Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 95 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Para suster memasang kembali alat medis ke tubuh Revandra.


"Bos bangun bos," teriak Delon. "Nyonya bos butuh anda bos," teriak Delon kembali sambil menguncang tubuh Revandra yang masih terlelap.


"Periksa Sialan!" bentak Marro membuat dokter itu memeriksa ulang Revandra.


"Sadar Tuan, dia benar-benar sudah meninggal," ucap dokter itu menggeleng.


"Gak!" bantah mereka berdua berjongkok di depan brankar Revandra.


"Bos bangun," teriak mereka dengan suara isakan.


"Dok lihat," seru Suster.


Mereka semua menoleh dan melihat arah tunjuk suster, Delon dan Marro saling tatap lalu berdiri.


Dokter itu memeriksa ulang Revandra dan benar detak jantung lelaki itu kembali berdetak.


"Kehendak sang maha kuasa," gumam sang dokter membuat Delon dan Marro merasa bahagia.


Saat asik saling peluk memeluk. Mereka langsung menoleh.


"Bos," ucap mereka, bahkan dokter yang masih menenganinya terperanjat kaget.


Revandra melepaskan semua alat medis di tubuhnya lalu turun dari brankar.


"Tolong jangan pergi," cegah sang dokter.


"Lepas sialan, istri gue!" bentak Revandra keluar dari ruang itu dan berlari dengan memegang dadanya menuju ruangan persalinan sang istri.


Brak!


Revandra membuka pintu dengan sangat keras dan tersenyum, mendekat kearah sang istri.


"Mas Revan."

__ADS_1


"Sayang." Revandra mengenggam tangan istrinya. "Ayo demi dedek," bisik Revandra mencium kening istrinya.


Orang yang ada di ruangan itu mengerut bingung. Namun tetap melanjutkan persalinannya.


Gracel kembali menjerit dengan kuat bahkan lengan Revandra dia remas dengan kuat, wajah suaminya yang terdapat banyak luka dia cakar membuat lelaki itu meringis. Namun tetap bertahan.


Gracel menghela nafas lalu kembali menjerit sekuat tenaga. Sampai tangisan bayi terdengar nyaring di ruangan itu.


"Alhamdulillah," ucap dokter, yang sedang menggendong sebuah putri mungil.


Gracel memandang suaminya. "Mas Revan," panggilnya dengan suara lemah.


Revandra langsung mencium seluruh inti tubuh istrinya. "Makasih sayang," bisik Revandra.


Gracel langsung menutup matanya, dirinya begitu lelah.


"Apa aku boleh menggendong putriku?" tanya Revandra membuat dokter yang selesai membersihkan bayi itu mengangguk dan memberikan Revandra dengan pelan.


"Halo sayang," sapa Revandra mencium putri kecilnya. Dia mengadzankan putrinya.


Seakan yang tadi mendapati sakit yang begitu dalam, di bagian kepala terasa pening, luka di wajah dan kaki yang sakit. Merasa hilang seketika.


Keduanya akhirnya di pindahkan keruang perawatan VIP.


Suster mengajak Revandra untuk istirahat karena dia belum benar-benar puli. Namun seketika tuli Revandra tidak mendengarkan dia tetap di ruangan sang istri yang masih terlelap. Dia terus bermain dengan putri kecilnya.


"Cantik," gumam Revandra. "Kaya mommynya." Revandra menoleh ke brankar di mana sang istri masih terlelap.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Seorang bocah berlari ke arah Revandra, siapa lagi kalau bukan Xaviel.


"Daddy ini adek El?" tanya Xaviel.


Revandra mengangguk. "Ya ini adekmu," ucapnya.


"Boleh El pegang daddy?

__ADS_1


Revandra berdehem dan memangku putranya. Anak itu mengusap pipi yang masih merah adiknya.


"Halo dedek, kenalin aku abang kamu yang paling tampan," seru Xaviel. "Daddy, wajah daddy kenapa? Ko luka-luka?"


Revandra menggeleng.


"Sakit ya?"


Revandra kembali menggeleng. Membuat anak itu hanya menghela nafas dan menoleh ke brankar.


"Mommy."


"Ustt, mommy lagi istirahat capek," ucap Revandra.


Xaviel mengangguk dan terus mengusap lembut pipi mulus sang adik.


"Nama adek siapa daddy?" tanya Xaviel.


"Tanya mommy setelah bangun," jawab Revandra.


"Daddy lihat wajahnya, mirip banget sama daddy," ucap Xaviel.


"Masa sih?"


Revandra ikut memperhatikan buah hatinya, memang benar dari hidung, bibir, mata, duplikat Revandra semua. Sedangkan Gracel hanya mendapatkan hikmahnya.


Tiba-tiba bayi itu menangis membuat Revandra langsung menggendongnya.


"Eh kok nangis anak daddy?"


"Daddy kayanya dedek lapar," sahut Xaviel.


"Mommy kamu belum bangun El," ucap Revandra mendekati brankar sang istri. "Cucucu, diam dong sayang mommy masih bobo. Dia masih sakit," lanjut Revandra mengecup anaknya.


Tiba-tiba Gracel membuka matanya dan menatap Revandra yang menggendong putranya.

__ADS_1


Gracel tersenyum, Revandra pun menidurkan dengan hati-hati putrinya dekat sang istri.


__ADS_2