
Kelas
Sae Ju menatap papan tulis begitu serius melihat sang guru menjelaskan meski sebenarnya ia termenung. Pikirannya lebih fokus kepada dua pria di dalam mobil tadi pagi.
Aneh, biasanya sekretaris itu sangat cerewet mengajakku bicara. Tapi, hari ini dia begitu diam. Apakah sedang ada masalah di perusahaan? Aku sampai merinding melihat sekretaris itu sangat tenang. Akan lebih baik kalau dia cerewet seperti biasa, ucapnya dalam hati.
......................
Bahkan waktu istirahat pun Sae Ju masih termenung. Oh Yong yang melihatnya langsung menyikuk gadis itu.
‘’Yak, bukan di kelas bukan di kafetaria kau selalu termenung. Ada apa? Kau memikirkan sesuatu?’’ tanya Oh Yong.
‘’Um, tidak ada apa-apa,’’ jawab Sae Ju tersadar.
‘’Kau berbohong,’’ kata Oh Yong memicingkan mata.
Sae Ju menghela nafas. ‘’Yong-ah, bisakah aku bertanya?’’
‘’Tanyakan apa saja,’’ jawab Oh Yong bersedia.
‘’Seandainya, ada seorang pria yang begitu cerewet tapi tiba-tiba diam, menurutmu dia kenapa?’’ tanya Sae Ju.
Oh Yong langsung menganga dan memajukan kepalanya. ‘’Apa ini? Aku tidak salah dengar, kan? Yak, Kim Sae Ju … Kau bertemu seorang pria dan akhirnya jatuh cinta?!’’
__ADS_1
Sae Ju melotot dan membengkap mulut Oh Yong sambil menatap semua orang di kafetaria. ‘’Yak, kecilkan suaramu.’’
‘’Hehe, mian. Aku hanya terkejut, kau yang memiliki nilai tinggi ternyata tertarik juga dengan seorang pria,’’ kata Oh Yong.
‘’Aku bilang seandainya. Sudahlah, tidak perlu dibahas lagi,’’ kata Sae Ju.
Oh Yong menepuk lengan gadis tadi dengan pelan. ‘’Eii, jangan berkata seperti itu. Aku tidak sengaja melakukannya dan membiarkan suaraku lepas begitu saja.’’
‘’Aku akan langsung pergi jika kau tidak bisa menutup mulutmu itu,’’ kata Sae Ju.
‘’Serahkan kepadaku. Tapi jelaskan dulu bagaimana ciri-ciri pria itu? Aku butuh informasi sedetail mungkin untuk mengeluarkan pendapatku,’’ kata Oh Yong.
Sae Ju tersenyum masam. ‘’Apakah itu perlu? Bukankah tidak ada hubungannya?’’
‘’Aku tidak bertanya mengenai wataknya. Haa … Dia pria berkulit putih, ramah kepada semua orang dan selalu tersenyum,’’kata Sae Ju.
‘’Hm~ apakah dia juga sangat tampan?’’ goda Oh Yong.
Sae Ju mengerutkan dahi. ‘’Um, lumayan.’’
‘’Dan kau bilang, pria yang kau sukai itu tiba-tiba menjadi diam?’’ tanya Oh Yong.
‘’Yak, aku tidak menyukainya,’’ bantah Sae Ju.
__ADS_1
‘’Sungguh?’’ tanya Oh Yong memastikan.
Sae Ju mengangguk.
‘’Sama sekali tidak menyukainya?’’ tanya Oh Yong.
‘’100% tidak menyukainya. Tidak ada rasa suka sedikitpun bahkan 0,1 ml!’’ tegas Sae Ju.
Oh Yong menghela nafas tanda menyerah. ‘’Baiklah. Pria itu selalu mengajakmu bicara dan tiba-tiba menjadi diam. Menurutku, kau mungkin melakukan kesalahan sehingga pria yang kau maksud itu menjadi diam.’’
Sae Ju mengerutkan dahi. ‘’Benarkah? Tapi aku tidak ingat sedang melakukan kesalahan kepa—‘’
‘’Satu hari ini kau ke mana saja?’’
‘’Aku bertanya kau ke mana satu hari ini,’’ kata Seol Won memberi tekanan di akhir kalimat. (Sae Ju teringat)
Ia pun langsung tersadar dan baru mengerti dengan maksud pertanyaan Seol Won kemarin malam.
Jangan-jangan Sekretaris Roiy menjemputku di sekolah, sedangkan aku sudah ada di rumah. Itulah kenapa Seol Won bertanya kepadaku, ucapnya dalam hati.
‘’Yak Sae Ju-ah, kenapa kau tiba-tiba diam sebelum menyelesaikan ucapanmu?’’ tanya Oh Yong.
‘’Eish, jangan bilang dia marah karena hal itu,’’ kata Sae Ju dengan nada pelan.
__ADS_1
‘’Jadi kau memang membuat kesalahan? Haa, setelah pulang sekolah nanti, aku akan menemanimu minta maaf kepadanya,’’ kata Oh Yong.