Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 93 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Hari terus berlalu kini usia kandungan Gracel sudah memasuki bulannya. Revandra yang sibuk dengan urusan kantornya kurang waktu dengan istrinya.


"Kamu yakin mas? Sebentar lagi aku ingin melahirkan dan kamu harus pergi?"


Revandra duduk di tepi ranjang dan mengelus lembut perut istrinya. "Mas juga gak tau sayang, tapi ini kerjaan yang penting," ucap Revandra.


"Yaudah deh serah mas aja," ketus Gracel menepis tangan Revandra membuat lelaki itu menghela nafas.


Gracel pergi dari sana membuka lemari untuk menyiapkan kepergian sang suami.


"Sayang jangan marah, mas akan segera pulang." Revandra memeluk istrinya dari belakang.


"Ck serah mas," jawab Gracel melepaskan pelukannya.


"Udah gini ajakan?" tanya Gracel keluar dari kamar meninggal Revandra sendiri di dalam kamar.


Revandra melihat istrinya pergi dari sana. Lelaki itu menghela napas dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.


Beberapa saat kemudian dia keluar. Namun belum menemukan istrinya, pakaian yang di harus pakai juga belum ada.


Lagi dan lagi lelaki itu menghela napas dan membuka lemari mengambil pakain sendiri yang belum di setrika. Mau berteriak memanggil istrinya, tapi dia sadar diri kalau dirinya salah.


Dia pun memakai pakaian itu sendiri tanpa setrika kusut-kusut gitu aja.


Saat hendak memakai dasi sendiri tiba-tiba istrinya datang membawa jas dan kemeja yang sudah di setrika.


Gracel melirik melihat suaminya sudah memakai pakaian kusut.


"Lepasin yang itu pake yang ini," sahut Gracel membuat Revandra menurut.


Gracel dengan wajah tak bersahabatnya memasangkan dasi Revandra.


"Sayang jangan gini dong," ucap Revandra menarik tangan Gracel.

__ADS_1


"Gimana apa mas? Aku udah nyuruh mas pergi kok. Terus apa lagi?"


"Jangan bersikap gini."


"Bersikap gimana mas? Aku gak siapin kamu ke kantor? Aku gak siapin kamu makan? Gak siapin kepergian kamu? Apalagi?" tanya si bumil berturut-turut.


Revandra kembali menghela napas.


"Kemarin Delon pengen bantu biar di aja yang pergi, tapi namanya juga ceo kan ya? Dia harus yang pergi walaupun istrinya sebentar lagi melahirkan," sindir Gracel mengambil pakaian kotor Revandra yang ada di atas kasur.


Revandra hanya diam memandang istrinya yang terus mengomelinya. Dia juga tak ingin pergi tapi gimana lagi, ini sangat penting.


"Maaf," ucap Revandra membuat Gracel meliriknya sekilas.


"Gak perlu minta maaf, aku yang egois gak biarin kamu pergi. Padahal inikan urusan kerja, urusan kerja lebih penting kalau masa kehamilanku aku bisa sendiri," ucapnya Gracel. "Cepat keluar, aku udah buatin sarapan," lanjutnya keluar dari dulu dari kamar.


Revandra menoleh di mana ada persiapannya yang sudah dia siapkan untuk persalinan sang istri. Dia pun ikut keluar untuk sarapan dan berangkat.


"Halo anak daddy yang tampan," seru Revandra melihat putranya sudah duduk dan makan.


"Sayang mas pergi dulu ya? Mas cuma sebentar, saat persalinan kamu mas akan pulang secepatnya," ucap Revandra mengecup dengan lama kening Gracel.


Gracel hanya berdehem. Revandra pun mendorong kopernya ke arah mobil yang sudah di siapkan.


Gracel menghela napas melihat kepergian sang suami. Dia mengusap perutnya dengan lembut.


"Daddy ada kerjaan sayang, jangan sedih ya? Dia akan pulang secepatnya," ucapnya masuk kembali ke dalam mansion.


Baru kali ini Revandra tidak merasa kasian dengan istrinya dan menantangkan untuk pergi. Padahal bumil itu sudah menangis kemarin untuk Revandra tidak pergi.


Si bumil hanya duduk di balkon kamar memandang pengandara berlalu lalang.


Tiba-tiba merasa gak enak, pinggangnya mulai sakit. Dia beranjak dan berteriak ke art dan boygrup.

__ADS_1


Sri langsung berlari. "Racel."


"Bik," ringis Gracel meremas dengan kuat lengan Sri.


"Cepat siapin mobil!" teriak Sri.


Satu Boygrup berlari. Marro yang baru saja datang seketika terkejut dan langsung menggendong majikannya.


Dengan perasaan panik salah satu art berlari memasuki kamar majikannya dan mengambil barang-barang yang di butuhkan.


"Telfon mas Revan," teriak Gracel saat merasakan pahanya basa.


Revandra yang baru saja sampai di bandara bersama dengan Delon.


"Bos ada telfon dari Gono," teriak Delon membuat Revandra menoleh dan mengambil ponsel itu.


📱"Tuan bos," ucap Gono di seberang telfon dengan panik.


📱"Ya cepatan jangan bertele-tele," bentak Revandra.


📱"N-yonya, ingin melahirkan Tuan, sekarang dia di laringan ke rumah sakit oleu Marro," ucap Gono.


📱"Apa!" Revandra mematikan sambungan telfon dan langsung berlari keluar bandara meninggalkan Delon. Dia mengendarai mobilnya sendiri.


Revandra terus menyalip pengendara lain, sekarang istrinya lebih penting.


"Suami pasien?" tanya suster.


Marro dan Sri saling tatap.


"Belum sampai sus, tapi bisa aku aja?" tanya Sri dan langsung di angguki suster itu.


Sri masuk ke dalam ruangan di mana ada majikannya yang sudah di penuhi keringat.

__ADS_1


"Yang Kuat, ayo jangan menyerah," bisik Sri mengenggam tangan Gracel.


"Mas Revan mana bik?" tanya Gracel.


__ADS_2