Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 71 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Revandra memandikan putranya sekalian dirinya.


"El mau dedek gak?" tanya Revandra yang membilas badan anaknya.


"Adek? Fisha ada adek."


"Iya terus El juga pengen gak punya adek?" tanya Revandra.


"Kata Fisha kalau punya adek nanti punya teman main, El mau punya adek kaya Fisha. Kata apah Fisha 'Kalau mau punya dedek harus tidur sendiri' El mau tidur sendiri aja biar punya dedek," jelas Xaviel.


Revandra terkekeh pantas dua hari ini anaknya tidak merengek pengen di tidurin oleh istrinya.


"Nah kalau El tidur sendiri, daddy sama mommy akan kasih El dedek," ucap Revandra.


"Dedek? Benaran?"


Revandra mengangguk lalu menggendong anaknya keluar dari kamar mandi.


"Mommy," teriak Xaviel berlari sampai handuk yang di pakaian terjatuh.


Gracel menoleh dan membulat. "Eh kenapa gak pake handuk?" tanya Gracel berjongkok di depan anaknya.


"El mau dedek," seru Xaviel pada mommynya.


Gracel menoleh ke arah Revandra dan kembali menatap anaknya. Dia tersenyum lalu mengangguk.


"Mana dedeknya?" tanya Xaviel dengan polosnya.


Revandra ikut berjongkok dan menunjuk perut rata Gracel.


"Dalam perut mommy,"jawab Revandra.


"Dalam pelut mommy?" tanya Xaviel. "Mommy makan dedek?"

__ADS_1


Revandra maupun Gracel menepuk jidat masing-masing.


"Mommy gak makan dedek, tapi dedek memang berasal di dalam sini," jelas Gracel. "Seperti El, El juga berasal dari dalam perut," lanjutnya.


"Kok bisa mommy?" tanya Xaviel.


"Udah ha, anak kecil gak boleh tau." Revandra mendudukan putranya di tepi ranjang.


"Iya terus kapan dedeknya ada?" tanya Xaviel lagi.


"Tunggu sampai 270-Hari," jawab Revandra.


"Lama banget," keluh Xaviel.


"Emang gitu, makanya sabar. Daddy juga akan sabar," tutur Revandra menidurkan anaknya dan memakaikannya bedak.


Gracel hanya terkekeh dan membuka lemari mencari pakain untuk suaminya dan anaknya itu.


"Mommy tolong El." Anak itu merentangkan tangannya pada Gracel namun Revandra menidurinya dan menciumnya tanpa ampun.


Gracel hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka.


"Daddy jangan gituin anaknya, kasian," timpal Gracel.


Revandra terkekeh dan tersenyum. Dia berbalik dan mengambil pakaian yang di berikan sang istri lalu segera memakainya.


Gracel pun memakaikan pakaian pada anak tampannya.


"Sayang robek," ujar Revandra memperlihatkan celananya yang robek.


Gracel berbalik dan meraih celana milik suaminya yang robek. "Kok bisa robek, padahal kemarin baru aku suruh jahit loh sama bibik," gumam Gracel berdiri dan kembali memilihkan pakain untuk suaminya.


Revandra menaik turunkan alisnya menatap anaknya, Xaviel pun membalasnya.

__ADS_1


Gracel berbalik dan memberikan pakaian baru untuk suaminya.


Revandra pun langsung memakai pakaian tersebut.


"Sayang jangan di gendong Elnya, jangan terlalu lelah. Gak boleh terlalu banyak memasak di dapur banyak art yang melakukannya, Kamu bergerak seperlunya saja," peringat Revandra, menekan.


Gracel hanya pasrah dan mengangguk. "Ya mas," jawab Gracel mengiringkan rambut suaminya itu. "Mas mau makan apa? Dari tadi kamu belum makan loh, makanan ringan aja," ucap Gracel merasa khawatir, karena Revandra sama sekali belum makan.


"Aku buatin makan ya?"


Revandra mengangguk seraya memeluk pinggang istrinya.


"Cepat besar dong dedek," ucap Revandra menyium perut Gracel yang masih rata.


Gracel yang melihatnya hanya tersenyum. "Tunggu ya, daddy." Gracel membalas ucapan suaminya dengan nada seperi bayi membuat Revandra terkekeh.


Untungnya Xaviel sudah tak ada di kamar, karena lebih dulu keluar untuk main bersama para boygrup yang di jadikan babunya.


Revandra menggendong depan istrinya seperti bayi koala ke arah dapur. Tanpa mempedulikan orang-orang yang ada di mansion menatap mereka.


"Mas malu," bisik Gracel.


"Ngapain malu? Gak usah malu," jawab Revandra menurunkan istrinya saat telah sampai di dapur.


"Mas aku masakin ayam goreng kecap mau?" tanya Gracel.


Dengan menahan mual Revandra menggeleng. "Guek maue," ucapnya dan berlarih ke kran untuk muntah cairan mening.


Gracel jadi tak tega melihat suaminya.


"Maaf ya mas, seharusnya aku yang seperti ini."


Revandra tersenyum lalu menggeleng. "Kita harus saling berusaha, aku yang membuat mu hamil. Kita harus membagi rintangannya bersama," tutur Revandra menaroh telunjuknya di bibir sang istri.

__ADS_1


__ADS_2