
‘’Hee~ reaksi macam apa itu? Padahal kami datang jauh-jauh hanya untuk melihatmu,’’ kata Song Ki.
‘’Seharusnya kau senang karena aku dan Song Ki berkunjung,’’ kata Goo Jun.
Seol Won dengan raut datar hanya membuang wajah. ‘’Mengganggu saja.’’
‘’Kejamnya!’’ seru Goo Jun dan Song Ki bersamaan.
Namun, kedua pria itu tersenyum remeh dengan maksud mengejek. ‘’Dibandingkan itu, ada yang membuat kami lebih tertarik. Jadi kenapa Tuan Muda kita yang begitu rajin ini tiba-tiba tidak masuk ke kantor? Beristirahat sejenak atau mungkin malah ingin bersama dengan … Nona Muda.’’
Wajah Sae Ju langsung merona, nyonya Hae Ri mengepalkan tangan sedangkan Seol Won mengernyitkan alis.
Saat itu juga nyonya Hae Ri berdiri sambil tersenyum. ‘’Saya permisi dulu karena ada urusan sebentar.’’
Ia pun berjalan pergi sambil berlalu melewati Sae Ju.
Eh? Yang tadi itu … Nyonya Besar baru saja memintaku untuk ikut, kata Sae Ju dalam hati.
Song Ki menatap kepergian Sae Ju. Matanya langsung memicing sambil melihat punggung gadis itu pergi.
__ADS_1
Apakah aku tidak salah lihat? Kenapa wajahnya tiba-tiba memancarkan rasa takut? Selain itu, dia juga sedikit membungkuk ke arah Seol Won meski suaminya ini tidak sadar. Dan sikap itu seperti….
‘’Ada apa Song Ki? Kenapa kau melamun sambil melihat kepergian gadis itu?’’
Pandangan Seol Won langsung teralihkan begitu mendengar ucapan Goo Jun barusan. Ia pun menatap Song Ki yang hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Matanya kembali melirik ke arah perginya Sae Ju tadi.
......................
Seperti yang diduga, Sae Ju benar-benar mengikutinya dari belakang. Hal itu membuat nyonya Hae Ri tidak menyangka kalau gadis itu benar-benar sadar kalau dirinya dipanggil.
Tidak lama kemudian, kedua wanita itu tiba di depan ruang penyimpanan.
Tanpa membuang waktu, Sae Ju masuk dan sedikit menggigil sambil menatap bahan-bahan makanan yang selama ini disimpan di keluarga Go. Ia berbalik dan melihat nyonya Hae Ri masih diam di tempat.
Apakah Nyonya Besar ingin menyuruhku mengambil bahan untuk jamuan kedua pria tadi? Tapi aku tidak tahu harus mengambil yang mana, ucapnya dalam hati.
Namun, tidak ingin membuat wanita dewasa itu marah lagi, ia pun bergegas. Akan tetapi, saat itu juga pintu tertutup.
Sae Ju langsung berbalik dan menghampiri pintu. ‘’Nyonya Besar?!”
__ADS_1
Tiba-tiba lampu di dalam ruangan yang ditempati Sae Ju padam. Nyonya Hae Ri lalu memutar pengaturan suhu menjadi ke suhu terdingin.
Sae Ju memukul pintu tanpa sadar nyonya Hae Ri sudah pergi. Berbeda dengan sebelumnya, ia mengerutkan dahi saat menyadari asap di ruangan tersebut semakin bertambah. ‘’Eh? Jangan bilang Nyonya Besar ingin membekukan ruangan ini?’’
......................
Ruang Tamu
Goo Jun dan Song Ki memasang wajah bodoh sambil menatap Seol Won yang duduk tenang membaca buku.
Kami seperti berhadapan dengan sebuah patung, ucap mereka berdua kompak dalam hati.
Di saat bersamaan ponsel Song Ki berbunyi.
‘’Hee~ sekarang gadis mana lagi yang kau buat menangis?’’ tanya Goo Jun.
‘’Diamlah,’’ senyum Song Ki berjalan keluar.
Nyonya Hae Ri pun datang dan mengerutkan dahi saat tidak melihat sosok Song Ki, membuat Goo Jun memberitahunya kalau pria itu mendapatkan panggilan dari salah satu kekasihnya lagi.
__ADS_1