Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 70 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Revandra yang terlelap langsung terperanjak kaget karena mendengar suara teriakan istrinya. Dengan kepala pening dan badan tak seimbang dia memasuki kamar mandi dengan buru-buru takut terjadi apa-apa pada istrinya.


"Ada apa sih sayang?" tanya Revandra memeluk istrinya yang menangis sesengukan.


"M-as." Gracel menangis seraya meremas lengan Revandra yang hanya memakai dalaman.


"Iya sayang apa?" Revandra membelai pipi sang istri dab mengecup singkat mata Gracel.


"Ini." Dengan tangan bergetar Gracel memperlihatkan benda kecil yang dia pegang.


Revandra seketika membuka matanya lebar-lebar dan memegang benda kecil tersebut.


"Ka-mu ha-mil, benaran sayang?" tanya Revandra memastikan.


Dengan badan terguncang Gracel mengangguk.


"Hasik jadi daddy lagi." Revandra melompat-lompat dan menyium tak henti-henti pipi dan kening istrinya, saking senangnya akan menjadi daddy dua anak.


"Mas kok senang sih?"


Revandra tersenyum dan mencium benda kecil itu lalu menoleh ke arah Gracel.


"Jelaslah mas senang, sebentar lagi mas jadi daddy dua anak," jawab Revandra tersenyum mengembang.


"Tapi..."

__ADS_1


"Tapi apa sayang? Kita kan sudah menikah, udab wajar kita mempunyai buah hati. Ingat ini tanda cinta kita," ucap Revandra mengayakinkan istrinya.


"Xaviel masih kecil mas," ucap Gracel memegang tangan suaminya yang berada di pipinya.


"Xaviel akan senang, kita akan menyayangi mereka dengan adil. Mas janji." Revandra mengecup singkat kening istrinya. "Kita harus menerima apa yang Tuhan berikan, ini tanggung jawab kita. Banyak orang di luar sana yang menunggu buah hati mereka namun belum mendapatkannya, sedangkan kita? Kita sudah di beri," jelas Revandra.


Gracel tampak diam dan langsung memeluk suaminya. Revandra pun memeluk balik.


"Kita akan mengurus Xaviel dan adiknya di dalam sini." Revandra menunjuk perut Gracel membuat Gracel terkekeh dan mengangguk.


Apa yang di katakan Revandra ada benarnya, kita harus bersyukur dengan apa yang di berikan. Banyak orang di luar sana yang menunggu buah hati mereka yang belum mereka dapatkan, sehingga memilih untuk memulai bayi tabung.


Revandra menuntut istrinya keluar kamar mandi dan membantunya berbaring di ranjang, di samping sang anak yang masih terlelap di siang bolong ini.


Lelaki itu tak henti-hentinya berterima kasih, karena kembali menantikan seorang buah hatinya.


Gracel mengangguk pelan. Revandra pun beranjak mengambil perban yang baru dan kotak P3k.


Dengan pelan dia membuka perban istrinya yang masih terdapat luka bekas jahitan, dokter menyarangkan tetap di perban selama jahitan itu benar-benar tertanam.


Gracel menutup matanya sedikit meringis saat Revandra membersihkannya.


Revandra sedikit melirik dan memagut bibir istrinya agar sedikit merasa lega.


Sambil mencium bibir Gracel, Revandra fokus mengganti perbannya.

__ADS_1


"Udah," ucap Revandra melepaskan ciumannya saat usai mengganti perbannya.


Gracel mengerucut bibirnya dan memajukan sedikit badan Revandra yang membereskan bekas perban tersebut.


Dengan tak aba-aba Gracel lebih dulu memagut bibir Revandra sampai lelaki itu membeku namun menikmati sentuhan istrinya.


Revandra yang sudah terleda langsung menidurkan Gracel dan mengkukunya lalu melanjutkan ciuman mereka, kini Revandra mamagut dengan rakus bibir pink itu, bahkan sedikit menggigitnya membuat bibir itu akan rentak dan memerah.


Gracel memegang kedua bahu Revandra.


Karena terlalu lama saling menyium akhirnya Gracel memukul pelan lengan suaminya agar berhenti.


Revandra pun tau kodean istrinya langsung melepaskan bibirnya.


Gracel meringis kesakitan dan memegang bibirnya yang perih.


"Perih mas," keluh Gracel.


Revandra mengecupnya sekilas. "Maaf," jawabnya, tidur di samping sang istri sambil berusaha mengatur nafas yang tersengat-sengat.


Revandra berbalik begitu pun dengan Gracel sehingga mereka saling tatap.


Lelaki itu tersenyum dan membelai rambut Gracel dengan lembut.


"Makasih, makasih sekalian lagi karena kamu akan memberikan'ku buah hati," ucap Revandra.

__ADS_1


Gracel mengangguk pelan dan memegang kedua pipi suaminya. "Mas gak lapar? Mau aku buatin?" tanya Gracel.


Revandra menggeleng. "Aku merasa mual kalau menyentuh makanan sayang," tolaknya.


__ADS_2