Mertuaku Ibu Suri

Mertuaku Ibu Suri
Bab 34 Jarum


__ADS_3

Sae Ju meringis dan ingin mengelus pipinya, tapi kedua tangannya terluka sehingga tidak bisa melakukannya. ‘’Choesonghamnida, hiks….’’


Nyonya Hae Ri berdecih sambil berbalik menuju ke sofa. Ia menyuruh gadis itu mengambil kotak hitam di atas meja.


Tanpa bertanya, Sae Ju hanya menurut dan mengambil kotak hitam tersebut. Ia pun membukanya dan melihat puluhan jarum di dalamnya.


‘’Nyonya Besar?’’ ucapnya meminta penjelasan.


‘’Tusukkan semua jarum itu ke area yang melepuh tubuhmu. Itulah hukumanmu,’’ jawab Nyonya Hae Ri santai.


Deg!


Sae Ju tersentak dengan tubuh gemetar sambil menjatuhkan kotak tadi. ‘’Eh?’’


Nyonya Hae Ri menatap puluhan jarum yang berserakan di lantai, lalu kembali menatap Sae Ju. ‘’Cepat lakukan.’’


‘’Ta-Tapi Nyonya Besar?’’ tanya Sae Ju yang sudah menangis.


‘’Kerjaanmu itu selalu menangis saja! Segera lakukan yang aku perintahkan!’’ marah Nyonya Hae Ri.

__ADS_1


Sae Ju terisak sambil menatap jarum-jarum di lantai. Tubuhnya saja masih terasa nyeri karena luka bakar dan melepuh. Apalagi sekarang harus menggunakan jarum-jarum itu untuk meletuskan luka melepuh, membuatnya tidak bisa membayangkan seberapa sakit rasanya nanti.


‘’Kim Sae Ju, apa kau tuli?’’ tanya Nyonya Hae Ri.


......................


Sekolah


‘’Sae Ju tidak masuk lagi, argh~ apakah dia baik-baik saja? Eish, gadis itu,’’ gerutu Oh Yong yang keluar dari kamar mandi.


Ia tidak henti-hentinya mengomel sambil berjalan kembali ke kelas. Namun, langkahnya terhenti saat melihat seorang pria berjas yang baru saja keluar dari ruang guru, membuatnya bersembunyi dibalik tembok tiang.


‘’Sudah dua kali pria itu datang kemari. Memangnya ada keperluan apa pria rapi seperti itu di sini?’’ tatap Oh Yong.


‘’Saya akan menyampaikan kabar sampai Nona Muda Sae Ju kembali masuk.’’


Oh Yong langsung terbelalak mendengar ucapan pria itu. ‘’Sae Ju? Dia membicarakan Kim Sae Ju? Ige mwoya(Apa ini)? Aku tidak tahu kalau Sae Ju punya pengawal pribadi.’’


‘’Eh? Di mana pria itu?’’ lanjut Oh Yong tersadar kalau pria tadi sudah pergi.

__ADS_1


......................


Oh Yong berlari mencari pria berjas hitam itu, sampai akhirnya menemukan pria tersebut. ‘’Hei! Pria rapi di sana?! Tunggu sebentar!’’


Menyadari seseorang memanggilnya, pria berjas hitam berbalik, dan melihat seorang gadis menghampirinya. Yang dilihat pria itu dalam imajinasinya, sang gadis berlari slow motion demi menggapainya, sampai gadis itu terengah-engah.


‘’Biarkan aku bernafas dulu,’’ kata Oh Yong ngos-ngosan.


‘’Nona sampai mengejarku demi menyatakan perasaan. Sungguh, aku sangat terharu melihatnya. Baru kali ini ada gadis yang sangat menyukaiku diam-diam seperti ini.’’


Oh Yong yang mendengarnya langsung menganga bukan main. ‘’Ka-Kau salah paham Tuan.’’


‘’Nona tidak perlu malu. Aku tahu betul bagaimana Nona sekuat tenaga berjuang mengejarku. Tapi aku tidak punya waktu. Setidaknya, aku akan berbaik hati memperkenalkan diri. Namaku Park Roiy, ini kartu namaku. Nona bisa menghubungi nomorku untuk menyatakan perasaan. Mari bertemu di lain waktu,’’ kata Sekretaris Roiy.


Sang sekretaris pun berjalan pergi, sedangkan Oh Yong mematung di tempatnya dengan raut wajah rugi.


‘’Heh, pria itu benar-benar sudah tidak waras. Ah! Aku lupa menanyakan Sae Ju! Cih, semua itu gara-gara dirinya. Tapi, di mana aku pernah melihat pria itu, ya?’’ tanya Oh Yong.


Ia pun langsung tersadar kalau kelasnya masih memiliki jam pelajaran, membuatnya bergegas kembali.

__ADS_1


__ADS_2