
Nyonya Hae Ri terdiam untuk sesaat memastikan pendengarannya tidak salah. Ia menatap Seol Won dan meminta penjelasan kepada putranya itu.
Sang putra mengingatkan kalau sebelumnya Sae Ju adalah seorang pelajar. Dan sebagai seorang pelajar, tugas mereka adalah menuntun ilmu. Apalagi saat ini Sae Ju sudah memasuki semester kedua, dan tidak boleh banyak absen.
‘’Ibu adalah orang yang paling mendedikasikan diri kepada pendidikan. Jadi pasti mengerti perasaannya,’’ kata Seol Won.
Sae Ju hanya menunduk karena nyonya Hae Ri menatapnya dengan wajah serius.
Sebelah alis nyonya Hae Ri terangkat sambil menyentuh sarapannya.
‘’Baiklah. Tapi, dia hanya akan melakukan tugasnya sebagai seorang pelajar selama berada di sekolah. Setelah itu, supir pribadi akan membawanya pulang. Dia tidak boleh mengunjungi tempat lain atau berkumpul bersama teman-temannya, dan langsung pulang ke rumah.’’
‘’Saya mengerti,’’ kata Sae Ju.
Ia merasa sedikit senang karena diperbolehkan kembali masuk sekolah.
......................
Teras Utama
Sekretaris Roiy terbelalak melihat Seol Won keluar bersama Sae Ju yang mengenakan seragam sekolah. ‘’Wah, Nona Muda sudah akan masuk sekolah, ya?’’
__ADS_1
Sae Ju hanya tersenyum karena sebelumnya ia tidak pernah akrab dengan seorang pria selain teman sekolahnya saja.
‘’Ah! Saya sampai lupa mengucapkan salam. Selamat pagi Nona Muda,’’ sapa Sekretaris Roiy.
Seol Won memasang wajah bodohnya. ‘’Dia akan terlambat jika kau terus mengajaknya bicara.’’
Sekretaris Roiy berdehem dan langsung membuka pintu mobil sambil tersenyum. Kedua orang tadi pun memasuki pintu.
......................
Selama perjalanan, sekretaris Roiy tidak henti-hentinya mengajak Sae Ju bicara.
Gadis itu juga selalu merespon ucapan sang sekretaris. Sedangkan Seol Won yang menyimak sejak tadi hanya menopang dagu sambil menatap kedua orang tersebut.
‘’Terima kasih telah memberi tumpangan,’’ kata Sae Ju membungkuk lalu berjalan pergi.
Kedua pria tadi hanya menatap kepergian gadis itu.
Seol Won langsung menatap sekretaris Roiy dengan wajah bodohnya. ‘’Kau terlihat begitu senang mengajaknya bicara terus.’’
‘’Itu karena Tuan Muda selalu mengabaikan saya. Berbeda dengan Nona Muda, dia sangat asyik diajak bicara,’’ kata Sekretaris Roiy.
__ADS_1
......................
Sekolah
Sae Ju tidak percaya bisa menginjakkan kakinya lagi di tempat tersebut. Mengingat sebelumnya ia hanya disiksa oleh sang ibu mertua di kediaman, dan sekarang keluar dari rumah itu membuatnya bisa sedikit menghirup udara. Ia pun melangkahkan kaki sambil menghembuskan nafas disertai senyuman.
Orang-orang yang tidak pernah melihatnya masuk, menyapa Sae Ju seperti biasa. Mereka berpikir gadis itu jatuh sakit karena tidak menampakkan diri di sekolah.
‘’Yak! Kim Sae Ju!’’
Mendengar teriakan itu, membuat Sae Ju berbalik dan langsung tersenyum. ‘’Oh Yong-ah.’’
Gadis berambut curly panjang cokelat yang tidak lain adalah Oh Yong itu, langsung memeluk Sae Ju dan mengomeli gadis itu. ‘’Yak, kau ke mana saja akhir-akhir ini? Tadi aku mampir ke rumahmu, dan tetangga sekitar mengatakan keluargamu telah menjual rumah kalian. Sekarang kau tinggal di mana?’’
Sae Ju tersenyum kaku. ‘’Pertanyaanmu terlalu banyak. Bagaimana aku bisa menjawabnya kalau kau tidak memberiku kesempatan untuk bicara.’’
‘’Yak! Aku ini mencemaskan dirimu dasar babbo!’’ gerutu Oh Yong.
‘’Gumawo Oh Yong-ah,’’ senyum Sae Ju.
...Visual Park Oh Yong...
__ADS_1