Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 30 Menyangkal


__ADS_3

‘’Syukurlah kalau seperti itu,’’ kata Kepala Pelayan.


Sae Ju menggigit bibir bawahnya sambil meremas ujung selimut. Ragu-ragu ia buka mulut. ‘’Ajumoeni? Bisakah aku bertanya?’’


‘’Ne Agassi. Anda tidak perlu izin dari saya,’’ jawab Kepala Pelayan.


‘’Saat aku sadar, hm … Itu, kenapa Seol Won ada di dekatku dan menggenggam tanganku?’’ tanya Sae Ju.


Kepala pelayan terbelalak membuat wajah Sae Ju merona. Gadis itu langsung heboh dan mengalihkan pertanyaannya karena merasa malu.


Melihat tingkah Sae Ju membuat kepala pelayan tersenyum. ‘’Itu pertama kalinya saya melihat Tuan Muda seperti itu.’’


Sae Ju yang mendengarnya langsung terhenti dari kehebohannya.


‘’Begitu tahu kondisi Nona Muda yang mengalami gejala frostbite tingkat 2, Tuan Muda menyuruh dokter untuk melakukan segala cara apa pun untuk menyelamatkan Anda. Biasanya dokter yang langsung menangani pasiennya sendiri. Tapi yang kali ini berbeda. Sesuai arahan dokter, Tuan Muda sendiri yang mengobati Nona Muda,’’ kata Kepala Pelayan.


‘’Eh?’’ tatap Sae Ju tidak percaya.

__ADS_1


Kepala pelayan mengangguk membenarkan. ‘’Tubuh Nona Muda harus dihangatkan, dan Tuan Muda tidak ingin siapapun menyentuh tubuh Anda, jadi Tuan Muda sendiri yang merendam tubuh Nona Muda sampai kembali normal. Bahkan Tuan Muda melewatkan makan malam, dan berjaga sepanjang malam tanpa melewatkan satu detik pun.’’


Jantung Sae Ju langsung berdetak begitu mendengarnya. Bisa dilihat kedua pipinya telah memerah karena merasa malu.


‘’Tentu saja Nyonya Besar yang melihat semua itu tidak menyukainya. Jadi saya mencemaskan Nona Muda,’’ kata Kepala Pelayan.


Sae Ju tersenyum dan berusaha meyakinkan kepala pelayan kalau nyonya Hae Ri memang tidak melakukan apa pun kepadanya.


‘’Tapi Seol Won tidak pernah peduli kepadaku. Kenapa dia repot-repot melakukan itu semua?’’ tanya Sae Ju.


‘’Tuan Muda orangnya cenderung pendiam, menyukai kesendirian, sulit menerima orang baru, dan mengedepankan pengamatan dan perasaan. Dia tidak akan pernah membantah perkataan Nyonya Besar, apalagi sampai mengabaikannya. Tuan Muda mungkin mengamati kondisi Nona Muda yang semakin hari semakin memburuk karena siksaan Nyonya Besar, dan itu membuat hati Tuan Muda mulai tergerak,’’ kata Kepala Pelayan.


Aku senang kalau dia memberiku perhatian meskipun hanya sedikit. Tapi setelah dipikir-pikir sekali lagi, penjelasan Ajumoeni mengenai Seol Won … Perhatian yang diperlihatkan pria itu lebih terdengar karena kasihan kepadaku, ucapnya dalam hati.


‘’Sepertinya Tuan Muda menyukai Nona Muda.’’


Wajah Sae Ju langsung merona bukan main setelah mendengar ucapan kepala pelayan. ‘’Ke-Ke-Kenapa Ajumoeni sampai mengatakan hal konyol seperti itu? Ti-Tidak mungkin Seol Won menyukaiku.’’

__ADS_1


......................


Zachking Group


Bugh!


Seol Won menutup berkas dokumen dengan alis berkerut. ‘’Aku tidak menyukainya.’’


‘’Lalu kenapa kau sampai melakukannya kepada orang asing seperti gadis SMA itu?’’ tanya Goo Jun.


‘’Itu hanya tanggung jawabku karena sudah merusak hidupnya,’’ jawab Seol Won.


Sebelah alis sekretaris Roiy terangkat. ‘’Benarkah? Tapi Tuan Muda ah maksud saya Hoejang-nim tidak membiarkan dokter atau satupun pelayan menyentuh tubuh Nona Muda. Sampai melarang dokter, apakah itu bentuk tanggug jawab?’’


‘’Hm~ bukankah itu lebih terdengar overprotektif?’’ goda Goo Jun.


‘’Itu salah satu bentuk simpati karena sudah merusak hidupnya,’’ jawab Seol Won.

__ADS_1


‘’Simpati? Tapi Tuan Muda menyuruh Nyonya Besar untuk mengabaikan Nona Muda di kediaman Go, tidak peduli apa yang dilakukannya. Bukankah Tuan Muda sendiri yang mengatakan hal itu?’’ tanya Sekretaris Roiy.


‘’Kau ini berada di pihak mana?’’ tanya Seol Won dengan wajah bodohnya.


__ADS_2