Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 48 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Revandra maupun Gracel tidak diam di rumah, mereka di sibukan dengan urusan masing-masing. Untungnya Xaviel memahami mereka dan tidak rewel di urus oleh Para boygrup.


Revandra sibuk meeting, usainya. Dia bertemu dengan Delon yang membawa bukti tentang kebenaraan kalau memang dia tidak melakukan apapun pada wanita itu.


Revandra belum memberi tau Gracel. Dia ingin menyimpan saat hari pernikahannya di langsungkan, dia akan membongkar kebusukan orang yang berani menjebaknya.


"Benar-benar menjijikan," kelit Revandra. "Makasih Delon," ucap Revandra membuat ajudannya itu mengangguk.


"Kau pulanglah, jangan lupa membawa keluarga mu di hari pernikahan ku."


"Baik, bos." Delon pun pergi dari markas tersembunyi Revandra.


Revandra berdehem dan berdiri memperbaiki pakaiannya ikut pergi dari sana.


Dia melihat jam yang terbalut di tangannya sudah menujukan pukul 17.23 WIB. Revandra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, mengingat besok dia sudah melangsungkan pernikahan keduanya, tak henti-hentikan lelaki itu tersenyum.


Dia tidak langsung pulang. Revandra singgah di tempat pemakaman umum, di mana sang mendiang istri di makam'kan. Sebelum masuk dia membeli bunga untuk sang istri tercinta.


Revandra berjongkok, matanya tiba-tiba mengeluarkan butir mening melihat bingkai foto sang istri yang terpapan jelas di batu nisannya.


"Sayang, dari depan nisannya mu langsung, kakak meminta izin kembali untuk memulai hidup kakak lagi ya? Kakak janji dia orang yang baik," ucap Revandra sambil memeluk batu nisan istrinya.


Usai berbincang di makam istrinya Revandra pun memutuskan pergi karena sudah mulai magrib.


Revandra memberikan duit pada mas-mas yang sering membersihkan makam istrinya.

__ADS_1


💗💗💗💗💗💗


"Sayang kamu cari apa?" tanya Revandra melihat Gracel yang sibuk keluar masuk kamarnya.


"Ini mas, aku mencari surat dan kertas yang ada di dalam buku ini, tapi aku tidak menemukannya," jawab Gracel kembali mencari apa yang dia carinya.


"Emang itu apa?"


"Itu surat penting mas," jawabnya.


Revandra mengetik leptopnya lalu menutup kembali dan beranjak berdiri mendekati laci.


"Ini?" tanya Revandra menunjukan surat serta kertas di baliknya.


Gracel menoleh dan langsung mengambil dengan buru-buru.


Gracel menghela nafas lalu duduk di tepi ranjang. Revandra pun ikut duduk di samping Gracel.


"Mungkin ini udah saatnya aku menceritakannya ke mas, mas adalah calon suamiku suatu saat nanti juga akan memberi tau mu," ucap Gracel membuka surat.


Di surat itu terdapat foto mobil yang sedang hancur berkeping-keping dan terbakar.


Revandra mengerut keningnya, merasa tidak asing dengan gambar tersebut.


"Lima tahun yang lalu orang tuaku meninggal karena kecelakaan, ak-u, aku juga ada di sana. Aku bersama mereka, bahkan di depan mataku aku melihat jasad kedua orang tuaku di angkat dari mobil tersebut dengan keadaan sudah tak berbentuk manusia." Gracel tidak sanggup melanjutkan ucapannya, dadaknya seketika naik turun. Revandra pun langsung memeluknya.

__ADS_1


"Udah, stop!" pinta Revandra. "Jangan di lanjut, kamu gak usah cerita. Mas tidak memaksa mu memberi tau mas, mas bisa menunggu kapan waktu yang baik buat kamu menceritakannya."


Gracel terisak di dalam pelukan Revandra, gadis itu meremas kuat punggung Revandra. Tubuhnya bergetar setiap mengingat kejadian yang benar-benar membuatnya rapuh dan hancur.


Revandra mendongak dan membelai surai Gracel dengan lembut. Hatinya terasa sakit melihat kekasihnya seperti ini.


"Kamu istirahatlah, besok hari pernikahan kita. Kamu gak boleh terlalu lelah," ucap Revandra.


Hanya ada keheningan, Gracel masih berdiam diri di dalam pelukan Revandra dengan tangannya yang masih meremas kuat kemeja yang di pakai Revandra.


Ceklek!


Pintu terbuka terlihat Xaviel yang berjalan ke arah mereka. Revandra memberi isyarat jangan berisik.


Xaviel memanjat naik ke atas kasur.


"Mommy kenapa, daddy?" tanya Xaviel.


Revandra menoleh kebawah sekilas. "Sayang," panggil Revandra.


"Mas." Gracel memperbaiki dirinya. "Mas benaran gak mau dengar? Gracel janji tidak bakal phobia lagi."


Revandra menggeleng. "Gak usah, mas gak sanggup lihatnya," jawab Revandra.


"ale you ok beautiful?" tanya Xaviel.

__ADS_1


Gracel menoleh. "He siapa yang ngajarin?" tanya Gracel shock.


__ADS_2