
"Bertahanlah sayang," gumam Revandra menyelip banyak pengendara, tangannya mulai gemetar. "Sialan lo anjing, seharusnya lo dengerin kata-katanya jangan pergi," teriak Revandra mengacak rambutnya furstasi tanpa memegang setir padahal saat ini laju mobilnya sedang di atas rata-rata. Dia yang baru sadar langsung membelokan setir itu kanan kiri.
Revandra yang panik karena di depan ada sebuah bus kalau dia merem mendadak sama saja dia akan menabrak bus itu dan merenguk banyak nyawa yang ada di dalamnya.
Pada akhirnya dia memutar setir mobilnya ke arah pohon besar, dan akhirnya terjadilah kecelakaan yang tak di inginkan.
*************
Gracel mengenggam dengan kuat tangan Sri.
"Aku mau mas Revan, bik," ucap Gracel pelan.
Sri memandang keluar ruangan tidak ada tanda-tanda majikannya itu datang.
"Ayo mama sebentar lagi," ucap dokter.
Gracel berusaha. Namun saat ini yang dia butuhkan adalah sang suami.
"Ayo, suami anda akan datang tapi kita keluarin dulu ya dedeknya kasian," bujuk sang dokter.
Gracel menjerit sekuat tenaga.
"Mas Revan," teriak Gracel.
Dokter itu memandang Sri. "Anda bisa menghubungi suaminya secepat mungkin."
Sri pun keluar dari ruangan untuk menemui Marro untuk segera telfon Revandra cepat.
"Lah Marro?" Sri menoleh kemana-mana. Namun tidak mendapati Marro.
Dia juga meninggalkan ponselnya di rumah. Wanita paruh baya itu berjalan di koridor rumah sakit berharap dia mendapatkan Marro.
"Marro," teriak Sri saat sampai di ruang darurat.
"Ada apa ini? Ngapain kamu di sini?" tanya Sri. "Nyonya ingin Tuan, kau boleh menelfonnya?"
__ADS_1
Marro tampak diam. "An-u, Tuan." Lidah Marro seketika kaku dia hanya menunjuk masuk ke dalam ruang darurat.
"Jangan bilang..."
Marro mengangguk. "Bos kecelakaan saat menuju ke sini," ucap Marro.
"Tidak... Gimana dengan Nyonya? Dia sedang bertarung nyawa saat ini untuk melahirkan majikan muda kita, dan dia membutuhkan Tuan," ucap Sri duduk di kursi.
"Bibik ke sanalah, jangan katakan apapun. Katakan saja bos terlanjur dalam penerbangan," pinta Marro.
Sri mengangguk dan kembali keruang persalinan.
"Gimana bik, suamiku mana?" tanya Gracel menahan rasa sakitnya.
"Tuan gak bisa datang, dia terlanjur dalam penerbangan," jawab Sri berdusta.
Gracel menintihkan air mata. Sepenting itukah kerja suaminya?
"Ayo, Demi bayi kamu, harus kuat," ucap Sri.
Gracel mengangguk dan kembali berusaha.
"Arkkk," jerit Gracel berusaha, dia terus mengenggam tangan Sri.
"Ayo mama, anaknya udah mau sampai," ucap Dokter membuat Gracel dengan sekuat tenaga menjerit.
"Dokter aku gak kuat dokter, aku butuh suamiku," lirih Gracel.
Dokter memberi Gracel istirahat. "Kita harus mengeluarkannya," ucap dokter.
Gracel menintihkan air matanya.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka membuat dokter menoleh.
"Dok ada pasien, atas nama Revandra Keenan Mahaswara di nyatakan meninggal," ucap suster itu.
__ADS_1
Sri menoleh ke arah Gracel.
"Bik? Ini bukan suami aku kan? Dia gak mungkin meninggal, nama itu sangat umum jadi dia bukan suamiku." Gracel menggeleng. "Ayo dokter lakukan cepat," teriak Gracel.
"Istrinya bernama Gracel Bianca, katanya dia ke rumah sakit untuk menemui istrinya yang sedang melahirkan, dan di jalan dia mengenai musibah."
Gracel menggeleng. "Gak sialan, suamiku gak meninggal dia keluar kota untuk menyelesaikan pekerjaan," teriak Gracel.
Dokter itu menoleh dia memanggil para suster itu menengani Gracel.
"Suamiku bik, bukan dia!" teriak Gracel.
"Jangan pikirin itu dulu, sekarang pikirin bayi kamu kasian dia,"
Dengan perasaan memburu, dia mengelah nafas lalu menjerit kembali.
"Ayo bu," teriak suster memegang Gracel.
"Mas Revan," terik Gracel sekuat tenaga.
Dokter tersenyum. "Lihat kepalanya udah kelihatan, ayo berusaha lagi mama. Anaknya ingin segera bertemu denganmu," seru dokter.
Gracel kembali berteriak.
"Dokter tenaganya mulai melemah," ucap suster.
Dokter itu mengode pada suster untuk memegang kepala bayi.
Dokter memeriksa Gracel yang mulai menutup matanya. Dokter itu membisikkan sesuatu kepada calon mommy tersebut.
Gracel berusaha membuka matanya, dengan keadaan lemah dia kembali berusaha, dia bahkan menjambak rambut suster di sampingnya.
Di lain sisi ada Rani yang pingsan di dada sang suami mendengar berita sang anak yang telah tiada, dan ada menantu yang sedang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan cucu keduanya.
Papi Kenzo melap air matanya. Entah bagaimama hancurnya saat ini, yang paling hancur adalah Gracel, di saat persalinannya, dia mendapatkan berita yang tidak seharusnya dia dengar.
__ADS_1
Marro dan Delon menangis melihat bosnya, mulai di tutupi kain.
"Jangan di tutup dulu sialan, pasang alatnya. Bos gak selemah itu. Dia akan selamat dia mengingat istri dan anaknya yang sedang berjuang," teriak Delon membuang kain yang hampir menutupi tubuh majikannya dan menyuruh dokter untuk memasangkan kembali alat medis ke tubuh sang bos.