_1
‘’Ah, soal itu … Aku memang mengatakan akan membantu, tapi belum membulatkan keputusanku,’’ kata Yon Gil.
‘’Eh? Apa maksud Appa?’’ tanya Sae Ju.
Yon Gil tersenyum ke arah putrinya. ‘’Sae Ju-ah, kau ingin aku membantu Zachking Group, kan?’’
Sae Ju mengangguk membenarkan. Ia tidak ingin melihat perusahaan Seol Won jatuh bangkrut.
‘’Kalau begitu kuberi dua pilihan. Pertama, kau akan tetap tinggal di rumah ini dan jatuh bersama mereka. Kedua … Bercerailah, aku akan menyelamatkan Zachking Group, dan kau juga harus ikut bersama kami pulang ke Amerika.’’
Seol Won dan Sae Ju bersamaan tersentak mendengar hal itu, terutama nyonya Hae Ri.
‘’Tunggu Tuan Kim,’’ kata Seol Won menyela.
‘’Aku sedang bicara dengan putriku,’’ kata Yon Gil dengan wajah serius.
‘’Kenapa Appa berkata seperti itu?’’ tanya Sae Ju.
‘’Benar Tuan Kim. Putraku menyukai putri Anda,’’ kata Nyonya Hae Ri.
Mata nyonya Hae Ri membulat besar mendengar hal itu. Ia tidak bisa mengatakan apa pun lagi di hadapan mereka. Yon Gil kembali menatap putrinya dan menunggu keputusan.
‘’Sae Ju-ah, kau tidak akan melakukan hal itu, kan?’’ tanya Seol Won.
Sae Ju masih diam menunduk. Jika saja kedua orangtuanya tidak meninggalkannya, ia tidak perlu mengalami hal buruk untuk membayar hutang mereka. Ia mungkin tidak akan bertemu dengan Seol Won dan menyukai pria itu. Mereka juga mungkin tidak perlu berpisah setelah keduanya sangat saling mencintai.
Lagi dan lagi, takdir tidak membiarkannya hidup bahagia. Tangannya mengepal sambil menyalahkan keadaan, tanpa peduli Seol Won terus memanggilnya. Ia pun menarik nafas dalam-dalam.
‘’Sae Ju-ah,’’ panggil Seol Won.
Gadis yang dipanggil menoleh. Sae Ju tersenyum membuat pria itu mengerutkan dahi. ‘’Seol Won-ah, aku sangat mencintaimu. Maaf … Aku memilih pilihan kedua.’’
Deg!
‘’Bukankah kau sudah berjanji?! Dalam keadaan apa pun, kau tidak akan pergi meninggalkanku,’’ tanya Seol Won.
__ADS_1
Sae Ju menatapnya dengan wajah datar. ‘’Aku tidak ingat pernah membuat janji seperti itu.’’
Seol Won tertegun di tempat. Ia seperti tidak mendengar apa pun. Setelah dua keluarga membuat kesepakatan, ia hanya bisa menatap Sae Ju dan keluarganya beranjak pergi. Tubuhnya terasa remuk, dan tidak bisa bergerak. Apalagi berteriak.
Sae Ju sama sekali tidak menoleh ke belakang, hingga gadis itu masuk ke dalam mobil. Ibunya yang melihat kepergian mobil tadi, berbalik ke arahnya dengan wajah merasa bersalah.
‘’Seol Won-ah,’’ kata Nyonya Hae Ri.
‘’Tuan Muda,’’ kata Sekretaris Roiy.
Seol Won menunduk. ‘’Gadis itu benar-benar pergi.’’
Ia tertawa untuk sesaat membuat semua orang di sana menatapnya dengan iba. Tidak lama kemudian, Seol Won terisak.
Untuk semuanya, nyonya Hae Ri benar-benar menyesal atas perbuatannya selama ini. Ia begitu dibutakan dengan harta dan martabat keluarga. Meskipun perusahaan mereka telah diselamatkan, tapi pada akhirnya pernikahan putranya tetap hancur.
Seol Won kembali tertawa dan berdiri. Ia menyalahkan ibunya dan memberi wanita itu tepuk tangan. ‘’Selamat! Karena keinginan Nyonya Go sudah terkabul untuk memisahkanku dengan Sae Ju.’’
Ia tertawa sambil terisak. Nyonya Hae Ri yang melihatnya merasa sangat bersalah.
‘’Apakah Nyonya Besar sudah puas? Zachking Group mungkin bisa diselamatkan, tapi Anda mengorbankan perasaan putra Nyonya sendiri demi hal itu,’’ kata Kepala Pelayan.
Nyonya Hae Ri hanya bisa menunduk setelah menyesali semua perbuatannya.
......................
Keesokan harinya, Sae Ju hanya diam tanpa mengatakan apa pun. Ia menatap ke arah luar jendela mobil. Saat ini, mereka menuju ke bandara dan akan pergi ke Amerika.
Di sisi lain, terlihat tiga mobil melaju bersamaan. Ya, tiga mobil yang tidak lain adalah milik Seol Won, Goo Jun dan Song Ki.
‘’Kenapa akhir-akhir ini kita selalu dikejutkan? Pertama, pernikahan Seol Won. Kedua, orangtua Sae Ju kembali sebagai pengusaha sukses. Dan sekarang, Sae Ju akan pergi ke Amerika?’’ habis pikir Goo Jun menggunakan earphone.
‘’Lupakan itu dulu. Kita harus membantu Seol Won dan mencegah Sae Ju pergi hari ini,’’ kata Song Ki.
‘’Cih! Kemarin benar-benar malam yang panjang setelah mendengar ceritanya. Teman kita sudah meminta bantuan,’’ kata Goo Jun.
__ADS_1
‘’Karena itulah tidak ada alasan untuk menolaknya,’’ kata Song Ki.