
Gracel berteriak membuat Revandra yang terlelap langsung membuka matanya dan beranjak bangun.
"Ada apa?" tanya Revandra meraba-raba tubuh istrinya. "Kenapa? Sakit itunya?" lanjut Revandra berutut-turut.
Gracel menggeleng membuat Revandra bernafas lega.
"Kamu membuatku cemas, ada apa?"
"Mas gak pake pengaman?"
Revandra menoleh ke nakas dan menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal, lalu menggeleng.
Wanita itu mencubit dengan kuat perut Revandra membuat lelaki itu meringis kesakitan.
"Jangan di cubit, baby," rengek Revandra memeluk istrinya namun langsung di tepis.
Gracel berdesih pada suaminya. Dia menarik selimut dan membelakangi Revandra. "Gak dapat jatah sebulan!" tutur Gracel.
Revandra yang mendengarnya langsung melotot dan ikut tidur, memeluk istrinya dari belakang.
"Mana bisa gitu, gak ada ya peraturan seperti itu, pokoknya jatah harus jalan tiap hari," protes Revandra.
"Gak!"
"Mas, lupa loh sayang. Apa masalahnya juga gak pake pengaman? Kitakan udah suami istri, mas akan tanggung jawab kok. Kita bikin tim sepak bola El yang jadi ketuanya," bisik Revandra makin ngadi-ngadi pikir Gracel.
"Serah, Mas aja!"
**************
Revandra sekaang di pusingi oleh istrinya yang sedang ngambek pasal tidak memakai pengaman semalam.
"Sayang," panggil Revandra pada Gracel yang sedang memakaikannya dasi.
Gracel sama sekali tak meresponnya, dia mengambil tas milik Revandra lalu menarik lelaki itu keluar untuk makan.
"Maafin dulu dong, kamu bisu sampai gak bisa balas ucapan mas?"
Revandra menarik tangan Gracel kedekapannya. "Dosa gak balas ucapan suami," bisik Revandra.
__ADS_1
"Mas nyebelin," sahut Gracel pelan memanyunkan bibirnya.
"Mas lupa sayang," balas Revandra.
"Mas gak lupa! Mas memang tak mau memakainya," jawab Gracel.
"Mas mau punya anak lagi masalah? Lagian El juga bakal senang kalau dia mempunyai adek yang akan menemaninya."
Gracel tampak terdiam.
"Mommy," panggil Xaviel tiba-tiba. Gracel melepas dekapan Revandra lalu menoleh dan langsung menangkap putranya.
"Kakinya masih sakit?" tanya Gracel meninggalkan Revandra sendiri.
"Dikit aja, kan doktelnya mommy akan sembuh!" jawab Xaviel.
Gracel terkekeh membawa anaknya itu untuk sarapan.
"Mommy El mau masuk sekolah."
Gracel menggeleng. "Sekarang El belum bisa masuk les," jawan Gracel.
"Nanti," jawab Gracel mengoleskan slay coklat ke roti.
"Mommy El mau satu," pinta Xaviel.
Gracel mengambil roti tersebut dan memberikannya pada sang putra.
Grace menoleh saat suaminya datang dengan pakaian rumahan.
"Mas ngapain ganti pakaian? Mas mau libur lagi?" tanya Gracel.
"Gak masalah, kan kantor mas," jawab Revandra mengambil roti yang sudah di beri slay milik anaknya.
"Daddy punya El," pekik Xaviel memukul tangan daddynya.
"Minta daddy satu," ucap Revandra.
"Gak mau." Xaviel menjauhkan roti tawarnya dari daddynya.
__ADS_1
Gracel memberikan roti yang sudah dia makan sepotong ke arah suaminya.
Revandra menggeleng. "Makanlah," ucap Revandra membelai sudut bibir istrinya yang terdapat coklat.
"Jangan pegang mommy El!" tegas Xaviel menjauhkan tangan Revandra dari mommynya.
Revandra mencibikan bibirnya lalu meminum kopi hangat yang di buat istrinya.
"El pelit, padahal mommy juga punya daddy," cibir Revandra.
"Gak! El gak mau berbagi!"
"Yaudah, Fisha punya daddy," ucap Revandra.
"Gak boleh, Fisha juga punya El," kelit Xaviel.
"Mas, anaknya lagi makan di ledekin mulu. Heran," timpal Gracel merasa kesal pada suaminya.
"Sayang, Interview di mana lagi?" tanya Revandra.
Gracel menggeleng. "Belum mas, aku merasa malas kemana-mana," jawab Gracel. "Mau di rumah aja."
"Kamu mau buang sia-sia cita-cita kamu serta perjuangan kamu beberapa tahun ini?"
Gracel menggeleng dan tiba-tiba menangis membuat Revandra dan Xaviel adu pandang.
"Mommy kenapa?"
"Sayang kamu kenapa?"
Gracel kembali menggeleng dan menambah nada tangisnya sambil memakan roti yang dia pegang.
Revandra menggaruk belakang kepala dan mendekati istrinya.
"Kamu kenapa? Kepalanya sakit?" tanya Revandra.
Gracel sekali lagi menggeleng.
"Tadi ucapanku salah, iya?" tanya Revandra lagi.
__ADS_1
"Mommy, mommy ambil roti El aja." Xaviel menyodorkan piring berisi roti. "El punya salah sama mommy?"