
‘’Ah~ akhirnya kenyang juga,’’ kata Oh Yong.
‘’Memangnya aku ini mesin ATM sampai harus membayar semua tagihannya?’’ tanya Song Ki.
‘’Eii, itu bayaran untuk menutup mulutku mengenai hubungan kalian,’’ jawab Oh Yong.
Sae Ju menghela nafas, tidak peduli apa yang ia katakan tapi sahabatnya itu tidak pernah mau mendengar dan malah salah paham.
‘’Kalau begitu kau pulang saja bersama Yong-ah. Aku akan pulang duluan.’’
‘’Tapi kenapa?’’ tanya Song Ki.
‘’Tunggu! Kau tidak boleh pulang. Lupakan saja tentang pemilik apartemen gila itu. Kau juga butuh jalan-jalan,’’ kata Oh Yong menarik tangan Sae Ju.
Dahi Song Ki berkerut. ‘’Pemilik apartemen gila?’’
‘’Benar. Song Ki-ssi tidak tahu semenyeramkan apa pemilik apartemen yang ditinggali Sae Ju,’’ kata Oh Yong.
‘’Memangnya ada apa?’’ tanya Song Ki menatap Sae Ju.
‘’Kedua orangtua Sae Ju sedang bekerja di luar kota, dan dia menjual rumahnya untuk menyewa apartemen demi hidup mandiri. Pemilik apartemen tempat tinggalnya itu gila. Bayangkan saja dia memukuli tamu yang datang dan membuang bingkisan yang dibawa, lalu marah-marah tidak jelas dan sekarang melarang penghuni apartemennya pulang terlambat. Bukankah dia sudah tidak waras?’’ tanya Oh Yong.
__ADS_1
Song Ki yang mengerti maksud gadis itu menatap Sae Ju sambil tersenyum. ‘’Eh~ pemilik apartemen gila, ya?’’
‘’Itu benar. Kurasa dia sakit mental. Itulah kenapa aku tidak berani mengunjungi apartemen Sae Ju,’’ kata Oh Yong polos.
Sae Ju hanya membuang wajah sambil tersenyum kaku karena Song pasti tahu orang yang dimaksud itu adalah nyonya Hae Ri.
......................
Kediaman Go
Nyonya Hae Ri membaca majalah seperti biasa. Matanya tidak sengaja melirik ke arah jam berdiri. Sudah saatnya Sae Ju kembali, tapi gadis itu belum muncul. Ia pun memanggil pelayan yang mengurus semua jadwal Sae Ju.
‘’Ini hari terakhir gadis itu ujian, kan?’’ tanya Nyonya Hae Ri tanpa mengalihkan perhatiannya dari majalah.
‘’Benar, Nyonya Besar. Sesuai jadwal yang tertulis, Nona Muda tidak memiliki pertemuan setelah ujian selesai. Seharusnya tidak lama lagi Nona Muda sudah tiba.’’
Saat itu juga terdengar suara mobil yang terhenti di depan.
‘’Itu pasti Nona Muda,’’ kata sang pelayan.
Nyonya Hae Ri pun menyuruh pelayan tadi pergi. Begitu pintu terbuka, ia menutup majalah dengan wajah kusut. ‘’Kupikir kau berkeliaran lagi. Tapi itu tidak akan mengubah huku—‘’
__ADS_1
Deg!
Ucapannya terhenti saat melihat sosok yang datang bukanlah Sae Ju, melainkan putranya sendiri. Ia pun langsung berdiri dengan wajah tegang.
‘’Seol Won-ah, kau di rumah? Ba-Bagaimana di kantor?’’ tanya Nyonya Hae Ri.
Namun, Seol Won hanya diam dan berlalu melewati ibunya.
‘’Apa yang terjadi?’’ tanya Nyonya Hae Ri.
Sekretaris Roiy tersenyum kaku. ‘’Tuan Muda hanya merasa tidak enak badan Nyonya Besar.’’
‘’Benarkah? Kalau begitu aku harus menghubungi dokter,’’ kata Nyonya Hae Ri.
‘’Itu tidak perlu!’’ kata Seol Won yang berhenti di tangga sebelum kembali berjalan naik ke atas.
Nyonya Hae Ri yang melihatnya hanya mengerutkan dahi. ‘’Ada apa dengan anak itu?’’
Tidak mungkin aku mengatakan kalau Tuan Muda tanpa sengaja melihat Nona Muda bersama Tuan Song Ki. Yang ada, Nyonya Besar akan marah, kata Sekretaris Roiy dalam hati.
‘’Kalau begitu, saya akan kembali ke kantor Nyonya Besar. Permisi,’’ ucapnya membungkuk sebelum pergi.
__ADS_1