
"Om Revandra, El," teriak Gracel mendekati mereka berdua.
Mereka menoleh dan langsung menyengir.
"Mommy."
"Sayang."
"Apa ini?" tanya Gracel geram. "Kenapa semuanya berantakan, terus ini juga kenapa bikin kaya gini! Mana banyak banget minyak!" omel gadis itu.
"Lihat wajah kalian, gak ada bedanya sama badut." Gadis itu lanjut mengomel sambil membereskan dan membersihkan keberantakan yang terjadi.
Revandra dan Xaviel saling adu pandang satu sama lain lalu menunduk.
"Maaf," ucap mereka sama-sama sambil memegang telinga masing-masing.
Gracel menghela nafas pasrah. "Sana bersih-bersih, jangan lama setelahnya keluar makan lalu tidur! Udah tengah malam!" tegas Gracel.
Mereka mengangguk. Revandra berjalan duluan dan di ikori di belakang oleh anaknya.
"Daddy, mommy seram ih kalau ngomel," ujar Xaviel berlari kecil memegang tangan daddynya.
"Yah! Daddy aja takut," balasnya.
"Daddy ayo main ail," ajak Xaviel pada daddynya.
"sttt, jangan nanti kena omel lagi sama mommy," tolak Revandra membuka pakaian anaknya.
Mereka pun mandi bersama. Bilangnya gak mau main saat mandi namun buktinya mereka main robot-robot di dalam kamar mandi.
Gracel yang telah selesai menyiapkan makanan buat mereka. Karena lama menunggu akhirnya dia mengampiri kedua sontoloyo tersebut ke kamar.
"Apa kalian sudah selesai?" teriak Gracel di luar kamar.
Tidak ada jawaban dari dalam, dengan ragu Racel memutar kenop pintu.
__ADS_1
Terdengar suara ketawa dari kamar mandi.
Tok tok!
"Berhenti atau..."
Mereka berhentikan mainnya lalu memakai handuk masing-masing dengan buru-buru keluar dari kamar mandi.
Gracel menutup matanya melihat Revandra yang tidak menggunakan atasan.
"Aku tunggu di meja makan," ujarnya sambil menutup mata, keluar dari kamar.
Revandra terkekeh dan menangkap tubuh putranya untuk memakai pakaian.
Gracel menunggu di meja makan sambil menangkup kedua pipinya tiba-tiba ada yang memeluknya dan mencium keningnya.
"Om Revandra," kejut Gracel mendongak ke atas.
"Ubah nama panggilan itu, aku gak suka," pinta Revandra memanyunkan bibirnya.
"Terserah, asalkan jangan om, aku jadi merasa sangat tua, dengarnya," rengek lelaki itu.
"Mas?" tanya Gracel membuat lelaki itu mengangguk.
Gracel hanya berdehem.
"El mana?" tanya Gracel.
Revanda menunjuk ke arah kursi di depannya menggunakan dagu.
Gracel mendorong wajah Revandra menggunakan telapak tangan.
Xaviel hanya menatap mereka dengan tatapan polos.
"Mommy, El udah sangat lapal," rengek anak itu berlari ke arah sang mommy.
__ADS_1
Gracel mengibarkan-ngibarkan rambut anaknya yang basa lalu tersenyum dan mulai mengambil kan nasi beserta lauk tahu.
"Buka mulut, ayo!" pinta Gracel melalu lalangkan sendong itu ke arah mulut Xaviel.
Xaviel membuka mulutnya lalu mengunyah makanan itu.
"Sayang aku mau juga," rengek Revandra.
"Makan sendili, udah besal," timpal Xaviel.
"Aku bukan nanya kamu, aku nanya mommy!"
"Udah-udah, mau ribut lagi?" tanya Gracel. "Mas, kamu jangan terus mengajaknya berdebat!" celetuknya pada sang kekasih.
Revandra mengerucut kesal, sekarang saingannya anak sendiri membuatnya pusing tujuh keliling. Baru segini gimana kalau dia sudah menghalalkan gadis yang sudah berstatus kekasihnya itu? Bisa-bisa malam pertamanya akan gagal dan gagal.
Gracel melirik ke samping melihat Revandra yang tidak semangat untuk makan.
Gracel menepuk bahu Revandra membuatnya berbalik. Gracel menyodorokan sendong berisi makanan ke arahnya.
Revandra mengulumkan senyuman lalu menerima suapan itu.
Gracel membalasnya dengan senyuman dan tiba-tiba mencium pipi lekaki tersebut.
"Huk huk...." Revandra dengan cepat meraih segelas air lalu meminumnya. Matanya sudah memerah, serasa mendapatkan senam jantung malam.
"Mas, gak papa?" tanya Gracel tanpa salah.
Revandra menggeleng, kembali makan.
Gracel memasuki kamar Xaviel untuk menidurkan anak itu. Usai anak itu tertidur dia beranjak mengingkat rambutnya lalu memasuki kamar mandi untuk mencuci wajah dan ikut tidur.
Saat keluar dari kamar mandi tiba-tiba tangannya di tarik ke samping.
"Mas Revan," ujar Gracel.
__ADS_1
Revandra tersenyum nakal dan menempelkan gadis itu ke dinding, tangannya dia rentangkan di dinding.