Mommy Untuk Anak Duda

Mommy Untuk Anak Duda
Part 75 ~Mommy Untuk Anak Duda~


__ADS_3

Dengan panik Revandra langsung mengangkat tubuh istrinya dan menyuci kakinya di kran.


Gracel meremas dengan kuat bahu Revandra, merasakan pedih di lukanya.


Setelah selesai menyuci kaki sang istri, Revandra mendudukannya di kursi. Art datang membawa es batu dan handuk serta kotak p3k.


Satu art mengipasi kaki Gracel, sedangkan suaminya mengeboti lukanya.


"Aw," ringis Gracel meremas lengan Revandra dan menggigit bibir bawahnya dengan kuat.


Revandra mengode agar seluruh art pergi, mereka pun yang ikutan panik, kembali ke aktivitas masing-masing.


Revandra duduk di kursi memangku istrinya, dia melap air mata yang mengalir di sudut mata wanitanya itu.


"Kenapa bisa gini? Kamu gak fokus? Mikirin apasih?" tanya Revandra berturut-turut.


Gracel hanya menggeleng. "Aku memasakan susu buat Xaviel, dan tidak sengaja air panas itu mengenai kaki'ku," jelas Gracel dengan isakan.


"Mommy maafin El, padahal tadi El bisa menyulu bibik Sli," sahut Xaviel memeluk lengan sang mommy.


Eksperasi anak itu sangat mengemass, mana mungkin Gracel maupun Revandra akan memarahinya dan menyalahkannya.

__ADS_1



Revandra mengangkat anaknya naik ke atas meja. "Lain kali jangan suruh mommy lagi ya, kasian mommy dan dedek. Mommy gak boleh terlalu capek," ucap Revandra pada anaknya.


Xaviel mengangguk. "Ya daddy, El minta maaf," jawab anak itu.


"Udah daddy, anaknya gak salah kok," timpal Gracel. "Mas tidak ingin berangkat ke kantor? Tadi klaen kamu yang telfonkan? Nanti telat loh," lanjut Gracel memperbaiki jas suaminya yang jadi kusut tadi.


"Yang tadi, di-" Ucapan Revandra berhenti saat dia melihat jam.


Revandra dengan buru-buru mencium dahi dan hidung sang istri, dia juga sempat mencium pipi sang anak.


Gracel meraih tas suaminya dan memberikannya.


"Cepatan," perintah Revandra, merasa telat untuk melakukan meeting.


"Iya bos." Marro menambah kecepatan. "Bos sudah mendapatkan asisten baru? Setauku Vero sudah di penjara sekarang," sahut Marro.


"Entahlah Mar, gue gak tau mau nyari asisten yang benar-benar bisa menjaga kepercayaan," jawab Revandra memijit pelipisnya.


"Delon tak ingin kembali menjadi asisten bos? Setauku dulu dia menjadi asisten bos," tutur Marro.

__ADS_1


"Dia tak ingin Mar, dia sudah nyaman dengan pekerjaannya sekarang. Katanya lebih cocok dari pada menjadi asisten kerjaku," balas Revandra.


Marro mengangguk.


"Kalau boleh carikan lah, tapi yang bisa di percaya," perintah Revandra keluar dari mobil memperbaiki jas dan masuk di sebuah restoran untuk melakukan meeting.


Mereka yang sudah menunggu Revandra langsung berdiri saat Revandra datang. Mereka sudah Benar-benar butuh kesabaran agar bisa menarik hati Revandra untuk bisa terlibat bekerja sama dengan perusahannya yang terkenal.


"Maaf telah membuat kalian menunggu lama," ucap Revandra menunduk sedikit dan duduk di kursi.


"Tak apa, pak Revan," balas mereka ikut duduk kembali.


Revandra menerima dokumen dan langsung memeriksanya.


"Coba anda jelaskan dengan proyek tempat pembangunan rumah sakit ini, saya tak ingin tempat yang di bangunin tempat yang melanggar atau berusak alam. Itu bisa membuat nama baik serta perusahaan ku rusak," ucap Revandra dengan suara tegas.


Klean itu mengangguk. "Ini bukanlah tanah terlanggar pak, ini juga aman. Kami tidak sama sekali menebang pohon di sana, di sana tanah yang bersih."


"Kalau boleh memberi masukan pak, apa sebaiknya kalau pak Revan takut membangun rumah sakit di tempat yang bisa membuat alam rusak, karena di mana pun kita membangun akan tetap sedikit berusak alam. Jadi sebaiknya kita membangun rumah sakit menggunakan bahan alam, seperti membangun rumah sakit dengan kayu dan tidak campuran pembuatan? Agar tidak berusak ekosistem," ucap Celvin si arsitektur


"Desain klasik? Bagus juga sih," gumam Revandra. "Bisa di coba, tapi seperti ini bagusnya di tambahin berbagai tambahan yang menarik, saya serahkan kepada pak Celvin yang merupakan arsitektur," lanjut Revandra.

__ADS_1


Mereka mengangguk setuju dengan saran di masukan.


__ADS_2