
Di sisi lain, Song Ki yang sedang menyetir meletakkan ponselnya.
‘’Siapa?’’ tanya Sae Ju.
‘’Goo Jun, dia datang ke perusahaan dan terkejut melihat ibunya Seol Won di sana. Katanya untuk sementara ini Nyonya Hae Ri yang memegang kendali perusahaan,’’ kata Song Ki.
‘’Eh? Benarkah?’’ tanya Sae Ju memastikan.
Song Ki mengangguk membenarkan. ‘’Kenapa? Kau tidak tahu?’’
Sae Ju menggeleng dengan raut wajah bingung. ‘’Tapi kenapa?’’
‘’Sepertinya Seol Won tidak memberitahumu. Padahal kalian suami-istri, tapi malah seperti orang asing,’’ kata Song Ki.
Sae Ju hanya diam tanpa mengatakan apa pun, membuat Song Ki menatapnya
‘’Saat ini Nona Yong pasti juga sedang gusar menghubungi karena belum tahu ponselmu rusak. Aku akan menghubunginya nanti setelah tiba di tempat servis,’’ kata Song Ki.
‘’U-Um,’’ angguk Sae Ju sambil tersenyum.
......................
Toko Service
Tidak peduli dimanapun mereka datang, hasilnya tetap sama dengan menyuruh Sae Ju membeli ponsel baru.
__ADS_1
‘’Kenapa kau tidak membeli ponsel saja?’’ tanya Song Ki.
Sae Ju tersenyum masam. ‘’Masalahnya uangku tidak cukup. Gajiku selama satu bulan tidak akan pernah cukup untuk membeli ponsel baru. Biaya perbaikan ponsel lebih murah, jadi aku memilih untuk memperbaikinya.’’
‘’Ternyata kau sendiri yang ingin menyusahkan diri. Tapi tunggu, kau bilang apa tadi? Gaji? Kau bekerja? Apakah Seol Won tidak pernah memberimu uang?’’ tanya Song Ki
‘’Aku tidak enak meminta kepadanya, jadi aku mencari kerja sampingan selama persiapan ujian. Dan itu tidak lama. Aku akan berhenti setelah penerimaan mahasiswa baru tiba,’’ jawab Sae Ju.
‘’Mwoya(Apa ini)? Jadi selama ini kau tidak pernah membawa uang jajan ke sekolah?’’ tanya Song Ki.
Sae Ju hanya tersenyum dengan wajah kaku, membuat pria di depannya terbelalak karena habis pikir.
‘’Ikut aku!’’ tarik Song Ki.
......................
Sejak tadi Seol Won mengurung diri di kamar, membuat kepala pelayan begitu cemas karena sudah tiba waktunya makan siang. Tidak peduli berapa kali pintu kamarnya diketuk, ia hanya diam terus.
‘’Tuan Muda? Ada seseorang yang mencari Anda di bawah.’’
Seol Won menolehkan kepala ke arah pintu setelah mendengar ucapan kepala pelayan tadi.
Ceklek!
Kepala pelayan sedikit lega karena akhirnya pintu terbuka dan memperlihatkan Seol Won berjalan keluar, membuatnya juga menyusul.
__ADS_1
‘’Apa ini? Kenapa wajahmu selalu rugi saat melihatku datang?’’ tanya Goo Jun yang duduk di sofa.
‘’Kau punya banyak luang, ya?’’ tatap Seol Won.
Goo Jun menghela nafas panjang. ‘’Kau tahu, aku mendatangi kantormu dan terkejut bukan main saat melihat ibumu yang ada di sana. Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?’’
‘’Kau tidak bertanya,’’ jawab Seol Won datar.
‘’Yak? Bagaimana aku tahu kalau kau tidak memberitahuku? Ibumu sampai ingin melapor kepada ayahku,’’ gerutu Goo Jun.
Ia menoleh karena Seol Won hanya diam. Dilihatnya pria itu menyangga dagunya sambil membuang wajah.
‘’Oh iya, aku sudah menghubungi Song Ki, dan dia bilang akan kemari. Tapi sebelum itu dia sedang mengurus sesuatu,’’ kata Goo Jun.
Saat itu juga ia terbelalak melihat raut wajah Seol Won. ‘’Apa? Kenapa kau menatapku begitu kesal?’’
Seol Won hanya diam sambil menghela nafas dan kembali membuang wajah.
‘’Sangat sepi, di mana istri rahasi—‘’
‘’Cih! Stt!’’ decih Seol Won memotong ucapan yang kembali kesal.
‘’Baiklah. Aku akan diam,’’ kata Goo Jun dengan wajah bingung.
Ada apa dengannya? Sangat cepat marah seperti wanita yang datang bulan saja, ucapnya dalam hati.
__ADS_1