
Gracel terus meringis di saat Revandra mengempurnya habis-habisan.
"Mas Revan, hiks." Si bumil udah menangis.
Revandra mencium bibirnya tanpa berhenti.
"Mas udah sakit," keluhnya Gracel mencakar lengan Revandra.
"Arkkk," jerit Gracel.
Revandra mengentikannya dan menghapus air mata sang istri. "Maaf."
Gracel hanya diam dengan nafas memburu.
"Sakit?"
"Nanya lagi!" ketus Gracel mengelus perutnya.
"Maaf." Hanya itu yang bisa di katakan Revandra, dia tidur di samping Gracel.
Gracel membalikan badannya membelakangi Revandra.
"Maafin mas," bisik Revandra memeluk Gracel dari belakang.
"Sakit," keluhnya sih bumil.
Revandra membalikan badannya, wajah istrinya sudah di penuhi dengan air mata.
"Mas obatin mau?"
Gracel mengangguk pelan membuat lelaki itu beranjak bangun dan mengambil salep.
"Pelan-pelan, pedih mas," tukas Gracel.
Revandra hanya berdeham, dia menaikan kedua kaki sang istri ke pundak dan mulai mengobatinya. Revandra ikutan meringis melihat punya istrinya benar-benar memerah karenanya. Padahal main hanya sebentar.
"Mas cepatan!" teriak Gracel menampol punggung Revandra.
"Sabar ih," balas Revandra.
"Udah-udah, biar aku aja yang oles,"ketus Gracel mengambil salep itu dan beranjak bangun.
"Kan susah, biar mas aja," imbuh Revandra.
__ADS_1
"Gak!"
Revandra menghela napas melihat istrinya membersihkan sendiri miliknya.
"Biar mas lap," pinta Revandra ingin mengambil tisu itu. Namun di tatap tajam membuatnya mengurungkan niat.
"Nah ambil," ketus Gracel melempar tisu itu dan tidur memakai selimut.
"Galak banget," gumam Revandra melempar tisu itu ke tong sampah.
Dia ikut tidur dan memeluk istrinya dari belakang. "Maafin daddy ya sayang,"bisik Revandra mengelus perut bucit istrinya. "Di dalam pusing ya? Maafin daddy ya," lanjutnya.
Gracel memejamkan matanya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu membuatnya tak jadi. Mereka menoleh bersama dan saling menatap.
"Uss, kamu tidur aja biar mas yang buka," ucapnya.
"Pake celana dulu mas," peringat Gracel membuat Revandra mengangguk.
Setelah memakai pakaian Revandra beranjak membuka pintu.
"Daddy."
"Anak Daddy kenapa?" tanya Revandra menggendong anaknya karena menangis.
Gracel mendongak. "Kenapa mas?"
"Gak tau sayang tiba-tiba nangis," jawab Revandra menidurkan anaknya di tengah mereka.
"Kenapa sayang?" tanya Gracel.
"Mainan El di rusak paman Gono," jawab Xaviel memeluk daddynya.
"Udah uss, nanti daddy beliin yang baru jangan nangis lagi," bujuk Revandra membelai rambut anaknya.
"Janji?"
Revandra langsung mengangguk membuat anak itu tersenyum.
"Aku tidur sama kalian boleh?" tanya Xaviel menatap kedua orang tuanya.
Mereka mengangguk. "Tapi El gak boleh di tengah atau dekat mommy ya?"
"Kenapa daddy?"
__ADS_1
"Perut mommy udah besar, El tidurnya gak diam takut El tenang perut mommy gimana?"
"Yaudah gak papa," jawab Xaviel.
"Anak mommy udah mandi?" tanya Gracel membuat anak itu menoleh dan mengangguk.
"Udah dong, nih...." Xaviel menyuruh Gracel menyiumnya.
"Owh iya udah harum, mandi sendiri?"
Xaviel mengangguk.
"Pintar banget anak mommy," ucap Gracel.
Gracel beranjak bangun, dia mengingkat rambutnya lalu menurunkan kakinya ke lantai. Walaupun masih sedikit perih dia harus berusaha agar Revandra tidak membantunya.
"Aw," ringisnya pelan memasuki kamar mandi dengan langkah kaki yang agak aneh.
"Kenapa cara jalan mommy kaya gitu daddy?"
Revandra tidak menjawab pertanyaan sang anak dia mengambil ponsel dan membuka film kartun, menonton bersama dengan sang putra.
Xaviel memeluk daddynya dan fokus menonton. Beda dengan sang daddy yang fokus ke pintu kamar mandi.
"Mas Revan," teriak Gracel membuat Revandra langsung belari ke kamar mandi.
"Kenapa sayang?" tanya Revandra dengan cemas.
Gracel meringis mencengkram dengan kuat lengan Revandra.
"Mas sakit," rintih Gracel.
Revandra yang panik langsung mengendong istrinya ke arah kasur.
"Apa yang sakit sayang?" tanya Revandra.
Gracel memegang bagian bawah perutnya.
"Sa-yang?"
Gracel menggeleng dan mencakar muka Revandra. "Perut aku hanya kram mas! Bukan pengen melahirkan makanya di usap ih!" ketus Gracel.
Revandra yang tadinya menampakan wajah khawatir langsung merubah.
__ADS_1
Revandra menaikan dress Gracel sampai ke dada dan mengusap perut buncit tersebut.