
"Mas Revan mana, bik?" tanya Gracel yang keluar dari kamar.
"Baru saja pergi dengan buru-buru, gak tau kemana," jawab Sri.
Gracel mendekati Marro yang baru saja memasuki mansion.
"Mas Revan mana, Mar?" tanya Gracel.
Marro terdiam sesaat membuat Gracel geram.
"Mas Revan mana Marro?" teriak Gracel. "Jangan diam aja dong, aku lagi nanya."
"B-os, an-u." Marro berucap terbata-bata, tak tau harus mengucapkan apa.
"Apa!" sentak Gracel.
"Bos, mencari Den El yang tak berada di sekolah. Serta Nyonya besar Rena kabur dari penjara," jawab Marro.
Mendengar itu Gracel berjalan keluar. Marro yang melihatnya langsung mengejar.
"Nyonya, biar saya antar mencari bos," tawar Marro membuka'kan pintu, dia akan menanggung akibatnya nanti, yang akan di berikan Revandra padanya.
Untungnya Gracel menaroh pelacak di ponsel suaminya membuatnya gampang mengatahui lelaki itu di mana sekarang.
Marro menghentikan mobilnya dan menelan ludah melihat pemandangan di depannya.
Gracel turun di ikut oleh Marro.
"Pistol mu," pinta Gracel pada Marro.
"Apa!" sentak Marro. Namun memberikan pistol yang berada disakunya.
Gracel menerima pistol tersebut dengan tangan bergetar, baru kali ini dia memegang pistol dan akan melenyapkan nyawa seseorang.
__ADS_1
Saat bersamaan Rena ingin melepaskan peluru ke kepala Xaviel, Gracel lebih dulu melepaskannya dan menembak kepala Rena dari belakang.
Dorr!
Gracel menjatuhkan pistol tersebut dan berlari mengambil anaknya.
"Xaviel," teriak Gracel.
Revandra membuka matanya dan terbelalak melihat Rena ambruk, dia menoleh dan melihat istrinya yang memeluk Xaviel.
Revandra menoleh di mana kedua anak buah Rena ingin menembaknya. Revandra yang mempunyai refleks yang cepat langsung meraih pistolnya dan menembak salah satu di antara mereka.
Yanb satunya ingin mengarahkan pistol tersebut ke arah Xaviel dan Gracel.
Namun dengan relfeks Marro juga menembak kakinya membuat anak buah Rena ambruk.
"Sayang." Revandra berlari memeluk kedua semestanya.
Revandra melepaskan pelukannya. Gracel menggendong putranya memasuki mobil, Revandra ikut naik dan menyuruh Marro membereskan kekacauan di jalan sepi tersebut.
"Mommy sakit," aduh Xaviel menunjuk lututnya yang terdapat luka sangat parah.
"Mas cepat dong!" perintah Gracel sudah ikutan menangis melihat luka putranya, dia memeluk dengan erat tubuh anaknya yang terus mengeluh ke sakitan.
Sesampainya di rumah sakit Revandra mengambil ahli putranya dan berlari memasuki rumah sakit.
Suster yang melihatnya langsung menyuruh membawanya keruang darurat.
"Kok lama banget sih!" bentak Gracel karena tak ada dokter yang cepat menengani putranya.
"Para dokter melakukan operasi penting," ucap suster membuat Gracel geram dan meminta mengobati putranya sendiri.
Gracel memakai masker dan kaos tangan lalu membius anaknya, karena dia tau kalau di dalam lututnya terdapat kayu dan harus di keluarkan.
__ADS_1
Gracel menyuruh Revandra keluar membuat lelaki itu menurut.
Gracel pun dengan di bimbingi suster, berusaha mengeluarkan kayu tersebut dari lutut Xaviel.
Tak butuh waktu lama, Gracel berhasil mendapatkan kayu yang berada di dalam lutut sang anak. Kayu yang lumayan tebal dan agak panjang.
Suster itu terbelalak melihat Gracel dengan mudahnya mendapatkan kayu tersebut tanpa menggunakan alat bantu.
"Apa kau yakin tau menyahitnya?" tanya suster.
Gracel mengangguk dan mulai menjahit kulit putranya.
Suster itu meringis bukan melihat kulit Xaviel di jahit karena dia sudah melihat lebih. Namun cara Gracel yang menjahit sangat teliti dan rapi.
Gracel memperban dengan kapas lalu bernafas lega, membuka masker dan kaos tangannya.
Dia melap keringatnya lalu menoleh ke arah suster yang memandangnya kagum.
"Kau dokter?" tanya suster tersebut.
Gracel mengangguk.
"Pantas saja," gumam suster itu tersenyum.
Tiba-tiba salah satu dokter memasuki ruang darurat membuat mereka berdua menoleh.
"Sudah semua dok, dia yang menyelesaikannya," ucap suster pada dokter tersebut.
Dokter itu terlihal ragu, dan mendekati Xaviel. Dia memeriksa ulang.
"Anda yang melakukannya?" tanya dokter tersebut pada Gracel.
Gracel mengangguk membuat dokter itu memberinya jempol.
__ADS_1