Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 70 Pernikahan


__ADS_3

Sekretaris Roiy menatap Seol Won dengan tatapan iba. Ia juga belum pernah tidur karena mencemaskan majikannya.


‘’Roiy….’’


‘’Iya Tuan Muda,’’ jawab Sekretaris Roiy.


‘’Jantungku berhenti berdetak, dan seperti tertusuk ribuan jarum. Apakah ini yang dinamakan rasa sakit?’’ tanya Seol Won.


Sang sekretaris hanya diam untuk sesaat, sebelum akhirnya kembali bicara. ‘’Melihat situasi sekarang, mungkin memang seperti itu Tuan Muda.’’


Seol Won yang menyandarkan kepalanya di pintu mobil dengan kepala menengadah, hanya menghela nafas panjang. Untuk pertama kalinya, butiran bening mengalir dari sudut matanya.


Sekretaris Roiy yang melihatnya benar-benar sedih. ‘’Tuan Muda….’’


......................


1 minggu kemudian…


Seol Won yang tidak menyangka Sae Ju adalah wanita seperti itu, terpaksa menuruti perintah ibunya dan menikahi putri dari rekan kerjanya. Hal itu membuat Goo Jun dan Song Ki terkejut setelah mendengar kabarnya. Mereka berniat meminta penjelasan, tapi Seol Won berubah drastis menjadi dingin.


......................


Jalan Utama Kota


Terlihat sosok gadis berdiri di antara banyak orang yang hanya pasrah melihat pengumuman itu. Butiran bening langsung mengalir dari sudut matanya.

__ADS_1


......................


Pernikahan antara keluarga Go dan keluarga Lee berlangsung begitu mewah.


Nyonya Hae Ri tersenyum menerima semua ucapan untukknya, begitu juga dengan keluarga Lee.


‘’Woah, aku benar-benar tidak percaya dengan yang ada di depan mataku sekarang ini,’’ kata Goo Jun.


‘’Aku juga terkejut setelah mendapatkan kabar kalau dia akan menikahi putri keluarga Lee,’’ kata Song Ki.


‘’Kita juga sudah mencari Sae Ju kemana-mana, tapi tidak menemukan gadis itu. Jangan-jangan Nyonya Hae Ri memberinya paspor agar pergi ke luar negeri? Selain itu, bagaimana dengan teman gadis itu?’’ tanya Goo Jun.


‘’Sae Ju tidak mau membuat sahabatnya cemas. Jadi aku hanya mengambil alasan kalau dia sedang kerja paruh waktu,’’ jawab Song Ki.


......................


Malamnya, terdengar musik sambil seorang gadis menari diatas panggung. Ya, gadis yang tidak lain adalah Sae Ju itu, terpaksa kembali bekerja sebagai penari stiptis di klub setelah meninggalkan kediaman Go.


Para pria yang menyaksikan pertunjukannya hanya bersorak senang. Meskipun tidak ingin melakukannya, Sae Ju tidak memiliki pilihan lain. Ia melimpahkan semua kesedihannya setelah melihat pengumuman tadi pagi.


......................


Kediaman


Nyonya Hae Ri menyambut kedatangan Risa dengan sangat baik. Seol Won tidak peduli dan hanya menuju ke kamar.

__ADS_1


‘’Aku sangat senang kau menjadi menantuku. Jangan sungkan memanggilku Ibu,’’ senyum Nyonya Hae Ri.


‘’Aku mengerti, Ibu,’’ angguk Risa.


Nyonya Hae Ri semakin menyukainya. ‘’Kau wanita yang memang pantas mendampingi putraku. Mari aku antar ke kamar kalian.’’


Sesampainya di kamar pengantin, kedua wanita itu terbelalak melihat Seol Won sudah tidur di sofa.


‘’Ahaha, dia pasti sangat lelah. Kalau begitu, aku menyerahkan putraku kepadamu,’’ senyum Nyonya Hae Ri.


Risa mengangguk sambil tersenyum. Setelah memastikan kepergian ibu mertuanya, ia pun menutup pintu kamar dan masuk ke dalam. Dilihatnya kamar itu terdekorasi dengan sangat indah. Matanya melirik ke arah Seol Won.


Ia pun berjongkok di depan sofa sambil memandangi pria yang terlelap itu. Senyuman manis terukir dibibirnya. ‘’Awalnya aku sedih karena kau menolak pernikahannya hari itu. Tapi ternyata kau menerimanya. Kau menakutiku saja.’’


Tangan Risa hendak menyentuh Seol Won, tapi pria itu tiba-tiba membuka matanya.


Deg!


Seol Won melontarkan tatapan tajam. ‘’Siapa kau yang berani ingin menyentuhku?’’


‘’Eh? Tapi, kita sudah menikah. Apa salahnya suami dan istri saling bersentuhan?’’ tanya Risa.


Ia mengerutkan dahi karena pria itu hanya diam. Seol Won memang seperti rumor yang didengar. Tiba-tiba, ponsel suaminya berbunyi, membuat pria tadi bangkit dan menuju ke arah balkon.


Risa menatap Seol Won yang menerima panggilan. Namun, pria itu tidak mengatakan apa pun.

__ADS_1


Dia benar-benar pendiam, ucapnya dalam hati.


__ADS_2